BREAKING NEWS
 

Meksiko Vs Afrika Selatan, Nostalgia Balas Dendam

Reporter : JHON ROY PANGIBULAN SIREGAR
Editor : ANGGOWO ADI SEPTANINGRAT
Kamis, 11 Juni 2026 06:20 WIB
Meksiko kontra Afrika Selatan, nostalgia laga pembuka Piala Dunia 2010. (Foto: Dok. rm.id)

RM.id  Rakyat Merdeka - Didukung publik sendiri, Meksiko berusaha membalas dendam kekalahan di partai pembuka Piala Dunia 2010. Agresivitas pasukan Javier Aguirre bakal dibendung strategi pragmatis Afrika Selatan (Afsel).

Tirai Piala Dunia 2026 bakal dibuka oleh laga Meksiko kontra Afsel di Stadion Azteca, Mexico City, besok pukul 02.00 WIB. Duel di Grup A ini beruansa nostalgia, karena mempertemukan dua tim yang juga pernah bentrok pada laga pembuka edisi 2010. Persis 16 tahun setelah gol ikonik Siphiwe Tshabalala menggetarkan publik Afsel, kini giliran El Tri untuk membalaskan dendam di hadapan pendukung sendiri. 

Adsense

Baca juga : Argentina Vs Islandia 3-0, Messi Pencetak Gol Tertua La Albiceleste

Terlebih, Afsel yang diasuh Hugo Broos datang dengan modal yang belum sepenuhnya meyakinkan. Dalam dua laga uji coba terakhir, Bafana Bafana gagal meraih kemenangan setelah ditahan Nikaragua tanpa gol dan imbang 1-1 melawan Jamaika. Broos mengakui performa timnya masih jauh dari ideal. Pelatih asal Belgia itu menilai sejumlah aspek permainan perlu segera dibenahi agar pasukannya mampu bersaing menghadapi lawan yang lebih matang. 

Sementara, Meksiko memasuki pertandingan dengan kepercayaan diri tinggi. Pasukan Javier Aguirre belum terkalahkan dalam 8 laga persahabatan sepanjang tahun ini. Meksiko, yang selalu menjadi peserta Piala Dunia sejak 1994, berupaya memperbaiki kesalahan di Qatar 2022. Mereka gagal mencapai babak gugur untuk pertama kalinya sejak 1978. 

Baca juga : Trik Hemat Jemaah Hindari Denda Overbagasi

Meksiko diperkirakan menggunakan formasi 4-3-3 yang menekankan penguasaan bola dan serangan dari kedua sisi lapangan. Kiper akan menjadi benteng terakhir di belakang empat bek yang bermain cukup tinggi untuk mendukung tekanan sejak awal pertandingan. Tiga gelandang ditugaskan mengontrol tempo permainan sekaligus memutus serangan balik Afsel. 

Sebaliknya, Afsel kemungkinan besar memilih pendekatan yang lebih pragmatis dengan formasi 4-2-3-1 atau 4-5-1 saat bertahan. Pendekatan tersebut memungkinkan mereka menjaga kedalaman pertahanan sambil menunggu peluang melakukan serangan balik cepat. Kecepatan pemain sayap Afsel dapat menjadi ancaman serius apabila Meksiko terlalu agresif menyerang. [JON]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense