Dark/Light Mode

Pemerintah Pastikan Pemantauan Dan Keselamatan Pekerja WNI

Abdullah Puteh: Segera Perkuat Diplomasi Untuk Lindungi WNI

Rabu, 11 Maret 2026 07:15 WIB
Abdullah Puteh, Presidium Majelis Nasional KAHMI. Foto: Dok. Rakyat Merdeka/rm.id
Abdullah Puteh, Presidium Majelis Nasional KAHMI. Foto: Dok. Rakyat Merdeka/rm.id

 Sebelumnya 
Bagaimana KAHMI melihat eskalasi ketegangan antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran di kawasan Timur Tengah saat ini?

MN-KAHMI memandang eskalasi ketegangan antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran dengan keprihatinan yang mendalam. Konflik yang berkembang saat ini tidak lagi sekadar persoalan regional, tetapi sudah memasuki dimensi geopolitik global yang berpotensi memperluas instabilitas keamanan, ekonomi, dan politik internasional.

Jika tidak segera dikelola melalui pendekatan diplomasi yang konstruktif, ketegangan ini berisiko memicu eskalasi konflik yang lebih luas. Mengingat posisi strategis Timur Tengah dalam energi global, jalur perdagangan internasional, serta keterlibatan negara-negara besar, setiap peningkatan ketegangan di kawasan ini berpotensi menimbulkan efek domino terhadap stabilitas global.

Seberapa besar potensi dampak konflik tersebut terhadap stabilitas kawasan dan kepentingan Indonesia?

Baca juga : Mukhtarudin: Kami Terus Tingkatkan Kewaspadaan Dan Pendataan

Konflik ini memiliki potensi dampak yang cukup besar terhadap stabilitas kawasan Timur Tengah, terutama jika eskalasi militer terus meningkat dan melibatkan lebih banyak aktor regional. Ketegangan tersebut dapat memicu gangguan pada stabilitas politik, keamanan jalur perdagangan, serta volatilitas harga energi dunia yang pada akhirnya juga berdampak pada perekonomian global, termasuk Indonesia.

Bagi Indonesia, perhatian utama tentu pada keselamatan WNI yang berada di kawasan Timur Tengah, baik pekerja migran, pelajar, maupun diaspora Indonesia. Dalam situasi geopolitik yang tidak menentu, potensi risiko seperti pembatasan mobilitas, gangguan keamanan hingga kemungkinan evakuasi harus diantisipasi secara serius oleh Pemerintah.

Bagaimana KAHMI melihat langkah Pemerintah dalam memantau dan mengantisipasi dampak konflik terhadap WNI dan PMI?

MN-KAHMI menilai Pemerintah sejauh ini telah menunjukkan langkah yang cukup sigap dalam memantau perkembangan konflik di Timur Tengah. Melalui peran KBRI dan KJRI di berbagai negara di kawasan tersebut, Pemerintah telah menjalankan protokol kontingensi secara aktif, terutama melalui pendataan warga negara Indonesia serta memastikan kesiapan respons cepat apabila situasi keamanan memburuk.

Baca juga : Komisi X Desak Dikdasmen Berantas Pungli Beasiswa PIP

Pendataan yang akurat, komunikasi intensif dengan komunitas WNI, serta kesiapan skenario evakuasi merupakan bagian penting dari mitigasi risiko dalam menghadapi situasi geopolitik yang tidak menentu.

Kebijakan apa yang sebaiknya segera diambil Pemerintah untuk memastikan keselamatan WNI, khususnya PMI?

Pemerintah perlu memperkuat protokol kontingensi dan langkah mitigasi secara terukur apabila eskalasi konflik semakin meningkat. Hal yang paling utama adalah memastikan seluruh WNI, khususnya pekerja migran Indonesia, telah terdata dengan baik melalui perwakilan Indonesia di luar negeri.

Selain itu, mekanisme pelaporan cepat dari WNI kepada KBRI atau KJRI juga perlu diperkuat. Sistem komunikasi yang terbuka dan responsif akan sangat menentukan kecepatan Pemerintah dalam mengambil langkah perlindungan, termasuk apabila harus menyiapkan jalur evakuasi dalam kondisi darurat. KAL

Baca juga : Zulhas Perkuat Program Pangan Di Semua Daerah

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 2, edisi Rabu, 11 Maret 2026 dengan judul "Pemerintah Perkuat Diplomasi dan Perlindungan WNI di Tengah Konflik Timur Tengah"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.