BREAKING NEWS
 

Senny Marbun Pimpin APSF 2026-2030, Bertekad Majukan Olahraga Difabel ASEAN

Reporter : AHMAD LATHIF ROSYIDI
Editor : OKTAVIAN SURYA DEWANGGA
Senin, 8 Juni 2026 11:47 WIB

RM.id  Rakyat Merdeka - Tokoh olahraga disabilitas Indonesia, Senny Marbun, resmi terpilih sebagai Presiden ASEAN Para Sports Federation (APSF) periode 2026-2030.

Kemenangan ini menandai babak baru kepemimpinan olahraga disabilitas Asia Tenggara dengan misi memperkuat prestasi, meningkatkan perhatian pemerintah terhadap penyandang disabilitas, serta memperluas pembinaan atlet muda di kawasan ASEAN.

Senny Marbun terpilih melalui pemungutan suara yang melibatkan perwakilan dari 11 negara anggota APSF dalam Sidang Umum APSF yang berlangsung di Grand Ballroom Hotel Alila Solo, Sabtu (6/6/2026).

Ia memperoleh tujuh suara, mengungguli kandidat asal Thailand, Maitree Kongruang, yang meraih empat suara.

Dengan hasil tersebut, Senny menggantikan Osoth Bhavilai dari Thailand yang telah memimpin APSF selama satu dekade.

Dalam menjalankan tugasnya, Senny akan didampingi jajaran Komite Eksekutif APSF 2026-2030 yang terdiri atas Dr. Teo-Koh Sock Miang (Singapura), H.E. Yi Veasna (Kamboja), Michael Barredo (Filipina), dan Dr. Than Than Htay (Myanmar) sebagai wakil presiden di berbagai bidang.

Sementara itu, Sukanti Rahardjo Bintoro (Indonesia) dipercaya sebagai Sekretaris Jenderal dan Ali Yusri Abdul Ghafor (Brunei Darussalam) menjabat Bendahara.

Senny Marbun bukan sosok baru dalam dunia olahraga disabilitas Asia Tenggara. Sebelumnya, pria kelahiran Siborongborong, 9 April 1954, itu menjabat sebagai Wakil Presiden APSF Bidang Media dan Komunikasi periode 2022-2026.

Mantan atlet para atletik nomor lempar ini juga dikenal sebagai salah satu tokoh yang menginisiasi penyelenggaraan ASEAN Para Games Solo 2022 setelah ajang tersebut sempat batal digelar di Filipina pada 2019 dan Vietnam pada 2021.

Baca juga : Ara Resmi Pimpin DPP PIKI 2026-2031, Target Bentuk Pengurus Di 38 Provinsi

"Saya ingin prestasi negara-negara di Asia Tenggara lebih maju lagi ke depannya. Indonesia sudah tiga kali berturut-turut menjadi juara ASEAN Para Games dan meraih prestasi yang baik di Paralimpiade. Sekarang saya ingin negara-negara Asia Tenggara mengikuti jejak Indonesia agar bisa terus berkembang," ujar Senny.

Menurutnya, pengalaman membangun NPC Indonesia akan menjadi modal penting untuk membantu kemajuan negara-negara anggota APSF.

Senny menilai, masih terdapat kesenjangan perhatian pemerintah terhadap olahraga disabilitas di sejumlah negara ASEAN.

"Masih banyak negara yang memarginalkan masyarakat difabel. Kita perlu membangkitkan semangat negara-negara tersebut agar bisa seperti Indonesia. Dahulu kita juga mengalami hal yang sama, tetapi sekarang Indonesia sudah berkembang pesat, bahkan memiliki training center seluas 10 hektare. Pengalaman itu yang perlu kita tularkan," katanya.

Ia menegaskan akan melakukan pendekatan langsung ke negara-negara yang dinilai masih minim dukungan pemerintah terhadap penyandang disabilitas.

"Saya akan datang ke negara-negara yang belum mendapatkan perhatian maksimal dari pemerintahnya. Saya ingin mendorong mereka mengangkat harkat dan martabat masyarakat difabel seperti yang telah dilakukan Indonesia," tambahnya.

Dalam waktu dekat, kepengurusan baru APSF akan memprioritaskan penyelesaian berbagai dokumen administrasi dari kepengurusan sebelumnya. Selain itu, kantor Sekretariat APSF yang selama ini berada di Thailand akan dipindahkan ke Indonesia.

Adsense

APSF juga akan fokus mendampingi negara-negara anggota menghadapi Asian Para Games 2026 di Nagoya, Jepang, pada Oktober mendatang, serta mempersiapkan ASEAN Para Games 2027 di Malaysia.

Wakil Presiden APSF Bidang Olahraga dan Teknik, Dr. Teo-Koh Sock Miang, mengungkapkan sejumlah program strategis yang akan dijalankan dalam jangka pendek maupun panjang.

Baca juga : NasDem Yakin, AI Bisa Majukan UMKM dan Berdayakan Difabel

Salah satu terobosan yang disiapkan adalah penyelenggaraan kejuaraan cabang olahraga tunggal (single event) di negara-negara yang olahraga disabilitasnya masih berkembang.

"Kita harus mengakui masih ada negara yang belum siap menggelar multievent dengan banyak cabang olahraga. Karena itu, kami akan mendorong penyelenggaraan single event agar aspek lain seperti klasifikasi atlet, tenaga teknis, hingga kepemimpinan olahraga dapat berkembang melalui berbagai pelatihan. Intinya, kita ingin maju bersama," ujar Teo-Koh.

Selain itu, APSF juga mulai menggagas penyelenggaraan multievent khusus atlet muda atau youth games guna memperkuat regenerasi atlet disabilitas di kawasan ASEAN.

"Kita harus mulai memperhatikan generasi berikutnya agar tidak terjadi kesenjangan regenerasi. Karena itu, kami mulai memikirkan penyelenggaraan youth games sebagai ajang bagi atlet-atlet muda dan pemula," jelasnya.

Susunan APSF Executive Committee 2026-2030:

Presiden:

• Senny Marbun (Indonesia)

Wakil Presiden:

• Dr. Teo-Koh Sock Miang (Singapura) - Sports and Technical Committee

Baca juga : Rupiah Turun Ke Rp 16.923, Tertekan Harga Minyak

• Michael Barredo (Filipina) - Media and Communications Committee

• Dr. Than Than Htay (Myanmar) - Medical and Sports Science Committee

• H.E. Yi Veasna (Kamboja) - Development and Strategic Management Committee

Sekretaris Jenderal:  

• Sukanti Rahardjo Bintoro (Indonesia)

Bendahara:

• Ali Yusri Abdul Ghafor (Brunei Darussalam).

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense