Dark/Light Mode

NasDem Yakin, AI Bisa Majukan UMKM dan Berdayakan Difabel

Minggu, 10 Mei 2026 21:37 WIB
Anggota Majelis Tinggi Partai NasDem Lestari Moerdijat (Foto: Tedy O Kroen/RM)
Anggota Majelis Tinggi Partai NasDem Lestari Moerdijat (Foto: Tedy O Kroen/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Anggota Majelis Tinggi Partai NasDem Lestari Moerdijat menekankan pentingnya penguasaan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) sebagai akselerator pengembangan UMKM lokal dan pemberdayaan penyandang disabilitas di era digital. Hal itu sampaikan Rerie, sapaan akrab Lestari, saat memberikan sambutan secara daring dalam pelatihan AI yang digelar Alunjiva bersama Microsoft di Auditorium Universitas Muria Kudus, Jawa Tengah, Minggu (10/5/2026).

“Kita meyakini penguasaan AI akan memberikan akselerasi luar biasa bagi pengembangan UMKM lokal dan berbagai kegiatan inklusif yang diharapkan mampu membawa produk unggulan daerah menuju panggung digital yang lebih luas,” ujar Rerie.

Wakil Ketua MPR ini mengungkapkan, menilik data lembaganya di survei 2025-2026, sebanyak 64,7 persen responden di Indonesia pernah menggunakan teknologi AI. Mayoritas memanfaatkannya untuk mencari informasi hingga kebutuhan belanja.

Menurutnya, Indonesia juga menjadi salah satu dari delapan negara besar di dunia yang aktif memanfaatkan teknologi AI. 

Baca juga : Sambut Wakil PM Laos, Wapres Gibran Kenalkan Budaya Nusantara

Meski demikian, Rerie mengingatkan bahwa penguasaan teknis AI saja tidak cukup. Kemampuan berpikir kritis tetap menjadi kunci agar manusia mampu mengendalikan teknologi secara bijak.

“Kemampuan berpikir kritis adalah kunci utama agar manusia tetap menjadi pengendali teknologi yang mampu membedakan informasi serta memecahkan masalah,” tegasnya.

Rerie juga menyoroti masih rendahnya akses pelatihan teknologi bagi penyandang disabilitas. Menilik data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2020, lebih dari 75 persen penyandang disabilitas masih bekerja di sektor informal, sedangkan hanya sekitar 25 persen yang terserap di sektor formal.

“Ketimpangan ini berakar dari terbatasnya akses terhadap pelatihan teknologi yang inklusif. Stigma sosial sering kali menjadi tembok penghalang yang lebih tebal dibanding keterbatasan fisik,” ujarnya.

Baca juga : Dampak MBG Terlihat, Riset Tunjukkan Manfaat Nyata

Anggota Komisi X DPR RI itu menilai, pelatihan AI yang digelar saat ini menjadi bukti nyata bahwa kesetaraan akses bagi penyandang disabilitas bukan sekadar pilihan, melainkan keharusan demi mewujudkan martabat kemanusiaan yang setara di era digital.

Dia berharap, pelatihan pemanfaatan AI bagi generasi muda dan penyandang disabilitas dapat membekali peserta dengan keterampilan praktis, mulai dari afiliator, kreator digital, hingga pelaku usaha berbasis teknologi yang mandiri secara ekonomi.

Rerie juga mengajak seluruh peserta menjadikan momentum pelatihan sebagai titik balik untuk mengasah kemampuan berpikir dan meraih kemandirian menghadapi masa depan digital.

Selain itu, Rerie turut menyoroti pentingnya kolaborasi semua pihak dalam menciptakan ruang digital yang aman bagi anak-anak. Dia mengungkapkan, data Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) menunjukkan 9 dari 10 anak usia lima tahun ke atas di Indonesia telah aktif menggunakan internet.

Baca juga : Nadiem Dirawat, Tim Kuasa Hukum Tetap Minta Sidang Chromebook Digelar

Sementara itu, Direktorat Jenderal Pengawasan Ruang Digital mencatat kasus pornografi anak meningkat dari 986.648 kasus pada 2020 menjadi 1.450.403 kasus pada 2024, atau naik hampir 48 persen dalam empat tahun.

Menurut Rerie, regulasi saja tidak cukup untuk menghadapi tantangan tersebut. Literasi digital harus menjadi kebutuhan utama di lingkungan keluarga. “Orang tua wajib mendampingi anak. Sekolah dan masyarakat harus bergerak bersama. Jika tidak, ruang digital akan terus menjadi ancaman nyata bagi masa depan bangsa,” ujarnya.

Rerie menegaskan, perlindungan anak di ruang digital merupakan bagian penting dalam menjaga masa depan Indonesia. “Tidak ada ruang untuk abai. Ketegasan, konsistensi, dan tanggung jawab adalah keharusan demi mewujudkan ruang digital yang aman,” pungkasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.