BREAKING NEWS
 

Kedubes AS Gelar Sport Envoy

Di Istiqlal, Basket Satukan Perbedaan

Reporter : LARASATI DYAH UTAMI
Editor : RIFFMY
Rabu, 10 Juni 2026 07:50 WIB
Pemain bola basket profesional keturunan Indonesia-Amerika, Jamarr Johnson berfoto bersama para siswa dan atlet yang berasal dari Madrasah Istiqlal, SMA Kolese Gonzaga, dan Indonesian Deaf Basketball (IDB) Academy dalam program Sport Envoy Kedubes AS Jakarta, di Masjid Istiqlal, Selasa (9/6/2026). (Foto Larasati Dyah Utami/Rakyat Merdeka/RM.id)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pantulan bola basket memecah keheningan pagi di kompleks Masjid Istiqlal, Jakarta, Selasa (9/6/2026). Ratusan siswa dan atlet antusias mengikuti latihan bersama basket profesional keturunan Indonesia-Amerika, Jamarr Johnson. 

Kegiatan yang diinisiasi Kedutaan Besar Amerika Serikat (Kedubes AS Jakarta) melalui program Sport Envoy itu mempertemukan 110 siswa dan atlet dari berbagai latar belakang. 

Mereka berasal dari Madrasah Istiqlal, SMA Kolese Gonzaga, dan Indonesian Deaf Basketball (IDB) Academy. 

“Sangat menyenangkan melihat ada lapangan basket di Istiqlal, sehingga kami bisa melatih anak-anak sekaligus membantu membangun karakter mereka melalui olahraga. Ini pengalaman yang sangat berkesan,” kata Johnson. 

Johnson bukan sosok yang asing di Liga Basket Indonesia (IBL). Lahir di New Jersey, AS pada tahun 1988, dia adalah mantan pemain tim nasional basket naturalisasi Indonesia yang memiliki segudang prestasi.

Sejak sesi pemanasan dimulai, Johnson tidak ragu berinteraksi dengan para peserta. Termasuk dengan peserta anak-anak tuna rungu dari IDB Academy. 

Baca juga : BAZNAS Gelar Program Kurban Berkah Di 103 Desa, Bantu Peternak Lokal

Latihan pagi itu, Johnson dibantu pelatih dari IDB Derfian Oscar. Yang menjadi unik, komunikasi sesi coaching di kegiatan itu tidak selalu berlangsung melalui kata-kata. Instruksi juga diberikan lewat gerakan tangan, kontak mata, dan senyum agar dipahami peserta disabilitas. 

Selain coaching clinic, mereka juga mengikuti pertandingan persahabatan yang berlangsung seru. Johnson bangga dengan permainan hebat para peserta, serta kagum dengan kebolehan permainan atlet IDB Academy. 

Kekaguman itu bukan tanpa alasan. Tim atlet tuna rungu dari IDB Academy bisa tampil dominan saat melawan tim dari Madrasah Istiqlal, dengan skor 8-2. Kecepatan membaca permainan dan kekompakan mereka beberapa kali membuat peserta lain kesulitan mengimbangi ritme pertandingan.

“Saya melihat banyak potensi di sini. Bahkan komunitas basket tuli Indonesia memenangkan kompetisi yang kami adakan hari ini dan saya cukup terkejut melihat kualitas permainan mereka,” kata Johnson.

Adsense

Menurut Pelatih IDB Derfian, momen seperti ini sangat berarti bagi atlet tuna rungu untuk menunjukkan kemampuan mereka di hadapan publik yang lebih luas.

“Anak-anak sangat senang bisa berlatih bersama Jamarr Johnson. Ini menjadi kesempatan yang sangat baik untuk memotivasi mereka agar terus berkembang di dunia basket,” katanya.

Baca juga : Gibran Salat Id Di Istiqlal, Khutbah Angkat Isu Lingkungan & Kemanusiaan

Pertandingan berlangsung seru dengan sorak-sorai dari masing-masing pendukung tim. Pertandingan berakhir dengan salam persahabatan antar pemain. Setiap poin yang tercipta dirayakan bersama. 

Perwakilan Kedutaan Besar AS John Slover mengatakan, olahraga memiliki kekuatan untuk mempertemukan orang-orang dari latar belakang yang berbeda. Melalui program pertukaran seperti Sport Envoy, pihaknya ingin membuka lebih banyak kesempatan bagi generasi muda Indonesia.

Sementara itu, Staf Khusus Menag Farid Saenong menyambut baik kerja sama dengan Kedubes AS dalam membina atlet muda. 

“Semoga ini bukan yang pertama, kita akan punya banyak peluang kerja sama lagi di kesempatan-kesempatan berikutnya dan kegiatan-kegiatan seperti coaching ini juga akan terus berlangsung,” katanya. 

Hal senada juga disampaikan Direktur The Voice of Istiqlal Mulyono Lodji. Ia berharap, lingkungan masjid tidak hanya sekedar dipakai untuk ibadah, tapi juga memperkuat diplomasi antarnegara.

“Kami sangat happy. Ini adalah interaksi yang sangat produktif dan juga menyehatkan dan menumbuhkan peradaban baru di Masjid Istiqlal,” ujarnya.

Baca juga : Demokrat Gelar Baksos Di Kedoya, AHY: Rawat Kebersamaan Di Tengah Perbedaan

Kegiatan ditutup dengan foto bersama. Para peserta berkerumun mengelilingi Jamarr Johnson untuk mengabadikan momen. Sebagian masih menggenggam bola basket, sebagian lain sibuk meminta tanda tangan dan swafoto. 

 

 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense