Dark/Light Mode

Waspada! Banyak Perusahaan Tidak Mau Bayar THR Karyawan

Said Iqbal: Ada Empat Modus Lakukan Kecurangan

Selasa, 18 Maret 2025 07:40 WIB
Said Iqbal, Presiden KSPI. (Foto: Dok. Rakyat Merdeka/rm.id)
Said Iqbal, Presiden KSPI. (Foto: Dok. Rakyat Merdeka/rm.id)

 Sebelumnya 
Anda menyebut ada beberapa modus curang perusahaan agar terhindar dari kewajiban membayar THR. Tolong ceritakan...

Pertama, perusahaan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) sebelum Ramadan. Kedua, perusahaan memberhentikan pekerja sebelum Ramadan, dan merekrut kembali setelah Lebaran.

Selain itu, apa lagi modusnya?

Ketiga, beberapa perusahaan tetap membayar THR, tetapi jumlahnya tidak sesuai dengan ketentuan.

Baca juga : Kapolri Gerak Nyata Wujudkan Asta Cita

Misalnya, memotong jumlah THR yang seharusnya diterima pekerja atau buruh. Atau, memberikan hanya sebagian dari yang seharusnya diterima pekerja.

Modus lainnya?

Keempat, menjanjikan pembayaran THR pada H-2 Lebaran, tetapi perusahaan malah tutup. Buruh tetap bekerja hingga H-2 Lebaran, dengan harapan THR akan dibayarkan sebelum libur panjang.

Namun, saat tiba waktunya, perusahaan justru tutup. Buruh tidak memiliki kesempatan untuk mengadu atau menuntut pembayaran THR, karena waktunya sudah mepet Lebaran.

Baca juga : Reshuffle Kabinet Cuma Wacana

Berapa banyak perusahaan yang memakai modus semacam itu?

Sekitar 60 persen perusahaan tidak membayarkan THR dengan menggunakan salah satu dari empat modus kecurangan itu.

Apa masukan Anda kepada Pemerintah?

Kami meminta Pemerintah, khususnya Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker), untuk memperketat pengawasan mengenai pembayaran THR. Pembentukan tim khusus yang turun langsung ke lapangan, menjadi langkah penting untuk memastikan bahwa hak buruh benar-benar diberikan sesuai ketentuan. NNM

Baca juga : Akhir Pekan Ini, Mulai Mudik

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 2, edisi Selasa, 18 Maret 2025 dengan judul "Waspada! Banyak Perusahaan Tidak Mau Bayar THR Karyawan Said Iqbal: Ada Empat Modus Lakukan Kecurangan"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.