RM.id Rakyat Merdeka - Motor 850 cc yang akan digunakan pada MotoGP musim 2027 menuai sorotan. Pembalap muda Red Bull KTM, Pedro Acosta melihat potensi bahaya baru motor ini. Bukan saat melintas di trek lurus, melainkan saat melibas tikungan.
Menurut Acosta, penurunan kapasitas mesin dari 1.000 cc ke 850 cc memang akan memangkas kecepatan puncak. Lantaran bobotnya lebih ringan, motor jadi jauh lebih cepat saat di tikungan.
Kondisi inilah yang dikhawatirkan bisa meningkatkan risiko kecelakaan.
“Saya pikir yang berbahaya saat ini bukan karena kita melaju 360 km/jam di lintasan lurus,” ujar Acosta seperti dikutip dari Crash, kemarin.
Baca juga : Panglima Militer Pakistan Disambut Hangat Teheran
Pembalap asal Spanyol itu menegaskan, peningkatan kecepatan di tikungan justru menjadi ancaman utama. Bahkan, ia menyebut performa menikung saat ini sudah jauh lebih cepat dibanding beberapa tahun terakhir.
“Masalahnya adalah kami jauh lebih cepat di tikungan dibanding tahun lalu, bahkan dibanding beberapa tahun sebelumnya, dan itu yang membuat olahraga ini berbahaya,” ujarnya.
Seperti diketahui, regulasi baru MotoGP tak hanya memangkas kapasitas mesin, tetapi juga menurunkan bobot minimum motor dari 157 kg menjadi 153 kg.
Secara teori, motor akan lebih lincah dan agresif saat memasuki tikungan.
Baca juga : Dea Annisa, Siapkan Kejutan Buat Calon Suami
Namun, sejumlah faktor lain masih menjadi tanda tanya. Mulai dari pengurangan aerodinamika, penggunaan ban baru dari Pirelli, hingga penghapusan perangkat ride-height yang selama ini membantu stabilitas motor.
“Saya tidak tahu bagaimana nantinya. Apalagi tanpa perangkat belakang tahun depan. Saya penasaran soal ini,” kata Acosta. Tak hanya soal teknis, Acosta menyinggung padatnya kalender MotoGP yang dinilai semakin membebani pebalap. Saat ini, MotoGP menggelar 22 seri dalam satu musim, dengan tambahan balapan Sprint sejak 2023. Artinya, dalam satu musim, pebalap bisa menjalani hingga 44 balapan.
“Yang saya rasa buruk dari kalender sekarang adalah karier pembalap akan menjadi lebih pendek,” ujarnya.
Ia menilai jadwal yang padat membuat pebalap tidak punya cukup waktu untuk beradaptasi secara bertahap di setiap seri.
Baca juga : Akan Dapat Pasokan dari Rusia, Alhamdulillah Stok BBM & LPG Kita Aman
“Tidak mungkin menjalani 22 akhir pekan dengan sesi penting setiap hari,” tutup Acosta.
Dengan perubahan besar di depan mata, MotoGP 2027 diprediksi bukan hanya soal kecepatan, tapi juga soal bagaimana pebalap bertahan di tengah risiko yang kian tinggi. [DNU]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.