Dark/Light Mode

Situasi Global Suram, Presiden Bilang Tak Usah Takut

Sabtu, 1 Agustus 2026 08:27 WIB
Presiden Prabowo Subianto saat bertemu jajaran pengurus Kadin Indonesia, di Istana Negara, Jakarta, Jumat (31/7/2026). (Foto: Bakom RI)
Presiden Prabowo Subianto saat bertemu jajaran pengurus Kadin Indonesia, di Istana Negara, Jakarta, Jumat (31/7/2026). (Foto: Bakom RI)

RM.id  Rakyat Merdeka - Presiden Prabowo Subianto meminta masyarakat tidak takut dan panik menghadapi tantangan global yang sedang tidak menentu. Dengan kolaborasi semua pihak, Prabowo yakin Indonesia akan sukses melalui situasi global yang suram ini. 

Hal ini disampaikan Prabowo saat bertemu jajaran pengurus Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia di Istana Negara, Jakarta, Jumat (31/7/2026). Pengurus Kadin datang dengan personel lengkap. Bukan hanya Pengurus Pusat, 38 Pengurus Provinsi dan 30 Asosiasi juga hadir.

Dalam pertemuan tersebut, Prabowo didampingi sejumlah menteri yang terkait langsung dengan sektor ekonomi. Di antaranya Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Perdagangan Budi Santoso, Menteri Pertanian Amran Sulaiman, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, serta Menteri Koperasi Fery Juliantono.

Prabowo mengatakan, meningkatnya ketegangan geopolitik dunia tidak boleh membuat Indonesia diliputi rasa takut. Sebaliknya, kondisi tersebut harus menjadi pengingat agar seluruh bangsa bertindak dengan arif dan menjaga persatuan.

"Situasi global sangat rawan, tetapi tidak ada gunanya kita panik. Tidak ada gunanya kita ketakutan. Ini harus membuat kita harus lebih sadar, bertindak berkata, bertutur kata, harus dengan kearifan, harus dengan kebaikan," ucapnya.

Kepala Negara menilai, posisi Indonesia sebagai negara besar sekaligus kaya sumber daya alam membuat sering menjadi sasaran kepentingan berbagai pihak. Bukan hanya sekarang, tapi sejak ratusan tahun lalu. Prabowo mencontohnya, sejak abad ke-16, Nusantara telah menjadi tujuan bangsa-bangsa dunia karena memiliki komoditas yang sangat bernilai, terutama rempah-rempah dan kayu berkualitas. Pada masa itu, rempah-rempah menjadi kebutuhan strategis.

Baca juga : Blusukan ke NTT, Jokowi Disambut Ribuan Warga

Ia menjelaskan, kekayaan alam yang dimiliki Indonesia merupakan anugerah sekaligus tantangan. Negara yang memiliki sumber daya melimpah sering menjadi sasaran perebutan kepentingan.

"Orang yang diberi atau negara ataupun kawasan di bumi yang diberi sumber alam yang begitu kaya, sering menjadi sasaran. Kenapa ribut di Timur Tengah, Timur Tengah banyak gas, banyak minyak, dan banyak mineral-mineral lain. Berkecamuklah perang sudah ratusan tahun di situ," ucap Prabowo.

Prabowo menekankan, Indonesia harus terus menjaga persatuan, memperkuat kewaspadaan serta menjalankan kebijakan secara bijaksana agar mampu melindungi kepentingan nasional di tengah dinamika global yang penuh ketidakpastian.

Prabowo lalu mengajak Kadin memperkuat sinergi dengan Pemerintah. Menurutnya, keberhasilan sebuah bangsa sangat ditentukan oleh kemampuan seluruh elemen untuk bergotong royong.

Kepala Negara melihat, dunia usaha telah menunjukkan komitmen untuk bergandengan tangan dengan Pemerintah dalam menghadapi berbagai tantangan ekonomi.

"Saya sangat berterima kasih, saya sangat gembira, dari awal pemerintahan yang saya pimpin, Saudara-saudara menunjukkan niat ingin bekerja sama dan ingin berjuang bersama untuk kebaikan seluruh bangsa dan negara," ucapnya.

Baca juga : Dari Suap, Judol Sampai Selingkuh, 121 Hakim Dihukum Etik

Ia mengatakan, membangun Indonesia bukan hanya menjadi tanggung jawab Pemerintah. Butuh partisipasi seluruh komponen bangsa. Pembangunan tidak hanya menyangkut persoalan ekonomi, tetapi juga politik, sosial, budaya, hingga kehidupan beragama.

Prabowo menegaskan, sejarah telah membuktikan bahwa negara-negara yang berhasil adalah yang para elitenya mampu membangun kolaborasi. Sedangkan, perpecahan menjadi penyebab kegagalan banyak bangsa.

"Semua bangsa yang berhasil, elitenya bisa kerja sama. Semua negara yang gagal, elitenya ribut," terang Prabowo.

Menurut Prabowo, yang dimaksud elite bukan hanya kalangan politik, tetapi juga pelaku ekonomi, intelektual, tokoh agama, budayawan, seniman, pelaku usaha, hingga para pekerja. Seluruh elemen tersebut memiliki tanggung jawab yang sama dalam menjaga arah pembangunan nasional.

Sebagai bukti pentingnya kolaborasi, Prabowo menyinggung capaian Pemerintah di sektor pangan. Ia menyebut, keberhasilan meningkatkan produksi dan memperkuat ketahanan pangan dalam waktu relatif singkat menjadi contoh keberhasilan kerja sama antara Pemerintah, dunia usaha, petani, dan seluruh pemangku kepentingan.

Selanjutnya, Prabowo berbicara mengenai politik luar negeri. Ia menegaskan, konsistensi menjalankan politik luar negeri bebas aktif dan nonblok membuat posisi Indonesia diakui dan dipercaya negara-negara di dunia.

Baca juga : AS Gempur Iran Lagi, Harga Minyak Dunia Langsung Mendidih

"Kita bersyukur bahwa negara kita memiliki suatu warisan dari pendiri-pendiri bangsa kita. Warisan itu adalah politik luar negeri yang nonblok, non-aligned, yaitu kita tidak ingin bergabung dengan blok atau pakta militer apa pun," terangnya.

Sikap netral itu, kata Prabowo, membuat negara-negara dunia memandang Indonesia sebagai pihak yang tidak memiliki kepentingan untuk mencampuri urusan dalam negeri negara lain. Sebagai gambaran, ia menceritakan pengalamannya saat melakukan kunjungan ke Seoul, Korea Selatan.

Prabowo mengatakan, dalam pertemuan tersebut, Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung sempat meminta kesediaannya untuk berkunjung ke Korea Utara sebagai upaya membuka ruang dialog. "Saya bilang, 'Saya dengan hormat, dengan rela, kalau Yang Mulia minta saya untuk ke Korea Utara, saya akan berangkat’," ungkapnya.

Prabowo menilai, permintaan itu mencerminkan kepercayaan internasional terhadap posisi Indonesia yang selama ini konsisten tidak berpihak dalam konflik maupun persaingan geopolitik. "Indonesia dianggap tidak punya kepentingan untuk mencampuri urusan dalam negeri negara mana pun. Itu yang kita pegang teguh," katanya.

Kepercayaan dunia terhadap Indonesia itu, lanjut Prabowo, sejalan dengan arah politik luar negeri yang ia kedepankan sejak awal masa pemerintahannya, yakni membangun hubungan baik dengan seluruh negara, khususnya negara-negara tetangga. "Saya juga sudah kumandangkan dari awal saya dilantik, bahwa politik luar negeri Indonesia sekarang adalah ingin menjadi tetangga yang baik," ucapnya.

Ia menambahkan, Pemerintah akan terus mengedepankan pendekatan dialog dan rekonsiliasi dalam membangun hubungan bilateral. "Saya berusaha ingin memperbaiki semua hubungan dengan semua tetangga kita. Saya berusaha untuk rekonsiliasi. Saya berusaha untuk memberi pendekatan," pungkas Prabowo. UMM/MEN

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.