Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Manusia adalah makhluk sosial. Ia hidup dalam hubunganya dengan orang lain dan hidupnya bergantung kepada orang lain. Karena itu, manusia tidak mungkin hidup dengan layak di luar masyarakat. Manusia pada dasarnya adalah individu yang mempunyai kecenderungan untuk bermasyarakat.
Menurut psikolog, manusia adalah makhluk sosial. Kehidupan manusia akan bermakna bila dia hidup di tengah-tengah masyarakat lainya. Oleh karena itu, Imam Qastalani mengatakan, salah satu cabang iman dari seseorang adalah kemampuan bermasyarakat. Sehingga Allah Subhanahu Wata’ala memberikan kehidupan yang baik dan kemurahan rezeki bagi orang yang selalu mengadakan kontak sosial dalam masyarakat.
Kebudayaan dan masyarakat manusia sebagai makhluk sosial merupakan dwitunggal yang tidak terpisahkan. Oleh karena itu, masyarakat adalah orang yang hidup bersama yang menghasilakn kebudayaan. Maka, tidak ada masyarakat yang tidak mempunyai kebudayaan dan sebaliknya tidak ada kebudayaan tanpa adanya masyarakat sebagai wadah dan pendukungnya.
Sedangkan budaya sekolah merupakan kebaisaan-kebiasaan, nilai-nilai, norma-norma, ritual, mitos yang dibentuk dalam perjalanan panjang sekolah yang dipegang bersama oleh kepala sekolah, guru, staf, adaministrasi, dan siswa sebagai dasar mereka dalam memahami dan memecahkan berbagai persoalan yang muncul disekolah. Kebudayaan mempengaruhi individu dengan berbagai cara akan tetapi individu juga mempengaruhi kebudayaan sehingga terjadi perubahan sosial.
Pendidikan adalah produk dari masyarakat dan kebudayaan. Sekolah merupakan tempat dalam mensosialisasikan nilai-nilai budaya yang tidak hanya terbatas pada nilai-nilai keilmuan saja, melainkan semua nilai-nilai kehidupan yang memungkinkan mampu mewujudkan manusia yang berbudaya.
Baca juga : Pasutri Digugat Tetangga Karena Ayam Berkokok
1. Masyarakat dan kebudayaan sekolah
Secara umum, pengertian masyarakat adalah sekumpulan individu-individu/orang yang hidup bersama. Masyarakat disebut dengan “society”, artinya adalah interaksi sosial, perubahan sosial, dan rasa kebersamaan. Istilah masyarakat berasal dari Bahasa Arab "syaraka" yang berarti (ikut serta dan berpartisipasi). Sedangkan menurut Soejono Soekanto, masyarakat adalah suatu sistem dari kebiasaan, tata cara, dari wewenang dan kerja sama antar berbagai kelompok, penggolongan, dan pengawasan tingkah laku serta kebiasaan-kebiasaan manusia.
Masyarakat merupakan suatu bentuk kehidupan bersama untuk jangka waktu yang cukup lama sehingga menghasilkan suatu adat istiadat. Sedangkan masyarakat menurut Selo Soemardjan (dalam Soerjono Soekanto, 2006:22) adalah orang-orang yang hidup bersama yang menghasilkan kebudayaan dan mereka mempunyai kesamaan wilayah, identitas, mempunyai kebiasaan, tradisi, sikap, dan perasaan persatuan yang diikat oleh kesamaan. Dari sini dapat disimpulkan bahwa masyarakat merupakan sekumpulan manusia yang berinteraksi dalam suatu hubungan sosial. Mereka mempunyai kesamaan budaya, wilayah, dan identitas, mempunyai kebiasaan, tradisi, sikap, dan perasaan persatuan yang diikat oleh kesamaan.
Sedangkan kebudayaan sekolah merupakan sistem pendidikan mengembangkan pola kelakuan tertentu sesuai dengan yang diharapkan oleh masyarakat dan murid-murid. Kehidupan di sekolah serta norma-norma yang berlaku di situ dapat disebut dengan kebudayaan sekolah. Budaya sekolah merupakan kebiasaan-kebiasaan, nilai-nilai, norma, ritual, mitos yang dibentuk dalam perjalanan panjang sekolah yang dipegang bersama oleh kepala sekolah, guru, staf administrasi, dan siswa sebagai dasar mereka dalam memahami dan memecahkan berbagai persoalan yang muncul di sekolah (Zamroni, 2003; 149).
Walaupun kebudayaan sekolah merupakan bagian dari kebudayaan masyarakat luas, namun mempunyai ciri-ciri yang khas sebagai suatu “subculture”. Sekolah bertugas untuk menyampaikan kebudayaan kepada generasi baru dan harus selalu memperhatikan masyarakat dan kebudayaan umum. Akan tetapi disekolah itu sendiri timbul pola-pola kelakuan tertentu. Ini mungkin sekolah mempunyai kedudukan yang agak terpisah dari arus umum kebudayaan.
Baca juga : Memaknai Kebebasan Beragama
Sebagaimana halnya dengan keluarga dan institusi social lainya sekolah merupakan salah satu institusi sosial yang mempengaruhi proses sosialisasi dan berfungsi mewariskan kebudayaan masyarakat kepada anak. Sekolah merupakan suatu system sosial yang mempunyai organisasi yang unik dan pola relasi diantara para anggotanya yang bersifat unik, hal ini dikarenakan tiap-tiap sekolah memiliki aturan tata tertib, kebiasaan, upacara-upacara, mars/hymne sekolah, pakaian seragam dan lambanglambang yang lain yang memberikan corak khas kepada sekolah yang bersangkutan.
2. Hubungan Mayarakat dengan Budaya Sekolah
Sekolah, sebagai bagian dari masyarakat, sekolah dapat didefinisikan sebagai lembaga pendidikan formal dengan individu-individu muda mendapatkan pengetahuan, keterampilan, dan nilai-nilai budaya dari generasi sebelumnya. Sekolah adalah tempat di mana siswa belajar, berinteraksi, dan berkembang dalam lingkungan yang terstruktur. Mereka tidak hanya memperoleh pengetahuan akademik,tetapi juga mengembangkan keterampilan sosial, emosional, dan kognitif yang penting dalam kehidupan sehari-hari.
Pendidikan sendiri adalah suatu proses budaya. Namun, nilai-nilai yang mana yang seharusnya dikembangkan atau dibudayakan dalam proses pendidikan yang berkualitas. Dengan demikian sekolah menjadi tempat dalam mensosialisasikan nilai-nilai budaya yang tidak hanya terbatas pada nilai-nilai keilmuan saja, melainkan semua nilai-nilai kehidupan yang memungkinkan mampu mewujudkan manusia yang berbudaya.
Dalam terminologi kebudayaan, pendidikan yang berwujud dalam bentuk lembaga atau instansi sekolah dapat dianggap sebagai pranata sosial yang di dalamnya berlangsung kegiatan tertentu yaitu interaksi antara pendidik dan peserta didik sehingga mewujudkan suatu sistem nilai atau keyakinan, norma juga kebiasaan yang di pegang bersama.
Baca juga : Cawagub Nyanyang dan Pemuda Kepri Syukuran Ultah Ke-73 Prabowo
3. Pengaruh Kebudayaan Sekolah Terhadap Masyarakat
Masyarakat dan kebudayaan sekolah merupakan dua hal yang saling terkait dan mempengaruhi satu sama lain. Masyarakat sebagai lingkungan sosial tempat sekolah berada memiliki pengaruh yang besar terhadap kebudayaan sekolah. Kebudayaan sekolah sendiri merupakan nilai-nilai, norma, dan perilaku yang diadopsi oleh sekolah sebaga institusi pendidikan.
Setiap sekolah harus relevan dengan kebutuhan masyarakat. Karena sekolah didirikan oleh masyarakat untuk mempersiapkan anak untuk masyarakat. Kebudayaan dan masyarakat manusia sebagai makhluk sosial merupakan dwitunggal yang tidak terpisahkan. Oleh karena itu masyarakat adalah orang yang hidup bersama yang menghasilkn kebudayaan. Maka, tidak ada masyarakat yang tidak mempunyai kebudayaan dan sebaliknya tidak ada kebudayaan tanpa adanya masyarakat sebagai wadah dan pendukungnya.
Sedangkan budaya sekolah merupakan kebaisaan-kebiasaan, nilai-nilai, norma-norma, ritual, mitos yang dibentuk dalam perjalanan panjang sekolah yang dipegang bersama oleh kepala sekolah, guru, staf, adaministrasi, dan siswa sebagai dasar mereka dalam memahami dan memecahkan berbagai persoalan yang muncul disekolah. Kebudayaan mempengaruhi individu dengan berbagai cara akan tetapi individu juga mempengaruhi kebudayaan sehingga terjadi perubahan sosial.
Fahri Faturohman,M.Pd
Mahasiswa Pascasarjana IAI Persis Bandung
Mahasiswa Pascasarjana IAI Persis Bandung
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya