Dark/Light Mode

Kejurnas Aeromodelling 2025, Potensi Besar Industri Olahraga Daerah

Minggu, 26 Oktober 2025 07:31 WIB
kejurnas Aeromodeling di Blora. (Foto : Ist)
kejurnas Aeromodeling di Blora. (Foto : Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pengurus Besar Federasi Aero Sport Indonesia (PB FASI) akan menggelar Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Aeromodelling 2025 di Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, pada 22–29 November 2025.

Pemilihan Blora sebagai tuan rumah didasari kesiapan venue yang dinilai memenuhi standar nasional. Selain itu, Jawa Tengah juga memiliki potensi besar di cabang olahraga ini. Pada PON XXI Aceh–Sumut, Jawa Tengah sukses menempati posisi kedua nasional dengan torehan dua emas dan empat perak.

Sekretaris Umum Komite Aeromodelling PB FASI Ade Kiki mengatakan, pelaksanaan Kejurnas kali ini bertepatan dengan rangkaian Hari Jadi Keputeraan Blora yang jatuh pada 11 Desember.

“Kita pilih tanggal 22 sampai 29 November, karena berdekatan dengan perayaan Hari Jadi Keputeraan Blora,” ujarnya, Sabtu (26/10).

Baca juga : Kembali Digelar, ISFEX 2025 Siap Pacu Inovasi Fasilitas Olahraga Nasional

Kejurnas Aeromodelling 2025 akan diikuti sekitar 300 peserta dari 18 provinsi. Selain atlet, kegiatan ini juga akan dihadiri perwakilan dari KONI Jawa Tengah, KONI Pusat, serta sejumlah pejabat daerah dan tokoh olahraga nasional.

Menurut Ade, selain menjadi ajang prestasi, Kejurnas juga berpotensi besar menggerakkan ekonomi lokal. Selama 10 hari penyelenggaraan, perputaran uang diperkirakan mencapai Rp 2 miliar hanya dari sektor akomodasi dan logistik peserta.

“Rata-rata kebutuhan kamar mencapai 150 hingga 185 kamar selama sepuluh hari. Satu tim bisa mengeluarkan hampir Rp 100 juta untuk akomodasi. Jadi totalnya bisa tembus Rp 2 miliar,” jelasnya.

Angka tersebut belum termasuk biaya transportasi, konsumsi, hingga belanja masyarakat sekitar selama event berlangsung. “Itu baru hitungan kasarnya, belum termasuk pengunjung dan kegiatan pendukung lainnya,” tambah Ade.

Baca juga : Kemenpora Dorong Kolaborasi Industri Olahraga Jadi Penggerak Ekonomi Bali

Untuk mendukung ekonomi lokal, panitia juga menyiapkan area khusus UMKM agar bisa berpartisipasi.
“Pengelolaan kami serahkan ke pihak lokal. Ada beberapa stan yang digelar sejak awal pertandingan, terutama akhir pekan. Harapannya masyarakat dan wisatawan bisa datang dan berinteraksi langsung dengan produk lokal,” ungkapnya.

Keterlibatan UMKM ini diharapkan memperkuat sinergi antara olahraga dan industri kreatif daerah. Selain sisi ekonomi, olahraga Aeromodelling juga kian berkembang seiring kemajuan teknologi, terutama dalam penggunaan drone sebagai tulang punggung pertandingan.

“Aeromodelling sangat relevan dengan perkembangan teknologi saat ini. Drone menjadi backbone dalam pertandingan,” ujar Ade.

Meski demikian, nomor klasik seperti free flight, control line, dan pilot race tetap dipertahankan karena masih memiliki banyak penggemar. Ajang ini juga menjadi bagian dari persiapan menuju event Aeromodelling internasional di MDB tahun 2028.

Baca juga : BPR dan BPRS Siap Bersinergi dengan Pemerintah Salurkan Dana Rp 200 T

Deputi Bidang Pengembangan Industri Olahraga R Isnanta menegaskan, kejuaraan nasional seperti ini menjadi momentum penting untuk menggerakkan industri olahraga daerah.

“Kalau ada event nasional, otomatis tamu datang dan belanja di daerah. Pesertanya saja ratusan, belum keluarga dan penonton. Kalau rata-rata satu orang keluarkan Rp 4 juta, itu sudah miliaran yang berputar,” kata Isnanta.

Ia menambahkan, penyelenggaraan kejuaraan seperti ini harus terus digalakkan. “Selain membangun prestasi, juga menggerakkan ekonomi lokal dan mendorong kolaborasi dengan pihak swasta,” pungkasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.