Dark/Light Mode

MilkLife Festival Keluarga Sehat 2026, Komitmen Jaga Generasi Emas dari Stunting

Sabtu, 29 Agustus 2026 20:14 WIB
Foto: MilkLife.
Foto: MilkLife.

RM.id  Rakyat Merdeka - Upaya mencegah stunting dan memperkuat kesadaran keluarga terhadap pentingnya kesehatan kembali digelorakan melalui MilkLife Festival Keluarga Sehat 2026.

Memasuki tahun ketiganya, festival ini menghadirkan perpaduan edukasi, layanan kesehatan, serta berbagai aktivitas dan hiburan keluarga di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah.

Digagas Bakti Sosial Djarum Foundation dan MilkLife bersama Pemerintah Kabupaten Kudus, MilkLife Festival Keluarga Sehat 2026 berlangsung pada 29–30 Agustus 2026 di Alun-Alun Simpang Tujuh Kudus.

Mengusung semangat “Jaga Generasi Emas, Merdeka Lawan Stunting”, festival tersebut menjadi bagian dari upaya berkelanjutan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya kesehatan, pemenuhan gizi, kebersihan lingkungan, serta pemantauan tumbuh kembang anak.

Bupati Kudus Sam’ani Intakoris mengapresiasi komitmen Bakti Sosial Djarum Foundation dan MilkLife yang terus menghadirkan berbagai inisiatif untuk mendukung peningkatan kesehatan masyarakat dan pencegahan stunting di Kabupaten Kudus.

Terlebih, angka stunting di Kudus disebut mengalami penurunan dalam dua tahun terakhir.

“Kami ucapkan terima kasih kepada Bakti Sosial Djarum Foundation yang terus mengawal program-program keluarga sehat dengan penurunan stunting sangat signifikan, yang sebelumnya 4,08 persen menjadi 3,04 persen. Artinya, dengan adanya program ini sejak tahun 2024, dampaknya sangat positif terhadap penurunan angka stunting di Kudus,” kata Sam’ani.

Ia menambahkan, kolaborasi berbagai pihak menjadi bagian penting dalam mendukung upaya pemerintah mewujudkan Generasi Emas 2045.

Sam’ani menargetkan Kabupaten Kudus terbebas dari stunting pada 2030. Untuk mencapai target tersebut, menurutnya, masyarakat perlu diberikan pemahaman sejak dini guna menumbuhkan kesadaran mengenai kesehatan dan lingkungan sehingga dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

“MilkLife Keluarga Sehat terbukti luar biasa dampaknya. Semoga dengan adanya edukasi dan pelayanan seperti ini masyarakat bisa semakin sadar arti kesehatan keluarga. Kami harapkan seluruh pihak bisa meneruskan informasi ini sampai ke tingkat desa maupun RT. Mari kita sukseskan generasi emas, cegah stunting dan semoga di tahun 2030 Kabupaten Kudus zero stunting,” tambahnya.

Baca juga : Jateng Raih Gelar Juara Umum Di MilkLife Archery Challenge Kejurnas Junior 2026

Selama dua hari penyelenggaraan, masyarakat memperoleh berbagai layanan kesehatan inklusif.

Layanan tersebut mencakup pemeriksaan kehamilan melalui ultrasonografi (USG) bagi ibu hamil, pemantauan tumbuh kembang balita, skrining anemia bagi remaja dan calon pengantin, serta pemeriksaan triple elimination untuk HIV, sifilis, dan hepatitis B.

Selain itu, tersedia layanan dokter umum untuk konsultasi serta pemeriksaan kesehatan jiwa bersama psikolog klinis.

Program Director Bakti Sosial Djarum Foundation Achmad Budiharto mengatakan, keberlanjutan MilkLife Festival Keluarga Sehat di Kudus menjadi bagian penting dari upaya membangun kesadaran kesehatan masyarakat secara konsisten.

Menurutnya, penurunan angka stunting di Kudus sejak Festival Keluarga Sehat mulai digelar pada 2024 menjadi pelecut semangat untuk menghadirkan lebih banyak kontribusi.

Ia menilai, target Pemerintah Kabupaten Kudus untuk mewujudkan Kudus bebas stunting pada 2030 merupakan target realistis, melihat antusiasme publik yang terus tumbuh dari tahun ke tahun.

“Kami ingin Kudus menjadi salah satu kabupaten terbaik dalam penanganan kesehatan dan juga stunting. Maka dari itu kami siap mendukung untuk menjadikan Kudus zero stunting di tahun 2030. Kami mulai membiasakan supaya mereka (orangtua) tahu yang terbaik untuk putra-putrinya. Pada intinya, kami ingin memberi kontribusi positif bagi warga Kudus, karena kami lahir dan besar di Kudus,” tuturnya.

Field Promotion Manager MilkLife, Danang Adityo Pramandaru mengatakan, Festival Keluarga Sehat sengaja dikemas dalam suasana menyenangkan agar masyarakat dapat memperoleh pengalaman mengenai kesehatan sekaligus menikmati waktu bersama keluarga.

Berbagai hiburan dan aktivitas keluarga dihadirkan berdampingan dengan layanan serta edukasi kesehatan.

Langkah tersebut diharapkan dapat menjangkau lebih banyak masyarakat untuk mulai menyadari pentingnya pemenuhan asupan nutrisi dan gizi seimbang dalam mendukung tumbuh kembang.

Baca juga : BKKBN Gaet Kemensos Jaga Mental Siswa Sekolah Rakyat

“Kami ingin Festival Keluarga Sehat menjadi ruang yang fun, sehingga masyarakat tidak hanya mendapatkan pengalaman dan pengetahuan mengenai kesehatan jasmani, tetapi juga dapat menikmati berbagai hiburan bersama keluarga. Di sisi lain, pemenuhan nutrisi dan gizi seimbang juga berperan penting dalam mendukung tumbuh kembang, termasuk dengan mengonsumsi susu berkualitas,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus dr. Abdul Hakam mengatakan, Festival Keluarga Sehat memiliki peran penting dalam meningkatkan pemahaman keluarga mengenai kesehatan anak, khususnya pada usia dini.

Menurutnya, pencegahan stunting membutuhkan pemantauan sejak masa 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), termasuk dengan memperhatikan kebutuhan nutrisi serta pertumbuhan dan perkembangan anak secara berkala.

“Sebenarnya standar maksimal stunting yang direkomendasikan oleh WHO adalah di bawah 10 persen. Kita bersyukur Kabupaten Kudus sudah di angka 3 persen. Ini suatu prestasi yang luar biasa dan kita harus maksimalkan. Jadi kita targetnya bagaimana nanti secara bertahap di 2027 mencapai 2 persen, 2028 sampai 2029 mungkin ya 0,3 persen atau 0,9 persen, karena memang pasti masih akan ada (stunting). Tapi kami usahakan bersama nanti bagaimana menembus 0 persen sesuai target Pak Bupati di 2030,” ujarnya.

Abdul Hakam menambahkan, hal yang perlu menjadi perhatian berbagai pihak adalah bagaimana membuat masyarakat konsisten menerapkan pola hidup bersih dan sehat dalam kehidupan sehari-hari.

Upaya pencegahan stunting, khususnya bagi ibu hamil dengan menjaga asupan gizi, juga harus menjadi perhatian.

Dengan demikian, harapan Kabupaten Kudus terbebas dari stunting dalam beberapa tahun ke depan bukan hal yang mustahil diwujudkan.

“Bagaimanapun sanitasi juga penting karena kaitannya dengan munculnya penyakit. Kalau itu teratasi, pasti secara maksimal problem stunting turun. Selain itu juga program lain, baik itu imunisasi, tumbuh kembang, serta pemeriksaan 1.000 hari kehidupan juga harus digalakkan,” katanya.

“Potensi adanya anemia ini cukup berdampak. Edukasi peningkatan gizi terhadap konsumsi daging merah seperti kerbau, kambing, sapi, dan ampela juga tak kalah penting, untuk dikonsumsi tiga sampai lima kali dalam seminggu, terutama untuk ibu hamil,” sambungnya.

Antusiasme masyarakat juga terlihat dari kehadiran warga yang memanfaatkan berbagai layanan dalam festival tersebut.

Baca juga : 906 Atlet Panahan Ramaikan MilkLife Archery Challenge Kejurnas Junior 2026

Lusi Rahmawati, warga Desa Ngembalrejo, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus, menilai berbagai layanan dan aktivitas yang tersedia cukup lengkap dan informatif.

Menurutnya, acara tersebut memberikan pengalaman sekaligus pengetahuan baru mengenai kesehatan keluarga.

Saat mengunjungi booth Hunian Sehat serta layanan tumbuh kembang anak, Lusi mengaku mendapatkan banyak informasi mengenai kebersihan lingkungan dan pola makan sehat yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Acaranya bagus dan fasilitas yang disediakan juga sangat memadai. Kita jadi banyak dapat pengetahuan baru soal pentingnya menjaga kebersihan lingkungan rumah, mengenai gizi dan tumbuh kembang. Tadi juga sempat skrining anemia, jadi saya bisa berkonsultasi dengan leluasa dan penyampaian hasil skrining-nya juga jelas,” ujar ibu dua anak tersebut.

Selain edukasi kesehatan, festival dimeriahkan dengan berbagai kegiatan interaktif, seperti Jalan Keluarga Sehat–Parade Gizi Hebat, lomba Estafet Isi Piringku yang mengedukasi anak-anak memilih makanan sehat, lomba mewarnai, taman eksplorasi untuk stimulasi sensorik, hingga pertunjukan musik dan wayang humor.

Puncak acara akan diisi dengan pengundian doorprize utama berupa motor listrik Polytron Fox R 350.

Penyelenggaraan MilkLife Festival Keluarga Sehat 2026 merupakan kelanjutan rangkaian kegiatan yang telah berlangsung sejak 19 Juli hingga 9 Agustus 2026 melalui Aksi Rumah Resik Sehat (SIKAT) dan Belanja Pinter Gizine Bener (BPGB).

SIKAT melibatkan 2.311 peserta dari Desa Wonosoco, Desa Gribig, Desa Mejobo, dan Desa Klaling. Sementara BPGB memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pemilihan bahan makanan berdasarkan kebutuhan gizi seimbang.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.