Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Data Angka Kemiskinan BPS Beda Dengan Bank Dunia
Badiul Hadi: Turunnya Angka, Jangan Jadi Patokan Keberhasilan
Kamis, 10 September 2026 07:15 WIB
Sebelumnya
Angka kemiskinan antara Bank Dunia dan BPS berbeda. Bagaimana pandangan Anda?
Kalau melihat datanya, BPS mencatat kemiskinan Indonesia pada Maret 2026 sebesar 8,07 persen atau 22,93 juta orang. Angka ini turun dari 8,47 persen pada Maret 2025. Garis kemiskinan BPS sendiri sebesar Rp 669.235 per kapita per bulan.
Sementara itu, Bank Dunia menggunakan garis kemiskinan internasional yang berbeda. Untuk negara berpendapatan menengah bawah, digunakan batas US$ 4,20 per orang per hari atau sekitar Rp 765 ribu per bulan berdasarkan PPP 2021. Jadi, wajar apabila hasil pengukurannya tidak sama dengan BPS.
Baca juga : Kamrussamad: Publik Harus Dapat Informasi Yang Utuh
Apa catatan Anda terhadap perbedaan angka tersebut?
Justru yang perlu dikritisi adalah jangan sampai Pemerintah hanya menggunakan angka 8,07 persen sebagai ukuran keberhasilan. Dengan garis kemiskinan yang relatif rendah, terdapat kelompok masyarakat yang secara statistik tidak tergolong miskin, tetapi secara ekonomi sangat rentan ketika menghadapi kenaikan harga, kehilangan pekerjaan, atau guncangan ekonomi.
Bank Dunia sendiri menegaskan bahwa garis kemiskinan nasional dan internasional memang memiliki tujuan yang berbeda. BPS penting untuk targeting kebijakan domestik, sedangkan ukuran Bank Dunia penting untuk membandingkan posisi Indonesia dengan negara lain.
Baca juga : Raisya Bawazier Mantap Cerai, Minta Talak 3
Apa dampak dari angka kemiskinan yang ditetapkan berdasarkan pengukuran BPS?
Pengukuran BPS ini akan berdampak domino terhadap sektor-sektor yang menjadi perhatian global, terutama yang berkaitan dengan kesejahteraan masyarakat.
Yang tidak kalah penting adalah transparansi metodologi dan kualitas kebijakan anggarannya.
Baca juga : Diperiksa Sebagai Tersangka, Febrie Dikonfirmasi Soal Aliran Uang Rp 40 Miliar
Apa harapan Anda?
Pemerintah jangan berhenti pada klaim penurunan persentase kemiskinan. Pemerintah harus menunjukkan apakah belanja sosial benar-benar mampu menurunkan kerentanan, memperbaiki layanan dasar, dan meningkatkan daya beli masyarakat. REN
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 2, edisi Kamis, 10 September 2026 dengan judul "Data Angka Kemiskinan BPS Beda Dengan Bank Dunia, Badiul Hadi: Turunnya Angka, Jangan Jadi Patokan Keberhasilan"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya