Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
FKDK Universitas Budi Luhur Berkolaborasi dengan HI Gelar Kelas Kolaboratif
Kamis, 1 Februari 2024 09:09 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Universitas Budi Luhur mengadakan Ujian Akhir Semester (UAS) dengan berkolaborasi Prodi Hubungan Internasional (HI) FISSIG dan Prodi Ilmu Komunikasi FKDK. Kolaborasi ini merupakan gabungan matakuliah Prodi dengan mengangkat tema Simulasi Strategi Diplomasi dan Langkah Komunikasi Dalam Penanganan Konflik Laut China Selatan.
Rektor Universitas Budi Luhur, Prof. Dr. Agus Setyo Budi, M.Sc mengatakan, simulasi ini diharapkan menciptakan lingkungan belajar yang mendalam dan interaktif bagi mahasiswa. Ia berharap mahasiswa menerapkan teori dan konsep yang telah dipelajari ke dalam konteks praktis.
“Acara ini membuktikan bagaimana impelmentasi dari teori yang didapat langsung dipraktik dalam proses learning dan isunya juga luar biasa. Kolaborasi ini bikin terobosan menjadi Universitas Budi Luhur semakin strong, semakin keren, karena mahasiswanya keren. Mudah-mudahan ini jadi doa di acara ini banyak menjadi Dubes alumni dari Universitas Budi Luhur,” ujar Prof Agus dalam sambutannya.
Baca juga : Siapkan Startup Gim Lokal, Telkom Kolaborasi Kemendag Raih Pasar Global
Dekan FISSIG, Dr. Yusran, S.I.P, M.Si menjelaskan, fokus utama dari ujian ini adalah simulasi strategi diplomasi dan langkah komunikasi dalam penanganan konflik Laut China Selatan.
Dengan menggabungkan keahlian mahasiswa dari dua disiplin ilmu yang berbeda, Universitas Budi Luhur berharap dapat menghasilkan pemikiran kreatif dan solusi inovatif untuk masalah yang kompleks dan menantang dalam hubungan internasional.
“Tema ini bahwa konflik laut China Selatan menjadi isu debat Capres. Hari ini disimulasikan isu tersebut bisa memberikan penjelasan dan memeberikan solusi menjadi tempat lobi & negoisasi,” terang Dr. Yusran.
Baca juga : Prudential Indonesia Siap Berkolaborasi dengan RS Rujukan Kemenkes
Melalui kolaborasi ini, mahasiswa diharapkan dapat mengembangkan keterampilan diplomasi dan komunikasi yang dibutuhkan dalam menanggapi isu-isu global kontemporer, khususnya terkait konflik kompleks di kawasan Laut China Selatan.
Para mahasiswa akan menghadapi tantangan simulasi yang membutuhkan pemikiran strategis, analisis situasional, serta kemampuan komunikasi yang efektif.
Dengan merespons skenario yang disusun dengan cermat, mahasiswa diharapkan dapat menyusun solusi-solusi yang realistis dan relevan. Acara ini dan melihat secara langsung bagaimana mahasiswa kami merespon tantangan kompleks dalam konteks hubungan internasional dan desain kreatif.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya