BREAKING NEWS
 

FIFA Didesak Lingdungi Pemain, Panas Ekstrem Bayangi Perebutan Tiket Final PD

Reporter : DANU ARIFIANTO
Editor : ROMDONY SETIAWAN
Rabu, 15 Juli 2026 06:15 WIB
Cuaca Panas di Piala Dunia 2026. (Foto: Reuters/Benoit Tessier)

RM.id  Rakyat Merdeka - Perebutan tiket menuju final Piala Dunia 2026 tak hanya menghadapkan para pemain pada tekanan untuk mengalahkan lawan di lapangan.

Menjelang babak semifinal, cuaca panas ekstrem di sejumlah kota tuan rumah Amerika Serikat menjadi perhatian serius setelah Serikat Pesepak Bola Profesional Dunia (FIFPRO) kembali mendesak FIFA mengevaluasi protokol perlindungan pemain dari risiko suhu tinggi. 

Perdebatan itu muncul setelah analisis Reuters terhadap 94 pertandingan yang telah dimainkan hingga babak perempat final menunjukkan belum ada satu pun laga yang mencapai ambang batas panas ekstrem versi FIFA. Namun, analisis yang sama mengungkap 35 pertandingan telah melampaui ambang batas yang direkomendasikan FIFPRO untuk menerapkan langkah pencegahan lebih dini. 

Baca juga : Irak Sita 375 Kg Emas Kasus Mantan Wamen Perminyakan

Temuan tersebut memunculkan pertanyaan mengenai efektivitas standar yang digunakan FIFA dalam melindungi pemain, terutama ketika turnamen berlangsung pada musim panas di Amerika Utara dengan suhu udara dan kelembapan yang tinggi. 

FIFA tidak menggunakan suhu udara semata sebagai acuan. Federasi sepak bola dunia itu mengandalkan Wet Bulb Globe Temperature (WBGT), yakni indeks yang menggabungkan suhu, kelembapan, radiasi matahari, dan kecepatan angin untuk mengukur tingkat tekanan panas yang dirasakan tubuh manusia. 

Adsense

Berdasarkan protokol FIFA, pertandingan baru dipertimbangkan untuk ditunda atau dihentikan apabila WBGT mencapai 32 derajat Celcius, sedangkan cooling break dapat diterapkan ketika kondisi mengharuskannya. 

Baca juga : Sarwendah, Ruben Onsu Protes Biaya Urus Anak

Di sisi lain, FIFPRO menilai ambang tersebut terlalu tinggi. Organisasi yang mewakili pesepak bola profesional di seluruh dunia itu merekomendasikan tindakan mitigasi dilakukan lebih cepat, termasuk penerapan cooling break, penyesuaian waktu kick-off , bahkan penjadwalan ulang pertandingan apabila kondisi dinilai membahayakan kesehatan pemain. 

Direktur Medis FIFPRO, Dr. Vincent Gouttebarge, menegaskan keselamatan pemain harus menjadi prioritas utama dalam penyelenggaraan kompetisi. 

“Kami ingin melindungi kesehatan para pemain. Jika risikonya meningkat, tindakan pencegahan harus dilakukan lebih awal, bukan menunggu kondisi menjadi ekstrem,” kata Gouttebarge, seperti dikutip dari Reuters, kemarin. 

Baca juga : MBG On Lagi, Kualitasnya Harus Dijaga

Menurutnya, perubahan iklim membuat pertandingan sepak bola semakin sering dimainkan dalam suhu tinggi. Kondisi tersebut meningkatkan risiko heat stress, yakni gangguan pada tubuh akibat paparan panas berlebih yang dapat memicu dehidrasi, kram otot, penurunan konsentrasi, kelelahan, bahkan kolaps apabila tidak ditangani dengan baik. 

Sejumlah ilmuwan juga mengingatkan bahwa ancaman panas ekstrem bukan hanya persoalan pemain. Penonton, ofisial pertandingan, relawan, hingga tenaga keamanan turut menghadapi risiko yang sama ketika pertandingan digelar pada siang atau sore hari di kota-kota dengan tingkat kelembapan tinggi. 

Penelitian yang dipublikasikan sebelum turnamen bahkan memperkirakan sekitar seperempat pertandingan Piala Dunia 2026 berpotensi dimainkan dalam kondisi yang melampaui batas aman yang direkomendasikan FIFPRO. [DNU]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense