Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Muslim Rusia Gelar Bukber Di Masjid Istiqlal
Ribuan Jemaah Hangatkan Hubungan Jakarta-Moskow
Senin, 16 Maret 2026 04:49 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Spiritual Assembly of Muslims of Russia (Majelis Rohani Muslim Rusia) menggelar acara buka puasa (bukber) bersama di Masjid Istiqlal, Sabtu (14/3/2026). Kegiatan yang dihadiri sekitar 4.000 jemaah itu, membantu menghangatkan persahabatan Indonesia dengan Rusia.
Buka puasa (iftar) bersama ini, merupakan kegiatan pertama bagi organisasi Muslim Rusia tersebut yang digelar di masjid terbesar di Indonesia. Acara itu bekerja sama dengan Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag).
Menjelang azan magrib, pelataran Masjid Istiqlal dipenuhi ribuan jamaah yang duduk berjajar rapi menunggu waktu berbuka. Mereka berkumpul tidak hanya untuk beribadah, tetapi juga merasakan kebersamaan dalam suasana Ramadan.
Acara tersebut dihadiri Duta Besar Rusia untuk Indonesia Sergei Tolchenov, Perwakilan Resmi Spiritual Assembly of Muslims of Russia untuk Indonesia Arip Sultanmagomedov, serta Staf Khusus Menteri Agama Gugun Gumilar.
Menurut Sergei Tolchenov, kegiatan iftar tersebut bukan sekadar makan bersama setelah berpuasa, melainkan simbol persahabatan antara masyarakat Indonesia dan Rusia.
Tolchenov mengatakan, kehadiran perwakilan organisasi Muslim Rusia di Indonesia sejak tahun lalu membuka peluang kerja sama yang lebih luas. Termasuk penyelenggaraan iftar besar di Masjid Istiqlal.
“Kami sangat senang karena sejak tahun lalu kami memiliki perwakilan dari organisasi Muslim Rusia. Dengan dukungannya, kami bisa menyelenggarakan iftar besar di Masjid Istiqlal,” ujar Tolchenov.
Baca juga : Zaki Iskandar Tekankan Peran Kader dalam Pembangunan Jakarta
Ia menambahkan, kegiatan ini bertujuan mempererat persahabatan sekaligus menunjukkan bagaimana masyarakat multireligius dapat hidup berdampingan secara damai.
“Kami berharap Rusia, seperti halnya Indonesia, bisa menjadi contoh toleransi beragama. Bukan hanya Muslim dan Kristen, tetapi juga pemeluk agama lain dapat hidup bersama,” katanya.
Cerita Ramadan Dari Dagestan
Salah satu tamu yang menarik perhatian adalah Arip Sultanmagomedov. Ia fasih berbahasa Indonesia karena pernah menempuh pendidikan di Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang, Jawa Timur, dan menyelesaikan studi magister selama dua tahun di sana.
Sultanmagomedov berasal dari Dagestan, wilayah di Rusia yang mayoritas penduduknya Muslim. Daerah ini juga dikenal sebagai tempat kelahiran sejumlah petarung Mixed Martial Arts (MMA) dunia seperti Khabib Nurmagomedov dan Islam Makhachev.
Ia menjelaskan, organisasinya memiliki peran yang mirip dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) dalam membina kehidupan umat Islam.
Menurut Sultanmagomedov, jumlah Muslim di Rusia diperkirakan mencapai 20 juta hingga 25 juta orang atau sekitar 15 persen dari total populasi negara tersebut. Beberapa wilayah bahkan memiliki mayoritas Muslim, seperti Dagestan, Chechnya, Tatarstan, Bashkortostan, dan Ingushetia.
Di Dagestan, sekitar 90 persen dari 3,5 juta penduduknya beragama Islam. Sementara di Chechnya hampir seluruh penduduknya juga Muslim.
Baca juga : BCA Syariah dan Masjid Istiqlal Bersinergi Perkuat Literasi Keuangan Syariah
“Cara salat dan zikir setelah salat di Dagestan juga sama dengan di Indonesia,” kata Sultanmagomedov.
Ia menambahkan, banyak Muslim di wilayah tersebut mengikuti mazhab Syafi’i, sebagaimana mayoritas umat Islam di Indonesia.
Menurut Sultanmagomedov, Ramadan di Rusia juga berlangsung meriah. Banyak masjid mengadakan buka puasa bersama (bukber) hampir setiap hari. Berbagai komunitas bahkan sering menggelar bukber, termasuk komunitas petinju dan petarung MMA.
Setelah berbuka, suasana masjid biasanya tetap ramai hingga dini hari. Banyak anak muda yang memilih beriktikaf hingga sahur.
“Di beberapa tempat bahkan ada kedai kopi yang membuka cabang dekat masjid dan menyediakan minuman gratis sampai subuh untuk anak-anak muda yang iktikaf,” kisahnya.
Diplomasi Budaya
Staf Khusus Menteri Agama Gugun Gumilar menilai, kegiatan ini sebagai bentuk diplomasi berbasis agama dan budaya yang unik.
Menurutnya, hubungan Indonesia dan Rusia telah terjalin sejak lama, bahkan sejak masa Presiden pertama RI Soekarno. Oleh karena itu, kegiatan bukber ini menjadi kelanjutan dari persahabatan kedua negara yang telah berlangsung puluhan tahun.
Baca juga : Ketua Umum LMP Hadiri Bukber Polri, Tegaskan Dukungan Jaga Kamtibmas
“Kegiatan ini menunjukkan bahwa Rusia bukan negara yang asing bagi kita. Rusia juga memiliki komunitas Muslim yang sangat besar,” ujar Gugun.
Ia berharap, kegiatan seperti ini dapat memperkuat hubungan tidak hanya antarnegara, tetapi juga antar masyarakat.
Gugun menjelaskan, kerja sama antara komunitas Muslim Indonesia dan Rusia selama ini telah berlangsung dalam berbagai bentuk. Mulai dari pengiriman imam ke Rusia, kompetisi pelajar Muslim dari madrasah dan pesantren di Moskow, hingga program pertukaran pelajar di St. Petersburg.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya