Dark/Light Mode

Fenomena Rojali Dan Rohana Marak Di Pusat Perbelanjaan

Herman Khoeron: Kalau Daya Beli Turun, Harus Dibuktikan Oleh BPS

Senin, 4 Agustus 2025 07:50 WIB
Herman Khoeron, Anggota Komisi VI DPR, Fraksi Demokrat. (Foto: Dok. Rakyat Merdeka/rm.id)
Herman Khoeron, Anggota Komisi VI DPR, Fraksi Demokrat. (Foto: Dok. Rakyat Merdeka/rm.id)

 Sebelumnya 
Ramainya fenomena rombongan jarangan beli (Rojali) dan rombongan hanya nanya (Rohana) dikaitkan dengan daya beli masyarakat yang dinilai menurun, bagaimana Anda melihatnya?

Pertama, daya beli masyarakat itu tentu nanti akan diukur oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Jadi BPS yang akan menetapkan seberapa besar daya beli masyarakat terpengaruh oleh situasi ekonomi saat ini. Sekarang banyak rojali, rohana itu ya, namun memang terjadi juga di beberapa negara. Ini hampir di beberapa negara juga fenomena menurunnya masyarakat membeli di mall juga terjadi. Karena pergeseran ini tentu sejalan dengan pergeseran mereka menggunakan online shop atau menggunakan pembelian online. 

Lalu tujuan ke mall untuk apa dong?

Sekarang justru kalau ke mall itu mereka untuk makan, untuk lihat-lihat gitu ya.

Baca juga : Darmadi Durianto: Ini Indikator Daya Beli Masyarakat Turun

Tapi apa ada kaitannya dengan daya beli masyarakat yang menurun saat ini?

Saya kira kalau kemudian ini merupakan ukuran dari menurunnya daya beli, ya itu harus dibuktikan oleh BPS yang mengukur tentang daya beli masyarakat.

Meskipun Anda menyebut rojali dan rohana ini bukan ukuran daya beli masyarakat menurun, apakah diperlukan insentif agar perekonomian di masyarakat bisa berjalan baik?

Ya itu harus tetap berjalan ya. Hitung-hitungan untuk bisa meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional salah satu penopang terbesarnya adalah daya beli ya. Namun bukan berarti terjadi penurunan daya beli. Tetapi bahwasannya, salah satu instrumen untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi itu adalah meningkatkan daya beli. 

Baca juga : DPR Siapkan Revisi UU Haji

Jadi stimulus berupa insentif ini dipenting? 

Ya sangat diperlukan karena memang kita untuk meningkatkan pertumbuhan itu artinya kepentingannya adalah untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Misalkan bagi para petani, bagi para petani stimulusnya diberikan subsidi pupuk, kemudian subsidi benih. Serta harga berlaku untuk pembelian gabah di petani juga harus stabil. Karena ini penting untuk meningkatkan kemampuan petani dalam memproduksi. 

Stimulus lainnya bagaimana?

Ya kemudian stimulus dalam bentuk subsidi transportasi misalkan, subsidi BBM. Ini penting karena memang untuk meningkatkan kemampuan masyarakat di dalam memenuhi aktivitas utamanya sehari-hari. Nah yang menurut saya perlu didorong betul adalah bagaimana meningkatkan pendapatan masyarakat. Dulu di eranya Presiden SBY (Susilo Bambang Yudhoyono), ada program untuk meningkatan sarana dasar dan lain sebagainya yang didorong melalui kegiatan padat karya misalkan. NNM

Baca juga : Ketum PBNU Puji Kapolri

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 2, edisi Senin, 4 Agustus 2025 dengan judul "Fenomena Rojali Dan Rohana Marak Di Pusat Perbelanjaan, Herman Khoeron: Kalau Daya Beli Turun, Harus Dibuktikan Oleh BPS"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.