Sebelumnya
Keempat, menambah frekuensi pertandingan minimal 15 kali dalam setahun. Atau menggelar pertandingan dalam tiga zona dimana pemenang masing-masing zona akan dipertemukan untuk mencari petinju terbaik.
"Pemilihan petinju harus berdasarkan prestasi yang tercatat dalam buku rekornya. Itu saya garansi. Kedekatan tidak akan berlaku," tegasnya.
Baca juga : Bamsoet Terpilih Aklamasi Jadi Ketum IMI 2021-2024
Kelima, di era 4.0 ini semua serba cepat dan terukur. Makanya, program pembinaan tinju yang akan disusun 4 tahun ke depan harus melibatkan sport science. Ketika disinggung masalah Kejuaraan Tinju Amatir Internasional Piala Presiden, Komarudin Simanjuntak menjawab Piala Presiden kan dua tahun sekali pelaksanaannya. Itu akan tetap dilaksanakan dimana petinju yang akan diturunkan adalah petinju terbaik dari hasil pembinaan yang akan dijalankan.
Lebih jauh Komarudin Simanjuntak mengaku bukan petinju. Namun, dia menyebut sejak SMP hingga menjadi prajurit TNI tidak pernah luput menyaksikan pertandingan tinju.
Baca juga : Suharso Monoarfa Terpilih Aklamasi Jadi Ketum PPP
"Saya itu sejak SMP sudah gila nonton tinju. Hobi nonton tinju ini semakin tak bisa lepas tatkala dapat mertua yang juga punya hobi sama. Klop dah. Kita selalu saling mengingatkan kalau ada jadwal pertandingan tinju yang disiarkan televisi lokal maupun luar," pungkasnya. [WUR]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.