RM.id Rakyat Merdeka - Tim nasional Portugal menutup persiapan menuju Piala Dunia 2026 dengan kemenangan 2-1 atas Nigeria dalam laga uji coba terakhir di Estádio Dr. Magalhães Pessoa, Leiria, kemarin.
Hasil tersebut menjadi modal berharga bagi skuad asuhan Roberto Martínez sebelum memulai petualangan mereka di Grup K.
Portugal sempat unggul melalui Pedro Neto sebelum disamakan Akor Adams. Ketika pertandingan tampak akan berakhir imbang, Francisco Conceição muncul sebagai penentu kemenangan lewat gol pada babak kedua.
Meski menang, perhatian publik tertuju kepada Cristiano Ronaldo yang gagal memanfaatkan beberapa peluang emas untuk melesakkkan si kulit bundar ke gawang lawan. Tembakannya sering melenceng.
Namun bagi pelatih Roberto Martínez, hasil laga melawan Nigeria bukan sekadar soal skor.
Baca juga : Amerika Serikat Vs Paraguay, Tuan Rumah Bakal Agresif
“Tujuan kami adalah membawa para pemain ke pesawat menuju Miami dalam kondisi siap untuk Piala Dunia,” ujar Martínez usai pertandingan seperti dikutip dari Four-Four Two, kemarin.
Martínez juga menegaskan bahwa pertandingan melawan Nigeria tidak dijadikan dasar untuk menentukan susunan pemain saat menghadapi Kongo pada laga pembuka Grup K.
“Pertandingan melawan Nigeria bukanlah gladi bersih untuk laga pertama Piala Dunia. Fokus kami adalah memastikan seluruh pemain siap ketika turnamen dimulai,” ujarnya.
Sorotan terbesar tentu mengarah kepada Cristiano Ronaldo. Pada usia 41 tahun, sang kapten akan menjalani Piala Dunia keenamnya, sebuah rekor yang belum pernah dicapai pemain lain. Meski sejumlah pihak mempertanyakan kehadirannya di skuad, Martínez memberikan pembelaan penuh.
“Angka-angka sudah menjelaskan semuanya. Cristiano tidak berada di tim karena siapa dirinya di masa lalu, tetapi karena performanya saat ini yang membuatnya layak berada di sini,” jelasnya.
Baca juga : Perjalanan Haji Sharfina, Inspirasi Penyandang Disabilitas
Martínez bahkan menyebut Ronaldo masih memiliki peran yang sangat besar di ruang ganti Portugal.
“Kapten kami memberi contoh dalam segala hal yang dia lakukan. Dia memberikan segalanya, 24 jam sehari, untuk membantu tim nasional. Fokusnya adalah berlatih, menjadi yang terbaik, menerapkan apa yang kami kerjakan, dan menunjukkan kebanggaan saat mengenakan seragam Portugal,” ungkap Martinez.
Ketika muncul spekulasi bahwa laga melawan Nigeria bisa menjadi penampilan terakhir Ronaldo di tanah Portugal, Martínez langsung meredam isu tersebut.
“Cristiano tidak memandang pertandingan ini sebagai perpisahan. Fokusnya sepenuhnya pada persiapan menuju Piala Dunia,” katanya.
Portugal sendiri datang ke Amerika Utara dengan status salah satu kandidat kuat juara. Skuad yang diperkuat Bruno Fernandes, Bernardo Silva, Rúben Dias, Vitinha, João Neves, Rafael Leão, hingga Cristiano Ronaldo dinilai memiliki keseimbangan antara pengalaman dan talenta muda.
Baca juga : Janji Presiden di Lampung: 400 Rumah Sakit, 10 Ribu Puskesmas Akan Direnovasi
Meski banyak pihak membicarakan target semifinal, Martínez memilih bersikap hati-hati.
“Tidak ada target minimum. Kami ingin memenangkan delapan pertandingan yang mungkin di mainkan, tetapi sepak bola tidak bekerja seperti itu,” pungkasnya.
Kini, setelah menutup rangkaian uji coba dengan kemenangan atas Chile dan Nigeria, Portugal akan mengalihkan fokus ke laga pembuka melawan Kongo. Dengan skuad yang matang dan kehadiran Ronaldo yang masih menjadi simbol sekaligus pemimpin tim, Selecao das Quinas berangkat ke Piala Dunia 2026 dengan harapan besar untuk meraih gelar dunia pertama dalam sejarah mereka. [DNU]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.