RM.id Rakyat Merdeka - Ketua MPR sekaligus Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI) Bambang Soesatyo mengapresiasi serta bangga atas prestasi pembalap muda Indonesia Sean Gelael bersama Tim JOTA Jagonya Ayam KFC Indonesia yang berhasil meraih posisi ketiga di ajang balap dunia ketahanan 8 jam nonstop kelas LMP2 FIA World Endurance Championship (WEC) 2021, di Bahrain, Sabtu (6/11). Setelah menyelesaikan enam seri balapan, Sean dan dua pebalap Tim JOTA Jagonya Ayam KFC Indoensia Stoffel Vandoorne dan Tom Blomqvist, secara keseluruhan menjadi juara kedua dalam LMP2 FIA World Endurance Championship musim ini.
"Walau sudah berusaha keras dan bahkan menjadi top performer bagi JOTA Jagonya Ayam KFC Indonesia pada balapan terakhir, Sean Gelael mesti puas menjadi runner-up kelas LMP2 FIA WEC 2021. Bagi Sean, ini pencapaian luar biasa mengingat ini tahun pertamanya ikut FIA WEC semusim penuh," ujar Bamsoet, sapaan akrab Bambang, usia menyaksikan langsung balapan seri terakhir FIA WEC 2021 di Sirkuit Sakhir, Bahrain, Sabtu (6/11).
Ketua DPR ke-20 ini menjelaskan, seri pamungkas FIA WEC, 8 Hours of Bahrain, diharapkan menjadi saksi lahirnya juara LMP2 dari Indonesia. Sean dan JOTA Jagonya Ayam KFC Indonesia masih berpeluang menjadi juara karena hanya berselisih lima poin dari pimpinan klasemen, Tim WRT dari Belgia.
Baca juga : Sean Runner-up FIA World Endurance Championship Bahrain, Bamsoet Happy
"Namun, balapan panjang dan melelahkan di Sirkuit Sakhir tersebut belum menjadi tempat manis bagi Sean dan JOTA No.28 dari Indonesia. Dengan target finis di depan Tim WRT Nomor 31, Sean dan Tim JOTA No.28 hanya bisa finis di posisi tiga. Sehingga, Tim WRT dari Belgia menyabet kemenangan sekaligus gelar juara FIA WEC 2021," kata Bamsoet.
Wakil Ketua Umum Partai Golkar ini memaparkan, capaian Sean di FIA WEC 2021 merupakan yang terbaik dan tertinggi di ajang balap internasional yang diakui FIA. Terlebih, Sean mengakhiri FIA WEC dengan usaha yang luar biasa pada balapan terakhir.
"Start dari posisi 9, Sean langsung naik dua posisi. Setelah itu dia beberapa kali menyusul pebalap lain, sehingga sebelum dia diganti Stoffel Vandoorne, posisi JOTA No.28 sudah ada di P4," jelas Bamsoet.
Baca juga : Transaksi Fintech Capai Rp 100 T, Bamsoet Minta Pengawasan Ditingkatkan
Ketua Umum Pengurus Besar Keluarga Olahraga Tarung Derajat (PB KODRAT) ini menuturkan, aksi hebat Sean adalah ketika dia menyusul Philip Hanson yang mengendarai mobil juara bertahan, United Autosports USA Nomor 22. Bukan hanya sekali, bahkan dua kali.
"Itu bisa terjadi karena setelah menyusul yang pertama Sean terlibat insiden di tikungan 11 dengan para pebalap GTE, yang membuat posisinya melorot. Dan saat recovery posisi itulah Sean menyusul Hanson lagi," urai Bamsoet.
Ketua Umum IMI Pusat ini menambahkan, balapan uji ketahanan FIA WEC tidaklah mudah. Balapan internasional ini tidak hanya menguji performa kendaraan balap yang digunakan. Tetapi, sekaligus menguji ketahanan fisik dan mental para pembalapnya.
Baca juga : Blibli Raih 5 Gold Medals dari Contact Center World - Asia Pacific 2021 Competition
"Bagi bangsa Indonesia tentu suatu kebanggaan pembalap mudanya bisa bertarung dan menempati posisi kedua di FIA WEC 2021. Apalagi, Sean Gelael merupakan pembalap Indonesia pertama yang meraih prestasi gemilang di ajang FIA WEC 2021. Selamat buat Sean dan tim JOTA Jagonya Ayam KFC Indonesia," pungkas Bamsoet. [USU]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.