Dark/Light Mode

Penyanyi Lagu Killing Me Softly With His Song, Roberta Flack Meninggal Dunia

Selasa, 25 Februari 2025 11:34 WIB
Roberta Flack, penyanyi lagu Killing Me Softly With His Song meninggal dunia dalam usia 88 tahun, Senin (24/2/2025). (Foto: Getty Images)
Roberta Flack, penyanyi lagu Killing Me Softly With His Song meninggal dunia dalam usia 88 tahun, Senin (24/2/2025). (Foto: Getty Images)

RM.id  Rakyat Merdeka - Roberta Flack, penyanyi pemenang Grammy yang ngehits dengan lagu balada romantis Killing Me Softly With His Song meninggal dunia di kediamannya dalam usia 88 tahun, Senin (25/2/2025).

Kabar duka ini datang setelah Flack mengumumkan terdiagnosis amiotrofik lateral sklerosis (ALS) atau penyakit yang mempengaruhi sel saraf motorik di otak dan sumsum tulang belakang pada tahun 2022.

Kondisi progresif yang sering disebut sebagai penyakit Lou Gehrig, tidak memungkinkan Flack kembali bernyanyi.

Baca juga : Inalillahi, Artis Senior Emilia Contessa Meninggal Dunia

Selama kariernya, Flack yang merupakan putri seorang organis gereja yang terlatih secara klasik ini mendapatkan 14 nominasi Grammy dan memenangkan lima award, termasuk penghargaan pencapaian seumur hidup pada tahun 2020 dan kemenangan Record of the Year berturut-turut.

Questlove, drummers The Roots, direktur musik untuk The Tonight Show Starring Jimmy Fallon dan seorang pembuat film, memberikan penghormatan kepada Flack.

"Terima kasih Roberta Flack. Beristirahatlah dalam melodi," tulisnya pada foto lawas mendiang sang penyanyi, seperti dikutip BBC, Selasa (25/2/2025).

Baca juga : Ayahanda Baim Wong, Johnny Wong, Meninggal Dunia

Flack yang lahir di Black Mountain, North Carolina pada 10 Februari 1937 dan dibesarkan di Arlington, Virginia, menerima pelatihan musik klasik sepanjang masa kecilnya. Dia mulai belajar piano pada usia 9 tahun. Usia 15 tahun, Flack memperoleh beasiswa ke Howard University dan lulus pada tahun 1958, dengan gelar sarjana pendidikan musik.

Sepanjang kariernya, Flack juga menginterpretasikan berbagai macam artis, termasuk Leonard Cohen dan The Beatles, dan melalui album solonya yang kelima, "Feel Like Makin' Love," ia mengambil alih posisi produser – peran yang biasanya diisi oleh pria dalam industri yang didominasi pria – dengan menyebut dirinya sebagai Rubina Flake, alter egonya sendiri.

Meski banyak menembangkan lagu-lagu cinta, Flack tidak pernah menghindari isu-isu kompleks. Dia mengangkat isu ketidakadilan rasial pada lagu-lagu seperti Tryin' Times, kesenjangan sosial dan ekonomi pada Compared to What dan menanggapi tantangan yang dihadapi oleh komunitas LGBTQ dalam Ballad of the Sad Young Men.

Baca juga : Kabar Duka: Michael Jonan, Adik Mantan Menteri ESDM Meninggal Dunia

Pendeta Jesse Jackson pernah menyebut Flack relevan secara sosial dan tidak takut secara politik.

Sepanjang kariernya, Flack juga menginterpretasikan berbagai macam artis, termasuk Leonard Cohen dan The Beatles, dan melalui album solonya yang kelima, Feel Like Makin' Love.

Di album itu, Flack mengambil alih posisi produser – peran yang biasanya diisi oleh pria dalam industri yang didominasi pria – dengan menyebut dirinya sebagai Rubina Flake, alter egonya sendiri.

 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.