Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Terima Pengurus Baru APLI
Bamsoet Dorong Peningkatan Kontribusi Penjualan Langsung pada Ekonomi Nasional
Kamis, 23 Januari 2025 16:13 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Ketua Dewan Penasehat Asosiasi Penjualan Langsung Indonesia (APLI) dan Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bambang Soesatyo (Bamsoet) menuturkan, sektor penjualan langsung (direct selling) di Indonesia menjadi salah satu pilar penting dalam perekonomian nasional. Termasuk dalam mendukung program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto yang menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 8 persen.
Menurut Bamsoet, sektor ini memungkinkan masyarakat untuk menjalankan bisnis secara mandiri tanpa memerlukan modal yang besar, sekaligus menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan pendapatan masyarakat.
Dia mengutip hasil survei Federasi Dunia Asosiasi Penjualan Langsung atau WFDSA (World Federation Direct Selling Association) tahun 2023, yang menunjukkan besarnya income dari industri penjualan langsung di dunia, mencapai sekitar 186 miliar dollar Amerika atau sekitar Rp 2.800 triliun.
Baca juga : Gandeng UI, Menekraf Dorong Pembentukan Konsorsium Pendidikan Tinggi Ekraf
"Sementara, berdasarkan data Asosiasi Penjualan Langsung Indonesia (APLI), industri direct selling Indonesia mengalami pertumbuhan rata-rata sekitar 15 persen setiap tahunnya," ujar Bamsoet, saat menerima Pengurus baru APLI di Jakarta, Kamis (23/1/2025). Pengurus baru APLI hadir antara lain Dewan Pembina Afianto Tjia, Ketua Umum Andam Dewi, Sekjen Ina Rachman, Ketua 1 Petrus Irianto Herwono dan Ketua 2 Angga Pambudi Adji.
Ketua MPR ke-15 dan Ketua DPR ke-20 ini menjelaskan, program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto yang berfokus pada peningkatan kesejahteraan masyarakat dan pertumbuhan ekonomi inklusif, sejalan dengan karakteristik sektor penjualan langsung. Selain menciptakan lapangan kerja, penjualan langsung juga berkontribusi terhadap pemberdayaan ekonomi lokal.
Melalui model bisnis penjualan langsung, kata Bamsoet, masyarakat dapat dengan mudah terlibat dalam kegiatan ekonomi, mengurangi angka pengangguran, dan meningkatkan daya beli masyarakat. Sektor penjualan langsung tidak hanya sekedar jual beli produk, tetapi juga tentang pengembangan keterampilan soft skill.
Baca juga : Bamsoet Dorong Komunitas Otomotif Tingkatkan Kegiatan Sosial
"Tenaga penjual dilatih untuk meningkatkan kemampuan komunikasi, pemasaran, dan manajemen waktu. Pelatihan yang diberikan oleh perusahaan-perusahaan penjualan langsung juga membantu tenaga penjual untuk mengelola keuangan pribadi mereka dengan lebih baik," kata Bamsoet.
Wakil Ketua Umum Partai Golkar ini mengingatkan, di era digital seperti sekarang, sektor penjualan langsung harus bertransformasi dengan mengadopsi teknologi informasi dan komunikasi. E-commerce dan platform media sosial menjadi saluran penting untuk memasarkan produk. Hal tersebut sejalan dengan visi pemerintah untuk mendorong digitalisasi sebagai bagian dari transformasi ekonomi nasional.
Namun, sektor penjualan langsung di Indonesia juga menghadapi tantangan. Praktik bisnis yang tidak etis dan keberadaan perusahaan ilegal dapat merusak reputasi sektor ini.
Baca juga : Buka Webinar FKPPI dan BNPB, Bamsoet Dorong Peningkatan Kewaspadaan Bencana
Karena itu, kata Bamsoet, regulasi yang jelas dan efektif sangat diperlukan untuk memastikan keberlanjutan dan pertumbuhan sektor penjualan langsung. "Pemerintah dan asosiasi penjualan langsung perlu bekerja sama dalam memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai perbedaan antara perusahaan yang sah dan ilegal," pungkas Bamsoet.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya