RM.id Rakyat Merdeka - Prancis akan berhadapan dengan Spanyol di semifinal Piala Dunia 2026 di Stadion Dallas Arlington, Texas, Amerika Serikat (AS), Rabu (15/7/2026), pukul 02.00 WIB. Laga ini akan menjadi ajang perang bintang dari masing-masing tim.
Prancis tampil memukau sejak babak gugur. Les Bleus mengawali fase knockout dengan kemenangan meyakinkan 3-0 atas Swedia di babak 32 besar, menyingkirkan Paraguay 1-0 di babak 16 besar, dan kemudian memulangkan Maroko 2-0 pada perempat final.
Spanyol juga tampil dengan performa konsisten. Di fase 32 besar, La Roja menang meyakinkan 3-0 atas Austria, lalu mengalahkan Portugal 1-0 di babak 16 besar, dan memastikan tiket semifinal setelah mengalahkan Belgia dengan skor 2-1.
Laga nanti mempertemukan dua filosofi sepak bola yang berbeda. Prancis mengandalkan organisasi pertahanan solid, kekuatan fisik, serta transisi cepat mematikan dengan kualitas individu yang mampu menciptakan peluang meski tak mendominasi penguasaan bola.
Sedangkan Spanyol mengutamakan penguasaan bola, kombinasi umpan pendek, serta pressing tinggi untuk mengendalikan ritme pertandingan. Soliditas lini tengah mereka salah satu yang terbaik di Piala Dunia 2026.
Dari sisi tim, Prancis berada di urutan pertama ranking FIFA dengan 1948.97 poin. Sementara Spanyol nangkring di ranking ketiga FIFA dengan 1934.79 poin. Prancis juara dua kali di edisi 1998 dan 2018. Spanyol baru satu kali di edisi 2010.
Baca juga : Jaksa Agung & Kapolri Sejak Dulu Bersahabat
Sejak dilatih Didier Deschamps sejak 8 Juli 2012, Prancis terlahir jadi kekuatan besar sepak bola Eropa dan dunia seperti era Zinedine Zidane. Meraih gelar juara Piala Dunia 2018, juara UEFA Nations League 2020-2021, runner-up Piala Dunia 2022, dan runner-up Piala Eropa 2016.
Namun, Spanyol jadi tim yang cukup sulit dikalahkan Deschamps. Tercatat dari pertemuan Prancis melawan Spanyol di era Deschamps, Prancis hanya meraih 2 kemenangan, 1 imbang, dan 4 kekalahan. Spanyol dalam dua pertandingan terakhir selalu digdaya atas Prancis, menang 2-1 di semifinal Euro 2024 dan 5-4 di semifinal Nations League 2025.
Dari segi pemain, Prancis punya bintang yang lagi moncer. Penyerang tajam mereka, Kylian Mbappé, telah mengemas delapan gol dalam turnamen ini. Mbappe menjadi senjata utama Les Bleus dalam setiap transisi menyerang.
Deschamp diprediksi akan memakai formasi 4-2-3-1 dengan kiper Mike Maignan di bawah mistar gawang. Dengan lini belakang deretan bintang pertahanan Jules Koundé, Dayot Upamecano, William Saliba, dan Theo Hernandez.
Di lini tengah, Lucas Digne, Manu Koné, Adrien Rabiot, Michael Olise, Désiré Doué, Ousmane Dembélé, siap memberi umpan dan memotori transisi cepat ke kapten mereka, Mbappe.
Sementara Spanyol, punya generasi bintang muda yakni Lamine Yamal, didukung kreativitas Pedri serta stabilitas Fabián Ruiz. Pelatih Spanyol Luis de la Fuente diprediksi akan memakai formasi 4-2-3-1 dengan Unai Simon kembali menjaga mistar gawang. Pedro Porro, Pau Cubarsí, Aymeric Laporte, dan Marc Cucurella diyakini menjadi starter mengawal are belakang.
Baca juga : Kapolri-Jaksa Agung Mesra Di Senayan
Di tengah, pemain peraih Ballon D'or Rodri diprediksi kembali starter bersama Fabian Ruiz, dibanyu Lamine Yamal, Alex Baena, dan Dani Olmo, yang siap mendistribusikan bola ke penyerang utama mereka Mikel Oyarzabal.
Spanyol mendapat kabar cukup positif menjelang laga semifinal. Tak ada pemain La Roja yang dipastikan absen. Nico Williams, Victor Munoz, Yeremy Pino dinyatakan fit dan berpeluang menjadi pemain pengganti saat menghadapi Prancis.
Di sisi Prancis, Mbappe juga memastikan kondisinya baik-baik saja setelah sempat ditarik keluar karena masalah pergelangan kaki saat menghadapi Maroko di menit ke-77.
Lamine Yamal mengaku tak gentar dengan catatan gemilang Prancis yang mencapai semifinal Piala Dunia untuk ketiga kalinya secara beruntun. "Ada dua kemungkinan, apakah mereka akan mencapai final Piala Dunia ketiga beruntun, atau kami mengalahkan mereka tiga kali beruntun. Kami sama sekali tidak takut," ungkap Yamal, seperti dikutip di laman resmi FIFA.
Sementara, juru taktik Spanyol Luis de la Fuente, melabeli laga kontra Prancis sebagai partai final sebelum final. Reputasi, kualitas skuad, serta rekam jejak kedua tim raksasa Eropa layak disetarakan dengan atmosfer partai puncak.
"Itu tak berlebihan jika menggambarkan pertandingan ini sebagai final sebelum final. Kami menyadari potensi luar biasa yang mereka miliki, tetapi kami adalah satu-satunya tim yang pernah mengalahkan mereka di dua semifinal," kata De la Fuente dikutip AFP.
Baca juga : Koperasi Merah Putih Ciptakan Putaran Uang 223 Triliun/Tahun
Di sisi Prancis, bek Ibrahima Konate mengaku Spanyol tampil sangat impresif. Spanyol adalah tim yang istimewa, dengan banyak individu berkualitas.
"Jadi kami tidak akan fokus hanya ke satu pemain meski Lamine (Yamal) adalah pemain hebat. Kami tidak boleh takut kepada siapa pun. Sekarang kami akan mempersiapkan diri sebaik mungkin dan berharap hasil akhirnya akan menguntungkan kami," ujar Konate.
Prancis ingin meraih juara Piala Dunia untuk kali ketiga. Spanyol juga ingin menambah lemari trofinya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.