Dark/Light Mode

Widya Washington Garap Film Pendek Angkat Kearifan Lokal Lampung

Senin, 14 April 2025 13:04 WIB
Widya Washington (Foto: Dok. Widya)
Widya Washington (Foto: Dok. Widya)

RM.id  Rakyat Merdeka - Widya Washington kembali menunjukkan kiprahnya di industri film. Pernah meraih penghargaan sebagai Putri Lampung, kini ia terjun sebagai produser film pendek yang mengangkat kearifan lokal daerah kelahirannya. Dalam waktu dekat, dia akan memproduksi film berjudul “Kopi Manis Ibuku”, yang tengah dipersiapkan untuk mengikuti berbagai festival film, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Widya dikenal telah bermain di beberapa sinetron produksi MKF dan juga film pendek produksi Smaradana seperti “Angin di Bulan Agustus” dan "Cingcowong". Pengalamannya dalam dunia seni peran semakin memperkaya wawasannya dalam proses produksi film.

'Kopi Manis Ibuku' mengisahkan perjalanan seorang janda yang harus berjuang membesarkan kedua anaknya setelah kepergian suaminya, seorang pengusaha kebun kopi yang dihormati di daerahnya. Sang anak laki-laki yang sulung berhasil lolos seleksi masuk TNI dengan nilai yang membanggakan, sementara anak perempuan yang bungsu adalah siswa berprestasi yang juga memiliki keahlian meracik kopi, ilmu yang dipelajari dari sang ibu. Mereka bersama-sama membuka warung kopi sederhana yang bukan sekadar tempat usaha, tetapi juga menjadi ruang diskusi masyarakat setempat.

Baca juga : H+3 Idul Fitri, 3 Ruas Tol Regional Nusantara Catat Peningkatan Lalin

Kisah semakin menarik dengan kehadiran seorang pegiat lingkungan asal Jerman yang memiliki ketertarikan terhadap kopi Lampung serta budaya lokal. Interaksi antara karakter ini menghadirkan dinamika yang kaya, mengangkat isu lingkungan, kearifan lokal, dan filosofi kehidupan di balik secangkir kopi.

Mengapa Film Ini Dibuat?

Widya Washington menyampaikan, film ini bukan hanya sekadar karya sinematik, tetapi juga sebuah upaya untuk mengenalkan kopi Lampung serta budaya lokal ke kancah internasional. “Kopi bukan hanya minuman, tapi juga sejarah, perjuangan, dan identitas sebuah daerah. Saya ingin memperlihatkan bagaimana kopi bisa menyatukan keluarga, membangun mimpi, sekaligus menjadi jembatan bagi dialog budaya,” ujar Widya.

Sebagai produser, Widya Washington bekerja sama dengan sineas muda berbakat serta tim produksi yang berpengalaman di industri film di lampung dan jakarta. Selain itu, film ini juga melibatkan berbagai komunitas pencinta kopi dan pemerhati lingkungan untuk memberikan kedalaman cerita yang autentik.

Baca juga : Puncak Mudik Lebaran, Ribuan Pemudik Padati Terminal Kampung Rambutan

Film pendek 'Kopi Manis Ibuku' direncanakan akan diikutkan dalam beberapa festival film nasional dan internasional pada 2025. Harapannya, film ini dapat menjadi representasi budaya Lampung yang membanggakan di panggung dunia.

Dengan latar belakangnya sebagai aktris dan produser, Widya Washington berharap film ini dapat memberikan inspirasi dan wawasan baru tentang pentingnya menjaga tradisi sekaligus beradaptasi dengan perubahan zaman. Ia juga berharap 'Kopi Manis Ibuku' dapat menjadi pembuka jalan bagi lebih banyak film bertema lokal untuk bersaing di kancah global.

Dengan semangat dan dedikasinya, Widya Washington kembali membuktikan bahwa seni peran dan produksi film bukan sekadar profesi, melainkan juga sebuah panggilan untuk melestarikan budaya dan menceritakan kisah-kisah berharga dari Tanah Air.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.