Dark/Light Mode

Fenomena Rojali Dan Rohana Marak Di Pusat Perbelanjaan

Darmadi Durianto: Ini Indikator Daya Beli Masyarakat Turun

Senin, 4 Agustus 2025 07:40 WIB
Darmadi Durianto, Anggota Komisi VI DPR, Fraksi PDI Perjuangan. (Foto: Dok. Rakyat Merdeka/rm.id)
Darmadi Durianto, Anggota Komisi VI DPR, Fraksi PDI Perjuangan. (Foto: Dok. Rakyat Merdeka/rm.id)

 Sebelumnya 
Bagaimana Anda melihat fenomena masyarakat rombongan ja­rang beli (Rojali) dan rombongan hanya nanya (Rohana)?

Dari berbagai indikator itu su­dah jelas bahwa sekarang daya beli sudah pasti turun. Saat ini pertumbuhan ekonomi diramalkan hanya 4,8 oleh lembaga internasional. Jadi Pemerintah nggak bisa juga mengelak bahwa banyak data menunjukkan daya beli masyarakat lagi turun.

Apa yang menyebabkan ini terjadi?

Ya, karena memang lesunya daya beli. Seperti dari harga yang naik seperti beras, bahan pokok tetapi penghasilan mereka turun dan ban­yak yang kena PHK. Kan angka PHK setiap hari itu 300 orang di PHK. Apalagi dari perang tarif im­por Amerika Serikat kita dikenakan 19 persen. Akibatnya nanti ekspor Indonesia itu semakin sulit tembus Amerika. Seperti tekstil, alas kaki dan sebagainya.

Baca juga : DPR Siapkan Revisi UU Haji

Terus langkah-langkah jangka pendek yang bisa dilakukan oleh Pemerintah seperti apa?

Ya, bantuan-bantuan insentif ke masyarakat terutama golongan rentan, golongan miskin itu harus digelontorkan lagi. Itu yang paling cepat. Seperti bantuan tunai, non-tunai dan bantuan sembako dan sebagainya. Itu harus digelontorkan. Jadi Pemerintah jangan diam saja.

Selain itu?

Perlu ada juga insentif pajak di­berikan pada masyarakat misal pajak-pajak penghasilan. Coba di­pertimbangkan kembali termasuk diskon-diskon seperti listrik dan sebagainya. Itu harus diberlakukan supaya daya beli bisa naik lagi.

Baca juga : Ketum PBNU Puji Kapolri

Artinya hal berikut yang bisa dilakukan oleh Pemerintah secara cepat ya?

Betul. Karena yang dibutuhkan saat ini quick program, quick action. Kalau yang lamban itu kan terlalu lama. Jadi butuh yang quick sekarang ini supaya masyarakat tidak semakin susah hidupnya, terutama golongan miskin. Pemerintah harus memikiri­kan ini. Termasuk juga golongan menengah. Golongan menengah sekarang banyak ter-PHK juga. Pendapatanny nggak naik-naik tapi cicilan naik, semua naik. Akibatnya juga ini bukan hanya miskin yang kena tapi juga menengah yang kena.

Kalau untuk rojali dan rohana ini menurut Anda dari masyarakat golongan ekonomi yang mana?

Menengah dan bawah juga. Yang bawah juga mau plesiran. Mereka jalan-jalan ke mall menghilangkan stres. Jadi datang lihat-lihat. Memang yang ke mall itu yang menengah. Namun ada juga middle-low lah. Untuk yang nggak beli itu kan middle bagian bawah. Pemerintah tentu ha­rus banyak fokus juga yang golongan miskin ini. Sekarang angka kemiski­nan itu 24 juta lebih dengan garis batas kemiskinan 580 ribu orang per bulan itu. Jadi itu masalah besar buat kita sekarang. NNM

Baca juga : Isu Munaslub Golkar Mimpi Di Siang Bolong

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 2, edisi Senin, 4 Agustus 2025 dengan judul "Fenomena Rojali Dan Rohana Marak Di Pusat Perbelanjaan, Darmadi Durianto: Ini Indikator Daya Beli Masyarakat Turun"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.