RM.id Rakyat Merdeka - Prancis semakin mengukuhkan status sebagai kandidat terkuat juara Piala Dunia 2026. Les Bleus tampil nyaris sempurna sepanjang turnamen dan sukses melaju ke semifinal usai menumbangkan Maroko 2-0 di Gillette Stadium, Foxborough, Boston, Jumat (10/7/2026) dini hari.
Kemenangan tersebut memperpanjang catatan sempurna skuad Didier Deschamps menjadi lima kemenangan beruntun di Piala Dunia 2026. Setelah menyapu bersih fase Grup I, Prancis menyingkirkan Swedia 3-0 di babak 32 besar, mengalahkan Paraguay 1-0 di 16 besar, lalu memulangkan Maroko di perempat final.
Sepanjang turnamen, Les Bleus telah mencetak 14 gol dengan torehan 12 assist dan hanya kebobolan dua kali. Ketajaman lini depan dipimpin Kylian Mbappe yang sudah mengoleksi delapan gol, bersaing di daftar top skor turnamen. Ousmane Dembele juga tampil impresif dengan empat gol.
Penampilan dominan Prancis membuat banyak pihak menjagokan mereka sebagai calon kuat peraih trofi. Bahkan, pelatih Maroko Mohamed Ouahbi secara terbuka mengakui kualitas lawannya.
Baca juga : Praktik Pemerasan Di Pemkab Sukoharjo Berlangsung Lama
"Mereka ingin melangkah hingga final dan memenangkan trofi. Mereka memiliki semua kualitas untuk melakukannya," ujar Ouahbi, dikutip Reuters.
Ia mengakui Prancis tampil jauh lebih baik, menguasai permainan, dan terus menekan melalui kedua sisi lapangan maupun lini tengah. "Mereka memiliki pemain-pemain luar biasa dan menciptakan lebih banyak peluang. Kami harus menerima kekalahan ini. Mereka akan menghadapi Spanyol atau Belgia di semifinal. Saya harap itu Belgia," katanya.
Melawan Maroko, Prancis sempat kehilangan momentum ketika penalti Mbappe di babak pertama berhasil digagalkan kiper Yassine Bounou. Namun kegagalan itu justru memacu semangat Les Bleus.
Prancis tetap sabar mengendalikan permainan melalui Adrien Rabiot dan Manu Kone di lini tengah. Dominasi mereka akhirnya berbuah hasil saat Mbappe memecah kebuntuan pada menit ke-60. Enam menit kemudian, Dembele menggandakan keunggulan sekaligus memastikan tiket semifinal.
Baca juga : Takut Istri, Pejabat Bea Cukai Simpan Uang Di Apartemen
Keberhasilan Prancis tidak hanya bergantung pada Mbappe. Dembele, Desire Doue, Michael Olise, hingga duet bek William Saliba dan Dayot Upamecano tampil konsisten menjaga keseimbangan permainan.
Mantan bek timnas Prancis Frank Leboeuf bahkan menilai hanya satu hal yang bisa menggagalkan Les Bleus menjadi juara, yakni diri mereka sendiri.
"Sangat mengecewakan jika Prancis tidak juara Piala Dunia. Banyak orang sekarang mengatakan hampir mustahil mengalahkan Prancis karena mereka terlalu kuat," ujar eks pemain Chelsea dan Marseille itu kepada RMC Sport.
"Satu-satunya musuh timnas Prancis adalah diri mereka sendiri. Kalau mereka terus bermain seperti sejak awal turnamen, tidak ada tim yang bisa menyentuh mereka. Saya yakin tim ini bisa melaju sampai akhir," tambahnya.
Baca juga : Justin Adrian Untayana: Cabut Bansos Bagi Seluruh Keluarga Pelaku
Meski terus dipuji, Mbappe meminta rekan-rekannya tetap membumi. Menurutnya, perjalanan menuju gelar juara masih panjang.
"Jalan masih panjang. Kami tahu lawan berikutnya akan lebih berat. Kami siap menghadapi tantangan selanjutnya. Kami siap menghadapi siapa pun," ujar penyerang berusia 27 tahun itu kepada France 24.
Lolos ke semifinal kali ini menjadi pencapaian kedelapan Prancis sepanjang sejarah Piala Dunia. Perjalanan mereka dimulai pada edisi 1958 ketika finis di peringkat ketiga. Les Bleus kembali mencapai semifinal pada 1982 dan 1986, namun selalu dihentikan Jerman Barat.
Gelar juara pertama diraih saat menjadi tuan rumah Piala Dunia 1998 setelah mengalahkan Brazil 3-0 di final. Delapan tahun kemudian, Prancis kembali tampil di final, tetapi kalah adu penalti dari Italia. [FAQ]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.