Dark/Light Mode

Terima Rektor Unperba, Bamsoet Dorong Peningkatan KIP Kuliah bagi Mahasiswa Kurang Mampu

Kamis, 6 Februari 2025 17:01 WIB
Ketua Dewan Pembina Universitas Perwira Purbalingga Bambang Soesatyo (kanan). (Foto: Istimewa)
Ketua Dewan Pembina Universitas Perwira Purbalingga Bambang Soesatyo (kanan). (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pendiri dan Ketua Dewan Pembina Universitas Perwira Purbalingga (Unperba) Bambang Soesatyo (Bamsoet) mendorong pemerintah terus meningkatkan bantuan Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP Kuliah) bagi para lulusan SMA/SMK/Sederajat yang kurang mampu agar dapat melanjutkan kuliah di perguruan tinggi. Dengan memberikan bantuan biaya pendidikan, KIP Kuliah tidak hanya membantu siswa menyelesaikan pendidikannya, tetapi juga berkontribusi pada upaya memutus rantai kemiskinan di masyarakat.

Kata Bamsoet, melalui KIP Kuliah, Pemerintah tidak hanya membuka pintu bagi lulusan SMA/SMK/Sederajat untuk menggapai impian mereka, tetapi juga berinvestasi pada masa depan bangsa. "Dengan meningkatkan kualitas sumber daya manusia, Indonesia dapat bergerak menuju kemajuan yang lebih signifikan di berbagai sektor," ujarnya, saat menerima Rektor Unperba Eming Sudiyana di Jakarta, Kamis (8/2/2025).

Baca juga : Bertemu AHY, Bamsoet Dorong Pemenuhan Perumahan Rakyat

Ketua MPR ke-15 dan Ketua DPR ke-20 ini menuturkan, ketersediaan pendidikan tinggi yang berkualitas merupakan salah satu kunci untuk mencapai kemajuan sosial dan ekonomi suatu negara. Namun, masih banyak lulusan SMA/SMK/Sederajat yang memiliki potensi akademik baik, tetapi terhambat untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi karena keterbatasan ekonomi. 

Program KIP Kuliah memberikan beberapa manfaat antara lain biaya pendidikan dan biaya hidup. Biaya pendidikan akan disalurkan langsung kepada perguruan tinggi sesuai dengan akreditasi program studi (Prodi). Dengan demikian, mahasiswa penerima KIP Kuliah tidak perlu merasa cemas mengenai biaya kuliah setiap semester.

Baca juga : Geram Penembakan 5 WNI, DPR Dorong Pemerintah Kirim Nota Protes Ke Malaysia

"Bantuan biaya hidup juga akan diberikan kepada mahasiswa penerima KIP Kuliah yang terpilih. Besaran bantuan ini akan disesuaikan dengan wilayah tempat tinggal mahasiswa. Bantuan ini bertujuan untuk mendukung pemenuhan kebutuhan sehari-hari selama masa perkuliahan," kata Bamsoet.

Dosen Tetap Universitas Pertahanan (UNHAN), Universitas Borobudur, dan Universitas Jayabaya ini menambahkan, dengan adanya KIP Kuliah, diharapkan semakin banyak siswa dari keluarga kurang mampu yang memiliki kesempatan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi. Ini sangat penting mengingat pendidikan tinggi memiliki peranan strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. 

Baca juga : Bamsoet Dorong APLI Terus Tingkatkan Industri Penjualan Langsung di Indonesia

Pada 2024, Pemerintah telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 13,9 triliun untuk memenuhi kuota KIP Kuliah yang mencapai 985.577 mahasiswa. Di 2025, anggaran KIP Kuliah dinaikan sekitar Rp 1 triliun dari tahun sebelumnya, menjadi Rp 14,69 triliun.

"Karena itu, dukungan dan sosialisasi yang lebih luas mengenai KIP Kuliah sangat diperlukan agar lebih banyak calon mahasiswa yang merasakan manfaat program ini," pungkas Bamsoet.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.