RM.id Rakyat Merdeka - Parlemen Korsel menyiapkan audit atas kegagalan timnas di Piala Dunia 2026. Dua mantan petinggi sepakbola Korsel kompak meminta maaf.
Mantan Presiden Asosiasi Sepakbola Korea (KFA) Chung Mong-gyu dan mantan pelatih Timnas Korea Selatan Hong Myung-bo diganyang Komite Olahraga Majelis Nasional Korea Selatan. Keduanya dimintai keterangan terkait dugaan buruknya tata kelola KFA hingga kegagalan Taeguk Warriors di Piala Dunia 2026.
Sidang dipimpin Ketua Komite Lee Jae-jung dari Partai Demokrat (DP). Parlemen juga menyoroti proses penunjukan Hong sebagai pelatih yang dinilai tidak transparan.
Baca juga : MotoGP Mandalika Bidik Rekor Baru Efek Ekonomi
“Sepakbola telah lama menjadi kebanggaan masyarakat Korea. Karena itu kami ingin mengusut berbagai persoalan di KFA dan mencari jalan agar organisasi ini dapat dikelola lebih baik,” kata Lee Jae-jung seperti dikutip Yonhap.
Korsel gagal lolos ke babak 32 besar setelah hanya meraih satu kemenangan dan dua kekalahan di Grup A. Chung, yang mengundurkan diri awal Juli setelah memimpin KFA selama 13 tahun, menyampaikan permintaan maaf.
“Saya meminta maaf atas berbagai kontroversi, termasuk hasil yang tidak memuaskan di Piala Dunia,” ujarnya.
Baca juga : Situasi Global Suram, Presiden Bilang Tak Usah Takut
Hong yang mundur usai kegagalan di Piala Dunia juga mengakui tanggung jawabnya. “Saya tidak akan menghindar dari tanggung jawab,” katanya.
Dalam sidang, anggota parlemen Bae Hyun-jin mempertanyakan proses penunjukan Hong yang disebut tidak melalui mekanisme wawancara resmi. Hong membantah mendapat perlakuan istimewa.
“Saya mengira seluruh prosedur sudah dijalankan. Saya tidak pernah meminta perlakuan khusus,” tegasnya.
Baca juga : Blusukan ke NTT, Jokowi Disambut Ribuan Warga
Parlemen juga mengungkit hasil audit Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata pada 2024 yang menemukan dugaan pelanggaran prosedur dalam pengangkatan Hong sebagai pelatih.
Di tengah polemik tersebut, Menteri Olahraga Chae Hwiyoung mengungkapkan pemerintah tengah menyiapkan audit khusus lanjutan terhadap KFA untuk menelusuri berbagai persoalan yang mencuat. [GO]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.