Sebelumnya
Dari Bandung, persaingan final juga berlangsung ketat. SDN 075 Jatayu berhasil menjadi juara KU 10 setelah mengalahkan SDN 065 Cihampelas dengan skor 2-1.
Dua gol kemenangan SDN 075 Jatayu dicetak Felisha Mikhayla Hernawan pada menit ke-18, sementara satu gol SDN 065 Cihampelas dibukukan Nefi Putri Seftian.
Pada kategori KU 12, gelar juara menjadi milik SDN 021 Ciporeat setelah menaklukkan SD Pelita.
Dua gol kemenangan dicetak Kayla Anisa Salsabila pada menit ke-12 dan Shafira Ramadhani dua menit kemudian. SD Pelita hanya mampu membalas satu gol melalui Annisa Febriany pada menit ke-18.
Antusiasme dan Kualitas Peserta Terus Meningkat
MilkLife Soccer Challenge Surabaya Seri 1 2026-2027 diikuti 1.598 atlet dari 88 SD dan Madrasah Ibtidaiyah (MI).
Sebanyak 23 sekolah di antaranya merupakan peserta baru. Dari total peserta tersebut, 50 tim berkompetisi di KU 10 dan 94 tim bertanding di KU 12.
Baca juga : SDN Pondok Kacang Timur 04 Berjaya di KU 12, SDN Cakung Barat 05 Kampiun KU 10
Kompetisi berlangsung selama enam hari, mulai Selasa (27/10/2026), di Lapangan Brawijaya dan Lapangan Bogowonto, Surabaya.
Sementara itu, MLSC Bandung Seri 1 2026-2027 diikuti 1.517 atlet dari 78 SD dan MI, termasuk 12 sekolah debutan.
Sebanyak 43 tim berkompetisi di KU 10 dan 99 tim meramaikan persaingan KU 12. Pertandingan berlangsung sejak Selasa (27/10/2026) di Stadion Sidolig dan Lapangan Seskoad, Bandung.
Program Manager MilkLife Soccer Challenge, Satia Chandra Wiguna, mengatakan tingginya antusiasme peserta di Surabaya dan Bandung menjadi angin segar bagi perkembangan sepak bola putri Indonesia.
Dari sisi kualitas, para pemain juga dinilai semakin menunjukkan kematangan dalam kemampuan teknik. Menurutnya, perkembangan tersebut menjadi indikator positif bagi pembinaan sepak bola putri sejak usia dini.
"Di MLSC Surabaya dan Bandung alhamdulillah antusiasme sangat tinggi. Kualitasnya juga terlihat menonjol, bahkan di Bandung juara di KU 10 dan KU 12 adalah sekolah baru. Ini jadi tugas bagi para tim talent scouting untuk MLSC All-Stars. Semoga kami kembali bisa menjaring bibit-bibit unggul untuk dibawa ke kancah tim nasional nantinya," ujarnya.
Baca juga : Festival SenengSoccer: Asah Bakat-Tumbuhkan Kecintaan Terhadap Sepak Bola Putri
Optimisme serupa disampaikan Head Coach MilkLife Soccer Challenge Extra Training Surabaya, Sai Dong.
Ia melihat sejumlah pemain muda Surabaya menunjukkan potensi dan kualitas yang semakin menonjol pada seri kali ini.
Menurutnya, hal tersebut menjadi bukti bahwa pembinaan sepak bola putri usia dini semakin berkembang hingga tingkat akar rumput.
"Saya bersyukur sekali ada enam peserta dari Surabaya jebolan MLSC yang terpilih berlaga di Singa Cup 2026. Saya juga melihat potensi-potensi pemain muda lebih menonjol di seri tahun ini. Itu bukti bahwa Surabaya punya potensi besar untuk atlet sepak bola putri dan mereka akan masuk training untuk dipersiapkan lebih baik lagi. Itu yang harus kami syukuri bahwa ini menjadi satu hal yang positif sekali untuk pengembangan kemajuan sepak bola putri Indonesia ke depannya," ungkap Sai Dong.
Perluas Pembinaan Sepak Bola Putri Usia Dini
Hadir di 15 kota penyelenggaraan, MilkLife Soccer Challenge Seri 1 2026–2027 tetap menerapkan format tujuh lawan tujuh tanpa aturan offside.
Durasi pertandingan ditetapkan 2 x 10 menit untuk babak penyisihan hingga perempat final, serta 2 x 15 menit untuk semifinal dan final. Perubahan regulasi diterapkan pada KU 10.
Baca juga : MLSC Bekasi Seri 1: SDN Cipayung 02 Pertahankan Gelar, SDN Pulogebang 07 Juara
Jika sebelumnya menggunakan ukuran lapangan 40 x 24 meter, kini dimensinya disamakan dengan KU 12, yakni 42 x 26 meter.
Adapun batas usia peserta KU 10 ditetapkan untuk kelahiran 1 Juli 2016 hingga 30 Juni 2018. Sementara KU 12 dapat diikuti peserta kelahiran 1 Juli 2014 hingga 30 Juni 2016.
Selain kompetisi tujuh lawan tujuh untuk KU 10 dan KU 12, MilkLife Soccer Challenge Seri 1 2026–2027 juga menghadirkan Festival SenengSoccer untuk KU 8.
Di Surabaya, kegiatan tersebut diikuti 86 siswi dari 20 SD dan MI. Sementara di Bandung, sebanyak 59 peserta dari 13 SD dan MI turut ambil bagian.
Festival SenengSoccer menjadi ajang pengenalan sepak bola putri bagi anak usia 6-8 tahun dengan mengedepankan keceriaan tanpa pertandingan kompetitif.
Para peserta diajak mengikuti berbagai kegiatan interaktif yang dikemas dalam latihan teknik dasar sepak bola, seperti lari zig-zag dan rintangan, lempar bola ke target, menggiring bola, melompat, serta menendang bola ke gawang.
Selanjutnya
Daftar Pemenang MilkLife Soccer Challenge Surabaya Seri 1 2026–2027
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.