Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Hasil Survei KPK, Hampir 91% Mahasiswa Pakai Jasa Joki Skripsi, Kok Bisa?
Abdul Fikri Faqih: Hasil Ini Menunjukkan Kampus Sedang “Sakit”
Jumat, 9 Oktober 2026 07:10 WIB
Sebelumnya
Bagaimana Anda melihat hasil survei Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang menemukan 91 persen praktik joki untuk mengerjakan tugas akhir atau skripsi di perguruan tinggi?
Saya melihat ini sebagai kondisi darurat integritas akademik yang memalukan sekaligus menampar wajah pendidikan tinggi kita. Data yang dipaparkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sangat gamblang dan memprihatinkan. Meskipun secara makro Indeks Integritas Pendidikan 2026 naik menjadi 73,30 (kategori adaptif) dari 69,5 pada 2024, anomali di tingkat pendidikan tinggi ini menunjukkan bahwa kampus sedang “sakit”.
Apa maksudnya Anda menyebut kampus sedang “sakit”?
Baca juga : DPR Puji Transformasi Dan Kinerja PT Telkom
Kampus mencetak sarjana secara kuantitas, tetapi secara kualitas dan moral, kampus mengalami kemunduran. Ini tidak bisa hanya disikapi dengan imbauan, melainkan membutuhkan investigasi menyeluruh ke dalam sistem evaluasi pendidikan tinggi kita.
Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G) berpandangan, mahasiswa dihadapkan pada urusan administratif, sementara kualitas pembimbingan memiliki beban kerja dosen yang luar biasa. Apa tanggapan Anda terkait hal ini?
Kami di Komisi X DPR sepenuhnya sepakat dengan analisis P2G. Ketika kesejahteraan dosen masih jauh dari kata ideal, banyak dari mereka terpaksa mencari tambahan penghasilan di luar kampus, seperti mengajar di banyak tempat atau mengerjakan proyek. Di saat yang sama, dosen dibebani urusan administratif yang menguras waktu dan energi.
Baca juga : Beban Jemaah Berkurang Ongkos Haji Makin Ringan
Apa dampaknya?
Waktu dan kualitas untuk membimbing mahasiswa menjadi sangat minim. Mahasiswa merasa ditinggalkan, dikejar tenggat waktu kelulusan oleh sistem kampus untuk memenuhi Indikator Kinerja Utama (IKU) perguruan tinggi. Lalu, akhirnya mengambil jalan pintas melalui joki.
Solusi nyata yang dapat dilakukan Pemerintah seperti apa?
Baca juga : Desa Bukan lagi Objek, Tapi Penentu Arah Pembangunan
Harus segera dilakukan debirokratisasi administrasi dosen dan peningkatan standar kesejahteraan dosen. Dosen harus dikembalikan ke marwahnya sebagai pendidik dan peneliti, bukan pekerja klerikal administrasi. Jika akar masalah pembimbingan ini tidak diselesaikan, mahasiswa akan terus mencari “bantuan” di luar. NNM
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 2, edisi Jumat, 9 Oktober 2026 dengan judul "Hasil Survei KPK, Hampir 91% Mahasiswa Pakai Jasa Joki Skripsi, Kok Bisa? Abdul Fikri Faqih: Hasil Ini Menunjukkan Kampus Sedang “Sakit”"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya