Dark/Light Mode

Pengawasan Pemerintah Arab Saudi Makin Tegas, Perlukah Cek Kesehatan Jemaah Haji Diperketat?

Mustolih Siradj: Pengetatan Ini Harus Terus Disosialisasikan

Minggu, 14 Desember 2025 07:15 WIB
Mustolih Siradj, Ketua Komnas Haji. Foto: Dok. Rakyat Merdeka/rm.id
Mustolih Siradj, Ketua Komnas Haji. Foto: Dok. Rakyat Merdeka/rm.id

 Sebelumnya 
Apa pandangan Anda dengan pengetatan istitha’ah kesehatan bagi calon jemaah haji 2026?

Kementerian Haji Arab Saudi mengambil kebijakan agar negara-negara yang memiliki jemaah haji untuk memberikan syarat mutlak terkait kesehatan dengan lebih ketat lagi. Karena, selalu saya sampaikan bahwa, kebijakan Arab Saudi khususnya penyelenggaraan haji, mau tidak mau, suka tidak suka, itu kan harus diikuti oleh negara pengirim jemaah, seperti Indonesia.

Anda melihatnya seperti apa kebijakan ini?

Ini ada plus minusnya. Plusnya itu adalah karena nanti jemaah haji yang sakit-sakit ini akan butuh pendamping. Kalau kemudian nanti petugasnya terbatas, maka mereka tidak bisa diurus maksimal. Tetapi di sisi lain, Kemenhaj Arab Saudi bilang, akan memulangkan jemaah haji yang tidak memenuhi syarat kesehatan. Tentu, yang perlu diantisipasi adalah bagaimana aspek kesehatan ini, antara Kemenhaj Arab Saudi dan Kemenhaj Indonesia sudah satu frekuensi.

Baca juga : Dahnil Anzar Simanjuntak: Aturan Ini Jadi Syarat Pelunasan Biaya Haji

Maksudnya bagaimana?

Standarnya sama. Jangan sampai nanti ada jemaah haji yang lolos di Indonesia, terus di-skrining di sana, kemudian dipulangkan. Nah pemulangan itu kan juga harus diantisipasi.

Pada tahun ini, calon jemaah haji diharuskan tes kesehatan dahulu sebelum melunasi biaya haji, berbeda dari tahun sebelumnya. Menurut Anda bagaimana dengan kebijakan ini?

Terkait syarat istitha’ah yang harus dikedepankan. Kalau tahun lalu kan pelunasan haji dahulu, baru istitha’ah. Nah kalau sekarang sebaliknya. Mereka istitha’ah terlebih dahulu, medical checkup, baru mendaftar. Ini berakibat dengan jumlah masyarakat yang melakukan pelunasan masih sangat minim. Oleh karena itu, dengan perubahan konsep ini, Kemenhaj perlu betul-betul melakukan sosialisasi kepada jemaah yang ingin berangkat.

Baca juga : Aktifkan Status Siaga Daerah

Sosialisasi seperti apa yang dibutuhkan oleh masyarakat?

Sosialisasi yang betul-betul menyentuh masyarakat, khususnya bagi yang akan berangkat haji. Karena di lapangan ada kasus. Misalnya, jemaah haji A saat tes kesehatan tidak lolos istitha’ah, namun karena minat menunaikan ibadah haji ini kuat, maka mereka mencari second opinion.

Misalnya?

Saat di rumah sakit X tidak lolos, mereka pindah rumah sakit. Untuk itu, penting agar kebijakan ini disosialisasi bahwa kesehatan ini sangat penting, karena prosesi ibadah haji memang proses yang mengandalkan situasi fisik prima.

Baca juga : Silakan Datang Ke Sorong Untuk Belajar Bertoleransi

Selain itu, jangan sampai ada kesan Pemerintah Indonesia mempersulit orang mau ibadah. Namun ini semata-mata kebijakan dari Arab Saudi. NNM

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 2, edisi Minggu, 14 Desember 2025 dengan judul "Pengawasan Pemerintah Arab Saudi Makin Tegas, Perlukah Cek Kesehatan Jemaah Haji Diperketat? Mustolih Siradj: Pengetatan Ini Harus Terus Disosialisasikan"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.