BREAKING NEWS
 

Frustrasi Di MotoGP, Toprak Butuh Podium

Reporter : DANU ARIFIANTO
Editor : RIFFMY
Selasa, 29 September 2026 06:15 WIB
Toprak Razgatlioglu. (Foto: Instagram/toprakrazgatlioglu7)

RM.id  Rakyat Merdeka - Performa Toprak Razgatlioglu bersama Yamaha di MotoGP belum sesuai harapan. Datang dengan status juara dunia Superbike tiga kali, pembalap Turki itu justru kesulitan menembus barisan depan.

Kondisi tersebut membuat Toprak frustrasi hingga kembali teringat masa ketika dirinya sempat berpikir untuk berhenti balapan.

Sejak naik ke kelas premier, Toprak harus menjalani periode yang tidak mudah. Ia sempat finis di posisi ke-15, 18, dan 12. Hasil terbaiknya sejauh ini baru peringkat ke-11.

Rentetan hasil tersebut mengingatkan Toprak pada pengalaman pada 2018. Ketika itu, ia menjalani musim pertamanya di World Superbike bersama Kawasaki. Hasil yang diraih juga belum sesuai harapan.

“Itu adalah musim yang sangat berat. Saya selalu finis di posisi ke-9, 10, atau 12,” ujar Toprak seperti dikutip dari Crash, kemarin.

Baca juga : Menlu Sugiono Suarakan Palestina Merdeka

Hasil tersebut perlahan menggerus kepercayaan dirinya. Toprak mulai merasa kemampuannya mungkin sudah mencapai batas. Bahkan, ia sempat mempertimbangkan untuk meninggalkan dunia balap.

“Kala itu, posisi ke-12 sebenarnya tidak terlalu buruk, tetapi saya mulai berpikir, ‘Saya tidak punya potensi lebih, batas kemampuan saya cuma sampai di sini.’ Pada akhirnya, saya bahkan sempat terpikir untuk berhenti balapan,” katanya.

Namun, sebuah podium mengubah semuanya. Hasil tersebut menjadi titik balik yang membuat Toprak kembali percaya terhadap kemampuannya.

Adsense

“Namun, ketika berhasil meraih podium, segalanya berubah dan saya mulai kembali percaya,” ucapnya.

Pengalaman 2018 kembali terlintas karena situasi yang dihadapi Toprak di MotoGP juga tidak mudah. Bedanya, kali ini ia menghadapi tekanan yang jauh lebih besar.

Baca juga : Ini Strategi Suahasil Capai Ekonomi 6 Persen

Toprak datang ke MotoGP bukan sebagai pembalap tanpa pengalaman. Ia membawa tiga gelar juara dunia Superbike serta reputasi sebagai salah satu pembalap terbaik di ajang tersebut. Musim terakhirnya sebelum pindah ke MotoGP pun berlangsung luar biasa.

Karena itu, hasil yang diraih bersama Yamaha terasa semakin kontras dengan pencapaiannya sebelumnya. “Sekarang rasanya jauh lebih berat, karena saya sudah mengoleksi tiga gelar juara dunia, dan tahun lalu baru saja melewati musim yang luar biasa,” ujar Toprak.

Ekspektasi tinggi tersebut belum berbanding lurus dengan hasil di lintasan. Toprak masih kesulitan membawa Yamaha bersaing di barisan depan. Bagi pembalap yang terbiasa memperebutkan kemenangan, situasi itu tentu menjadi pengalaman yang berbeda.

“Hasil terbaik saya hanyalah posisi ke-11. Ini terasa jauh lebih sulit bagi saya, karena saya datang sebagai pembalap yang sudah terbiasa menang,” tuturnya.

Kini, Toprak kembali berada dalam fase sulit. Perbedaannya, tantangan kali ini datang di panggung MotoGP bersama Yamaha, setelah dirinya lebih dulu membangun reputasi sebagai juara dunia di Superbike.

Baca juga : Ternyata, Jokowi Sudah Setahun Masuk PSI

Hasil yang belum konsisten membuat Toprak harus berjuang keras untuk menemukan kembali performa terbaiknya. Pengalaman pada 2018 menunjukkan bahwa masa sulit pernah berhasil dilewati.

Namun, di MotoGP, Toprak menghadapi tuntutan yang lebih besar untuk membuktikan kemampuannya di tengah persaingan kelas premier. [DNU]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense