BREAKING NEWS
 

Meksiko Vs Ekuador, Adu Napas Di Azteca

Reporter : M ADE AL KAUTSAR
Editor : RIFFMY
Selasa, 30 Juni 2026 06:15 WIB
Meksiko bersiap menghadapi ujian krusial melawan Ekuador pada babak 32 besar Piala Dunia 2026. (Foto: Dok. RM.id)

RM.id  Rakyat Merdeka - Tuan rumah Meksiko bersiap menghadapi ujian krusial melawan Ekuador pada babak 32 besar Piala Dunia 2026. Pertandingan yang mempertaruhkan tiket ke perdelapan final ini akan digelar di Stadion Azteca, Mexico City, pada Selasa malam waktu setempat atau Rabu (1/7/2026) dini hari WIB.

Laga ini menjadi ajang pembuktian bagi laju sempurna skuad El Tri melawan daya kejut wakil Amerika Selatan yang baru saja menyingkirkan raksasa Eropa di babak sebelumnya. Bermain di hadapan puluhan ribu pendukung sendiri, Meksiko memiliki senjata rahasia berupa keangkeran Stadion Azteca. 

Arena legendaris yang berada di ketinggian lebih dari 2.200 meter di atas permukaan laut ini kerap menjadi neraka bagi tim tamu yang tidak terbiasa dengan kadar oksigen tipis. Sejarah mencatat, stadion ini selalu memberikan tuah magis bagi tuan rumah saat mereka sukses menembus perempat final pada gelaran Piala Dunia edisi 1970 dan 1986. 

Pasukan El Tri memasuki fase gugur dengan modal luar biasa setelah menyapu bersih tiga laga Grup A tanpa kebobolan satu gol pun. Catatan gemilang tersebut sekaligus memperpanjang rekor tak terkalahkan mereka menjadi sebelas pertandingan beruntun sejak takluk dari Paraguay pada November 2025. 

Meski di atas kertas berstatus sebagai unggulan, Pelatih Meksiko Javier Aguirre menolak jemawa. “Sekarang tibalah babak gugur, statistik dan data tidak penting,” tegas Aguirre mengingatkan skuadnya. 

Baca juga : Prabowo Berusaha Selalu Terbuka

Juru taktik berusia 67 tahun itu lebih memilih membumi dan meminta pasukannya mengesampingkan segala rentetan rekor impresif di fase penyisihan. 

Aguirre menilai pencapaian sempurna di grup tidak akan ada artinya jika Meksiko tergelincir pada laga ini, sehingga ia menginstruksikan para pemainnya untuk memfokuskan pikiran sepenuhnya pada rintangan krusial di depan mata. 

Semangat pantang menyerah dan kepercayaan diri yang tinggi juga mengalir deras di dalam dada para punggawa El Tri, termasuk dari pilar muda mereka, Gilberto Mora. Pemain berusia 17 tahun yang memecahkan rekor sebagai penampil termuda Meksiko di panggung Piala Dunia itu menegaskan ambisi besar negaranya. 

Adsense

“Kami ingin terus maju karena tim nasional Meksiko bisa menjadi juara,” ujar penggawa asal klub Tijuana tersebut. 

Mora menyadari bahwa lawan-lawan yang jauh lebih tangguh sudah menanti, sehingga skuad Meksiko wajib bekerja ekstra keras untuk menjaga konsistensi permainan agar tetap berada di jalur yang benar. 

Baca juga : Brazil vs Jepang, Samurai Biru Siap Jagal Tarian Samba

Jika mampu menjinakkan perlawanan Ekuador di laga nanti, Meksiko berpeluang kembali bermain di stadion keramat mereka pada babak 16 besar guna menghadapi pemenang duel antara Inggris melawan Republik Demokratik Kongo. 

Di sisi lain, Ekuador datang ke Azteca bukan untuk sekadar menjadi pelengkap penderitaan tuan rumah. Tim asuhan Sebastián Beccacece ini berhasil mengamankan tiket 32 besar lewat jalur peringkat ketiga terbaik yang penuh drama. 

Sempat tampil mandul dan gagal mencetak gol saat ditekuk Pantai Gading serta ditahan imbang Curacao, Ekuador tiba-tiba meledak di laga pamungkas dengan menumbangkan kandidat kuat juara, Jerman, lewat kemenangan 2-1. 

Kebangkitan di saat kritis tersebut menjadi suntikan moral yang sangat masif bagi skuad La Tri. Pahlawan kemenangan atas Jerman, Gonzalo Plata, membeberkan betapa krusialnya determinasi dan mentalitas pantang menyerah di lapangan. 

Ia meyakini bahwa kesabaran dan perjuangan tanpa batas, meski tim kesulitan mencetak gol di awal laga, merupakan kunci utama keberhasilan mereka memutarbalikkan situasi. 

Baca juga : Keyakinan Jokowi, 2029 PSI Akan Masuk Senayan

Ancaman Ekuador sama sekali tidak bisa dipandang sebelah mata lantaran mereka memiliki ketahanan fisik yang jarang dimiliki tim tamu lainnya di Azteca. Faktor ketinggian ekstrem yang sering menguras stamina lawan diprediksi tidak akan berdampak banyak bagi Moises Caicedo dan kolega. 

Pasalnya, mereka sudah terbiasa berlaga di kandang kebanggaan mereka, Stadion Rodrigo Paz Delgado di Quito, yang justru berlokasi di elevasi lebih tinggi, yakni 2.700 meter di atas permukaan laut. 

Berbekal deretan pemain bintang yang rutin merumput di liga elite Eropa seperti Willian Pacho di PSG dan Piero Hincapie di Arsenal, Ekuador siap menyajikan perlawanan sengit. Pelatih Sebastián Beccacece menatap laga sistem gugur ini dengan optimisme tinggi dan merajut asa mencetak sejarah baru. [SAR]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense