RM.id Rakyat Merdeka - Williams pasrah terpuruk di papan bawah klasemen Formula 1 musim 2026. Setelah kesulitan bersaing sepanjang musim, tim yang bermarkas di Grove, Oxfordshire, Inggris itu memutuskan menghentikan pengembangan mobil FW48. Williams kini fokus membangun mobil baru agar bisa bersaing di musim 2027.
Kepala Tim Williams, James Vowles mengemukakan, timnya sengaja mengorbankan sebagian potensi pengembangan aerodinamika FW48 demi mengalokasikan anggaran dan sumber daya untuk membangun mobil yang lebih kompetitif musim depan.
Keputusan ini diambil setelah Williams terpuruk di posisi kesembilan klasemen konstruktor dengan koleksi 12 poin. Hasil itu berbanding terbalik dengan pencapaian musim 2025, ketika tim asal Inggris tersebut mampu finis di posisi kelima.
Kemunduran Williams sudah terlihat sejak awal musim 2026. Persiapan mereka terganggu berbagai persoalan pada FW48, termasuk masalah bobot mobil yang membuat tim melewatkan tes musim dingin pertama.
Vowles bahkan menyebut periode tersebut sebagai sebuah bencana bagi timnya.
Baca juga : Grebek Kampung Ambon & Boncos, Kapolri Tancap Gas Berantas Narkoba
Mengutip laporan Motorsport Week, kemarin, Vowles menyatakan dirinya bertanggung jawab atas kesalahan dalam persiapan menghadapi musim ini. Ia berjanji Williams tidak akan mengulangi persoalan serupa menjelang musim 2027.
“Saya yakin kami tidak akan mengalami bencana di musim dingin kali ini,” kata Vowles kepada media di Malaysia.
Williams sebenarnya telah berupaya memperbaiki performa FW48 dengan membawa paket pembaruan besar ke Grand Prix Azerbaijan. Namun, peningkatan tersebut belum mampu mendongkrak daya saing mobil secara signifikan.
Di tengah situasi itu, Vowles memilih mengubah prioritas pengembangan. Williams tidak lagi mengejar peningkatan aerodinamika secara maksimal untuk musim ini, melainkan mengalihkan sebagian anggaran dalam batas cost cap untuk mempersiapkan mobil 2027.
“Hal itu membuat kami harus mengorbankan sejumlah performa musim ini. Masih ada cukup banyak potensi performa yang kami tinggalkan,” ujarnya.
Baca juga : September 2026, APBN Defisit Rp 319 T, Menkeu Bilang On Track
Meski demikian, Williams tidak sepenuhnya menghentikan pengembangan FW48. Tim tetap menyiapkan sejumlah pembaruan kecil hingga akhir musim, sembari berusaha memahami karakter mobil dan mengumpulkan poin sebanyak mungkin.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya Williams membenahi fondasi tim setelah mengalami kemunduran pada 2026.
Setelah mampu finis kelima pada musim lalu, Williams kini menghadapi pekerjaan besar untuk kembali bersaing di papan tengah.
Bagi Vowles, persiapan menuju musim 2027 menjadi kesempatan untuk memperbaiki kesalahan sekaligus memastikan tim datang dengan kondisi lebih siap. Dengan sebagian sumber daya dialihkan ke proyek tahun depan, Williams berharap keputusan tersebut dapat memberikan hasil yang lebih baik ketika mobil baru mereka turun ke lintasan.
Di tengah fokus jangka panjang tersebut, Williams tetap berupaya memperbaiki hasil pada Grand Prix Singapura yang digelar Minggu (11/10/2026), atau hari ini.
Baca juga : Sejak 2 Tahun Lalu, Golkar Dukung Prabowo Capres 2029
Vowles menilai karakteristik Sirkuit Marina Bay berpotensi lebih sesuai dengan paket pembaruan FW48 yang diperkenalkan dalam dua seri sebelumnya.
Menurut Vowles, karakteristik sirkuit di Malaysia belum sepenuhnya mendukung keunggulan yang diharapkan dari pembaruan tersebut. Ia berharap Williams dapat memperoleh hasil lebih baik di Singapura. [DNU]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.