RM.id Rakyat Merdeka - Prancis akan melanjutkan langkah di Grup I Piala Dunia 2026 dengan menghadapi Irak pada matchday kedua di Lincoln Financial Field, Philadelphia, besok pagi WIB.
Laga ini menjadi salah satu duel yang paling disorot karena mempertemukan tim unggulan dengan lawan yang berjuang menjaga asa lolos, sekaligus menjadi panggung lanjutan Kylian Mbappe dalam mengejar rekor gol internasional.
Prancis datang dengan kepercayaan diri tinggi setelah meraih kemenangan 3-1 atas Senegal pada laga pembuka. Dalam pertandingan tersebut, Les Bleus sempat mendapat tekanan di awal laga sebelum akhirnya menguasai jalannya permainan.
Di laga itu, Kylian Mbappe kembali menjadi pembeda untuk timnas Prancis. Dia menorehkan dua gol yang menegaskan perannya sebagai ujung tombak utama tim asuhan Didier Deschamps.
Baca juga : Starmer Di Ujung Tanduk, Burnham Siap Menyodok
Di sisi lain, Irak datang ke laga ini dengan torehan kurang baik setelah kalah 1-4 dari Norwegia di laga pembuka.
Kekalahan tersebut tidak hanya berdampak pada posisi mereka, tetapi juga pada kondisi mental tim yang kini dituntut segera bangkit jika ingin menjaga peluang bertahan di turnamen.
Jelang pertandingan perhatian publik kembali tertuju pada Kylian Mbappe. Penyerang berusia 27 tahun itu sejauh ini telah mengoleksi 58 gol bersama tim nasional Prancis, dan menjadikannya pencetak gol terbanyak sepanjang masa Les Bleus.
Catatan tersebut melampaui rekor Olivier Giroud yang sebelumnya berada di angka 57 gol, sekaligus menempatkan Mbappe berdiri sendiri di puncak daftar top skor sepanjang sejarah tim nasional Prancis.
Baca juga : Jennifer Coppen Wow, Resepsi Nikahnya Mirip Film Hollywood
Di level Piala Dunia, Mbappe juga terus menunjukkan produktivitas tinggi dengan koleksi 14 gol, yang membuatnya masuk jajaran pencetak gol tersubur sepanjang sejarah turnamen. Dia kini hanya berjarak: 1 gol dari Ronaldo Nazário (15 gol), 2 gol dari Miroslav Klose (16 gol).
Dengan catatan tersebut, setiap pertandingan Prancis berpotensi menjadi momen lahirnya rekor baru bagi sang kapten. Mengingat, secara kualitas, kekuatan Prancis masih jauh di atas Irak. Kedalaman skuad di semua lini membuat Les Bleus tetap difavoritkan. Namun, sang pelatih Didier Deschamps menegaskan bahwa timnya tidak boleh terlena dengan status tersebut.
Ia menilai setiap pertandingan di Piala Dunia memiliki tingkat kesulitan yang sama, terutama ketika menghadapi tim yang bermain tanpa beban.
“Di turnamen ini, tidak ada laga yang mudah. Kami harus tetap fokus dan disiplin sepanjang pertandingan,” ujar Didier Deschamps seperti dikutip dari FIFA, kemarin.
Baca juga : Bawa Duit 500 T, Investor Asing Antre Masuk RI
Deschamps diperkirakan tetap menjaga struktur inti permainan, dengan Mbappe sebagai pusat serangan. Di sisi lain, ia juga dikabarkan mempertimbangkan rotasi di beberapa sektor, termasuk lini belakang, untuk menjaga kebugaran pemain. Salah satu opsi yang dibahas adalah memarkir William Saliba guna memberikan kesempatan rotasi di sektor pertahanan.
Tapi tetap saja, Irak diprediksi akan tetap berada dalam situasi sulit. Pelatih Irak, Graham Arnold menegaskan bahwa timnya tidak datang hanya untuk bertahan.
“Kami menghormati Prancis, tetapi kami datang untuk bertarung. Kami akan bermain disiplin dan mencoba memanfaatkan setiap peluang yang ada,” ujar Arnold. [DNU]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.