RM.id Rakyat Merdeka - Ceferin menilai FIFA seharusnya lebih dulu mengevaluasi efektivitas format baru yang sudah gemuk. Dia juga bingung darimana datangnya penambahan peserta Piala Dunia.
Presiden UEFA (Uni Sepakbola Eropa) Aleksander Ceferin secara tegas menolak wacana penambahan peserta Piala Dunia 2030 menjadi 64 tim. Menurutnya, rencana tersebut terlalu dini mengingat format 48 peserta baru pertama kali diterapkan pada Piala Dunia 2026.
Ceferin menilai FIFA seharusnya lebih dulu mengevaluasi efektivitas format baru sebelum kembali memperluas jumlah peserta turnamen terbesar di dunia itu.
“Ini mungkin lebih mengejutkan bagi saya daripada bagi Anda. Saya pikir ini adalah ide yang buruk,” kata Ceferin, seperti dikutip Fox Sports.
Baca juga : FIFA Didesak Lingdungi Pemain, Panas Ekstrem Bayangi Perebutan Tiket Final PD
Eks pengacara asal Slovenia itu juga mengkhawatirkan dampak perluasan peserta terhadap kualitas kompetisi, terutama pada fase kualifikasi yang selama ini menjadi salah satu daya tarik Piala Dunia.
Selain itu, Ceferin mempertanyakan proses munculnya usulan tersebut karena menurutnya pembahasan tidak pernah dilakukan secara terbuka dengan para pemangku kepentingan.
“Saya tidak tahu dari mana usulan itu berasal. Aneh rasanya kami tidak mengetahui apa pun sebelum usulan itu diajukan di Dewan FIFA,” dampratnya.
Di sisi lain, Presiden FIFA Gianni Infantino memastikan wacana Piala Dunia 64 tim memang akan menjadi salah satu agenda pembahasan setelah Piala Dunia 2026 selesai digelar.
Baca juga : Irak Sita 375 Kg Emas Kasus Mantan Wamen Perminyakan
“Turnamen dengan 64 tim jelas akan menjadi salah satu isu yang dibahas di komite-komite terkait setelah Piala Dunia ini berakhir,” kata Infantino kepada media Swiss, Bluewin.
Infantino mengklaim FIFA ingin membuka kesempatan lebih besar bagi negara-negara berkembang untuk tampil di panggung sepakbola dunia.
“Setiap negara di dunia harus memiliki mimpi untuk tampil di panggung tertinggi. Kualitas timtim saat ini juga terus meningkat di berbagai belahan dunia,” bebernya.
Menurut Infantino, Piala Dunia tidak boleh hanya menjadi ajang yang didominasi negara-negara kuat dari Eropa dan Amerika Selatan.
Baca juga : Sarwendah, Ruben Onsu Protes Biaya Urus Anak
“Jika negara-negara yang lebih kecil tidak pernah mendapat kesempatan tampil di Piala Dunia, mereka akan kehilangan motivasi untuk berinvestasi dan berkembang. Bagi kami, penerapan format 48 tim pada edisi 2026 merupakan keberhasilan 100 persen,” klaimnya.
Wacana penambahan menjadi 64 peserta pertama kali mengemuka pada 2025 setelah adanya usulan dari Konfederasi Sepakbola Amerika Selatan (Conmebol). Gagasan tersebut muncul sebagai bagian dari perayaan 100 tahun Piala Dunia yang akan berlangsung pada 2030.
Piala Dunia 2030 sendiri akan menjadi edisi paling unik dalam sejarah. Turnamen akan digelar di enam negara yang tersebar di tiga benua.
Spanyol, Portugal, dan Maroko menjadi tuan rumah utama, sedangkan Uruguay, Argentina, dan Paraguay akan menggelar masing-masing satu pertandingan pembuka sebagai penghormatan terhadap penyelenggaraan Piala Dunia pertama pada 1930 di Uruguay. [GO]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.