Dark/Light Mode

Mutakhirkan Data, BPS Minta Tambahan Anggaran Rp 1,4 Triliun

Lucius Karus: Anggaran Besar Tak Jamin Kinerja Membaik

Minggu, 6 September 2026 07:15 WIB
Lucius Karus, Peneliti Formappi. Foto: IG PRIBADI
Lucius Karus, Peneliti Formappi. Foto: IG PRIBADI

 Sebelumnya 
Bagaimana tanggapan Anda dengan permintaan tambahan anggaran Rp 1,4 triliun dari BPS untuk pemutakhiran data di tengah desil yang bermasalah?

Permintaan tambahan anggaran Rp 1,4 triliun dari BPS untuk perbaikan data, termasuk desil, terkesan menjadi sesuatu yang prioritas karena kekacauan pendataan desil yang terjadi selama ini.

Anehnya, kekacauan data desil oleh BPS ini terjadi bukan karena mereka tidak memiliki anggaran yang cukup. Tahun berjalan, BPS memiliki anggaran jumbo hampir Rp 7 triliun. Dengan anggaran besar seperti ini, BPS tidak bisa membuktikan perbaikan kualitas desil. Lalu kini meminta tambahan anggaran dari pagu sebesar Rp 6,4 triliun.

Baca juga : Kamrussamad: Biarkan BPK Yang Audit Penggunaannya

Apakah tambahan anggaran ini akan membuat data desil membaik dan apakah ada jaminan?

Itu yang kami pertanyakan. Masalahnya, apakah ada jaminan dengan bertambahnya anggaran, persoalan desil bisa teratasi?

Kenapa BPS tidak memperbaiki instrumen atau mekanisme dan memaksimalkan kerja sama dengan Pemerintah Daerah hingga desa?

Baca juga : Jaga Daya Beli Masyarakat, Perkuat Ketahanan Energi

Apa yang seharusnya dilakukan oleh BPS?

Jadi, BPS harus terbuka dulu soal terobosan apa yang akan dilakukan sehingga membutuhkan penambahan anggaran. BPS juga harus membuka kriteria penentuan desil sehingga publik memiliki pemahaman dan bisa berpartisipasi untuk penyempurnaan desil ke depannya.

Menurut Anda, apa yang harus dilakukan BPS dalam kasus desil ini?

Baca juga : Zulhas: Kita Memiliki Modal Bangun Kemandirian Bangsa

Kinerja tidak selalu ditentukan oleh anggaran berlimpah. Kecerdasan untuk memperbaiki tata kelola dan instrumen bisa dilakukan tanpa menambah anggaran jika BPS memahami persoalan dan mau memperbaiki kinerjanya.

Anggaran negara sedang terbatas. Karena itu, sedapat mungkin lembaga seperti BPS memaksimalkan anggaran tanpa mengurangi kualitas. REN

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 2, edisi Minggu, 6 September 2026 dengan judul "Mutakhirkan Data, BPS Minta Tambahan Anggaran Rp 1,4 Triliun, Lucius Karus: Anggaran Besar Tak Jamin Kinerja Membaik"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.