Dark/Light Mode

Hasil Survei KPK, Hampir 91% Mahasiswa Pakai Jasa Joki Skripsi, Kok Bisa?

Feriyansyah: Perlu Adanya Penjagaan Norma & Etik Akademik

Jumat, 9 Oktober 2026 07:15 WIB
Feriyansyah, Kepala Bidang Litbang P2G. Foto: Istimewa
Feriyansyah, Kepala Bidang Litbang P2G. Foto: Istimewa

 Sebelumnya 
Bagaimana Anda melihat hasil survei Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang menemukan 91 persen praktik joki untuk mengerjakan tugas akhir atau skripsi di perguruan tinggi?

Ini memang menjadi satu fenomena. Kita mengalami satu krisis nilai pendidikan tinggi terkait dengan integritas akademik. Jadi, kalau ada temuan tentang joki skripsi, saya kira ini bukan tentang persoalan mahasiswanya saja.

Terus, persoalan apa lagi?

Baca juga : Abdul Fikri Faqih: Hasil Ini Menunjukkan Kampus Sedang “Sakit”

Ini sebagai gejala dari persoalan yang lebih besar, lebih struktural dalam sistem pendidikan tinggi. Sebab, kalau dalam mekanisme pasar, joki skripsi itu kan ada permintaan, semacam ada supply and demand. Saya kira, untuk hari ini memang harus dilihat lebih dalam lagi, sebenarnya apa yang terjadi? Kenapa ada supply and demand? Apakah ada proses kejenuhan dari mekanisme skripsi? Ataukah memang perlu mengubah satu cara agar penjagaan terhadap integritas akademik itu betul-betul di naikkan, ditingkatkan, atau dijaga.

Menurut Anda, apa yang menjadi alasan mahasiswa memilih memakai jasa joki skripsi?

Masalahnya saat ini, mahasiswa menghadapi satu sistem administrasi yang sangat luar biasa, tekanan kelulusan tinggi, pendampingan perkuliahan yang terbatas, kemudian beban kerja dosen yang luar biasa. Sementara, di luar kampus mereka mendapatkan fasilitas pembuatan tugas akhir, fasilitas, dan sebagainya. Jadi, memang dibutuhkan cara yang baru.

Baca juga : DPR Puji Transformasi Dan Kinerja PT Telkom

Solusi dari Anda?

Sebetulnya yang kita butuhkan adalah bagaimana menjaga norma-norma atau etika-etika akademik. Bukan hanya mahasiswa yang dipersalahkan. Karena mahasiswa itu kan orang yang sedang belajar, hingga akhirnya ada yang melakukannya ketika memang sangat butuh.

Untuk pengawasan dari kampus terkait praktik joki skripsi ini seperti apa?

Baca juga : Beban Jemaah Berkurang Ongkos Haji Makin Ringan

Ketika mereka masuk kampus, ini kan ada proses transisi, proses peralihan dari tingkat SMA. Di saat itu sudah mulai diajarkan tentang etika akademik, kemudian ada budaya akademik. Kenapa? Karena kampus itu memiliki penjagaan terhadap etika akademik. Di Indonesia, seakan-akan yang penting gelarnya. Tetapi, belum tentu cara memperoleh gelar itu memberikan satu pengalaman intelektual yang seharusnya melekat kepada dirinya dengan kualifikasi yang dia miliki.  NNM

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 2, edisi Jumat, 9 Oktober 2026 dengan judul "Hasil Survei KPK, Hampir 91% Mahasiswa Pakai Jasa Joki Skripsi, Kok Bisa?, Feriyansyah: Perlu Adanya Penjagaan Norma & Etik Akademik"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.