Dark/Light Mode

Film Autopsy: Dead Body Can Talk Angkat Dunia Forensik Dalam Sinema Indonesia

Selasa, 31 Maret 2026 22:20 WIB
Poster film Autopsy: Dead Body Can Talk yang mengangkat dunia forensik dalam sinema Indonesia.
Dok. Karya Kreatif Utama
Poster film Autopsy: Dead Body Can Talk yang mengangkat dunia forensik dalam sinema Indonesia. Dok. Karya Kreatif Utama

RM.id  Rakyat Merdeka - Film Autopsy: Dead Body Can Talk hadir membawa warna baru dalam sinema Indonesia. Film bergenre thriller investigatif ini mengangkat dunia forensik sebagai pusat cerita dan diperkenalkan bertepatan dengan momentum Hari Film Indonesia.

Melalui pendekatan investigatif, film ini menyajikan perspektif berbeda tentang proses autopsi. Dalam alurnya, tubuh yang telah meninggal digambarkan sebagai “saksi paling jujur” yang mampu mengungkap fakta di balik sebuah kematian.

Di ruang autopsi, setiap luka dan detail pada tubuh menjadi petunjuk penting dalam proses penyelidikan. Film ini menempatkan autopsi sebagai proses ilmiah untuk mencari kebenaran, bukan sekadar prosedur medis yang menakutkan.

Baca juga : Berbasis Gotong Royong, Desa Manemeng Perkuat Ekonomi Lewat Program Desa BRILiaN

Penggarapan film ini terinspirasi dari praktik nyata dunia forensik melalui perspektif Sumy Hastry Purwanti. Proses produksinya didukung riset mendalam agar setiap tahapan autopsi, mulai dari identifikasi luka hingga penarikan kesimpulan medis, ditampilkan secara profesional dan berbasis sains.

Film ini diproduksi Karya Kreatif Utama dengan tujuan menghadirkan karya sinema yang kuat dari sisi cerita sekaligus memiliki nilai edukatif dan relevansi sosial.

Executive Producer Rina Sry Nirwana Tarigan mengatakan proyek ini menjadi bagian dari upaya memperkaya tema dalam industri film nasional. Ia menilai pendekatan berbasis riset penting untuk menghadirkan cerita yang lebih kredibel.

Baca juga : Erick Thohir: FIFA Series Jadi Ujian Level Dunia bagi Timnas Indonesia

“Kami ingin menghadirkan film yang tidak hanya kuat secara cerita, tetapi juga memberi pemahaman baru tentang dunia forensik,” ujar Rina.

Sementara itu, produser Fariz Stanzah dan Marsa Moesa bersama sutradara Ozan Ruz menghadirkan film ini sebagai karya yang memadukan ketegangan thriller dengan pemahaman tentang ilmu forensik.

“Autopsi bukan sekadar prosedur medis, tetapi bagian penting untuk mengungkap kebenaran secara ilmiah,” kata Fariz.

Baca juga : Kadin: Investigasi USTR Tak Ganggu Ekspor Utama Indonesia

Melalui film ini, penonton diajak melihat bagaimana fakta yang tersembunyi dapat diungkap melalui pendekatan ilmiah. Bahkan, kebenaran yang terkubur sekalipun dapat terungkap lewat proses forensik yang tepat.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.