Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Newcastle Sabet Gelar Carabao Cup, Si Merah Kembali Merana
Selasa, 18 Maret 2025 06:40 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Nasib sial kembali dialami Liverpool di musim ini. Setelah tersingkir dari Liga Champions, kini The Reds alias Si Merah gagal meraih gelar Piala Liga Inggris atau Carabao Cup.
Pasukan Arne Slot itu menyerah di tangan Newcastle United 1-2 pada partai final yang digelar di Stadion Wembley, London malam kemarin. Kemenangan Newcastle berkat gol Dan Burn pada menit ke-45 dan Alexander Isak di menit ke-52. Sementara, Liverpool hanya mampu membalas melalui gol Federico Chiesa di menit ke-90+4.
Ini menjadi kekalahan kedua Liverpool dalam sepekan dalam pertandingan penting. Sebelumnya, Mohamad Salah dan kawan-kawan tersingkir dari Liga Champions setelah dikalahkan Paris Saint Germain (PSG) melalui adu penalti di babak 16 besar.
Pelatih Liverpool, Arne Slot mengaku sangat kecewa atas torehan yang diraih anak asuhnya. Namun, dia menepis anggapan bahwa kekalahan 1-2 dari Newcastle disebabkan faktor kelelahan fisik dan mental setelah disingkirkan PSG dari Liga Champions.
Baca juga : MotoGP Argentina 2025, Baby Alien Makin Perkasa
Slot lebih setuju apabila kekalahan dari The Magpies di final disebabkan karena mereka kalah duel.
“Apakah kami pada Selasa (melawan PSG) lelah secara mental atau fisik? Tidak. Namun, pertandingan ini tidak ada hubungannya dengan lari, pertandingan ini hanya berkaitan dengan duel dan tidak ada intensitas dalam hal lari sama sekali dalam pertandingan ini,” jelas Slot.
Menurut dia, banyaknya duel di pertandingan diakui Slot adalah cara yang disengaja oleh pelatih Newcastle Eddie Howe untuk memenangkan final.
Sofascore mencatat pada pertandingan ini, Newcastle unggul dalam hal duel udara dan duel darat melawan Liverpool. Mereka memenangi 54 persen (34 berhasil dari 64 duel) duel darat dan 68 persen (17 berhasil dari 25 duel) duel udara dengan The Reds. Tak hanya soal duel, mereka juga kuat dalam hal tekel (17), intersep (7), dan sapuan (37).
Baca juga : Rayakan Ulang Tahun Di Penjara
“Pertandingan ini berjalan persis seperti yang mereka inginkan: pertarungan dengan banyak duel dan banyak duel udara. Dan jika kami bermain sepak bola udara melawan mereka 10 kali, mereka mungkin menang sembilan kali,” kata pelatih asal Belanda itu.
Namun, Slot masih bisa tersenyum, karena di waktu yang sama mereka berhasil memperlebar jarak dengan Arsenal di puncak klasemen Liga Inggris menjadi 12 poin.
“Minggu yang berat, tetapi juga minggu di mana kami memperlebar keunggulan di Liga Primer menjadi 12 poin dari sebelumnya 10, jadi tidak semuanya negatif. Namun, dua pertandingan terakhir jelas bukan seperti yang kami inginkan,” katanya.
Sementara, bagi Newcastle keberhasilan ini menjadi pencapaian bersejarah. Ini merupakan trofi pertama yang dimenangkan Newcastle sejak terakhir kali memenangkan Piala Inter-Cities Fairs 1969. Trofi ini juga mengakhiri penantian panjang mereka dalam meraih kejuaraan domestik selama 70 tahun setelah terakhir kali memenangi Piala FA pada 1955.
Baca juga : Rapat RUU TNI Pindah Ke DPR
Manajer Newcastle, Eddie Howe mengaku sangat emosional dapat mengakhiri “penderitaan” timnya yang tanpa trofi apa pun selama 56 tahun dengan memenangi Piala Liga. “Sejujurnya, saya emosional sepanjang hari, yang sangat tidak seperti saya di hari pertandingan,” kata Howe.
“Kami sangat ingin mencoba dan memenangkan trofi setelah bertahun-tahun menderita. Kami sedang merintis jalan baru, saya pikir kami luar biasa hari ini,” tambah dia. [JON]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya