Dark/Light Mode

Indonesia Ranking Dua Dunia Penularan TBC, Langkah Apa Yang Harus Dilakukan Pemerintah?

Benjamin Paulus Octavianus: Pemerintah Siapkan 8 Program Aksi

Sabtu, 29 November 2025 07:15 WIB
Benjamin Paulus Octavianus, Wakil Menteri Kesehatan. Foto: Dok. Rakyat Merdeka/rm.id
Benjamin Paulus Octavianus, Wakil Menteri Kesehatan. Foto: Dok. Rakyat Merdeka/rm.id

RM.id  Rakyat Merdeka - Penyakit tuberkulosis atau TBC masih menjadi perhatian serius, baik di tingkat global maupun nasional. Sebab, Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO menerbitkan laporan terbaru tuberkulosis (TB) dunia, “WHO Global TB Report 2025”.

Hasilnya, Indonesia berada di peringkat kedua dunia untuk jumlah kasus TBC terbanyak (1,08). India ranking pertama dengan 2,7 juta orang, dilanjutkan Filipina (724 ribu), China (696 ribu), Pakistan (669 ribu), Nigeria (510 ribu), Republik Demokratik Kongo (412 ribu) dan Bangladesh (384 ribu).

Masih berdasarkan data dari WHO, angka kematian di Indonesia akibat TBC mencapai 118 ribu orang. India (300 ribu orang), Filipina (36 ribu), China (255 ribu), Pakistan (51 ribu).

Mantan Direktur Penyakit Menular WHO Asia Tenggara, Prof Tjandra Yoga Aditama seperti dilansir dalam web Perkumpulan Pemberantasan Tuberkulosis Indonesia mengakui jika Indonesia sebagai negara kontributor tertinggi dalam peningkatan kasus TB antara 2020 dan 2023, yang disusul oleh Filipina dan Myanmar.

Baca juga : Tri Yunis Miko Wahyono: Perlu Pengawasan Yang Benar Dan Ketat

“Kita tahu bahwa pengendalian tuberkulosis merupakan salah satu prioritas dalam Asta Cita. Sepuluh hal tentang Indonesia di ‘WHO Global TB Report 2025’ patut jadi bahan amat penting untuk kesuksesan pelaksanaan program pengendalian tuberkulosis di Asta Cita kita,” ujar dia.

Sementara, Epidemiolog Kesehatan Dinkes Kota Yogyakarta, Setyo Gati Candra Dewi, memaparkan data terbaru. Hingga 17 November 2025, terdapat 1.161 kasus TBC dari semua fasilitas kesehatan yang ada di Kota Yogyakarta. Hanya sekitar 590 yang benar-benar warga Kota Yogyakarta.

“Setiap tahun hanya 50-60 persen yang merupakan warga kota,” jelas Gati.

Jumlah tersebut bahkan melampaui estimasi kasus dari pusat, yaitu sekitar 1.034 kasus tahun ini.

Baca juga : Korlantas Didorong Jadi Balantas

Wakil Menteri Kesehatan, Benjamin Paulus Octavianus mengakui jika Indonesia nomor dua terbesar di dunia dalam kasus penularan penyakit TBC.

Untuk menekan angka penyakit TBC, Benjamin mengharapkan semua pihak ikut terlibat dalam meminimalisir angka penularan TBC.

Sementara, Epidemiolog dari Universitas Indonesia (UI) Tri Yunis Miko Wahyono menilai naiknya peringkat Indonesia sebagai negara nomor dua di dunia dalam kasus TBC karena masyarakat tidak peka dalam penularannya.

“Harusnya kalau di kendaraan umum menggunakan masker,” kata dia.

Baca juga : Sigit Dukung Kesetaraan Gender Di Lingkungan Polri

Untuk mengetahui bagaimana pandangan Benjamin Paulus Octavianus dalam kasus penularan TBC di Indonesia, berikut wawancaranya.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.