Dark/Light Mode

UID Gelar Wisuda, Terus Siapkan Penerus Bangsa Berkarakter Islami

Kamis, 27 Februari 2025 22:30 WIB
Wisuda Universitas Islam Jakarta (UID), di Gedung Balai Sudirman, Jakarta Selatan, Rabu (26/2/2025). (Foto: Dok. UID)
Wisuda Universitas Islam Jakarta (UID), di Gedung Balai Sudirman, Jakarta Selatan, Rabu (26/2/2025). (Foto: Dok. UID)

RM.id  Rakyat Merdeka - Universitas Islam Jakarta, atau yang dikenal dengan sebutan UID, menggelar Prosesi Wisuda, di Gedung Balai Sudirman, Jakarta Selatan, Rabu (26/2/2025). Jumlah wisudawan sebanyak 348, terdiri dari Sarjana (S1), Magister (S2), dan Program Doktor (S3) 

Rektor Universitas Islam Jakarta, Prof Raihan menyampaikan, sebagai Lembaga Perguruan Tinggi Islam tertua yang didirikan Yayasan Wakaf Perguruan Tinggi Islam Jakarta pada 14 Nopember 1951, UID terus menyiapkan generasi penerus bangsa yang berkarakter Islami, serta membentuk karakter pemimpin yang berintegritas dan berkompeten di berbagai bidang.

"Pada wisuda kali ini, para wisudawan telah dibekali dengan penguatan-penguatan berbasis digital di era digitalisasi saat ini. Banyak program kurikulum maupun program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang diikuti mahasiswa, baik MBKM yang ditetapkan Pemerintah maupun MBKM Mandiri, dan kita memfasilintasi mahasiswa memilih yang mana," ujarnya.

Baca juga : Bicara Di UGM, Eddy Soeparno Tekankan Pentingnya Kebijakan Berbasis Data Dan Riset Ilmiah

Prof Raihan berharap dua hal pada Menteri Pendidikan Tinggi, Riset dan Teknologi Brian Yulianto. Pertama, terkait Otonomi Perguruan Tinggi ke depan bisa terus dikembangkan. Sehingga perguruan tinggi bisa leluasa untuk memberikan penambahan-penambahan dan spesifikasi sesuai dengan kekuatan perguruan tinggi tersebut. "Jadi, kami mendorong pemerintah agar otonomi perguruan tinggi itu terus dilakukan," ujarnya.

Kedua, menyangkut regulasi-regulasi perguruan tinggi untuk direvisi, terutama Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2023 tentang Penjaminan Mutu Pendidikan, dan Permendikbudristek Nomor 44 tahun 2024 tentang Profesi Dosen, yang merugikan perguruan tinggi khususnya perguruan tinggi swasta.

Kata dia, perguruan tinggi swasta memiliki masalah tersendiri dibandingkan dengan perguruan tinggi negeri, sedangkan indikator-indikator yang diberikan sama. Saat ini, perguruan tinggi swasta kekurangan mahasiswa seluruh Indonesia, sementara perguruan tinggi negeri membuka penerimaan mahasiswa baru sampai begitu luas. 

Baca juga : Lelang Frekuensi Diharapkan Buka Peluang Akses Internet Murah

"Untuk itu, kita berharap, hal itu bisa dibatasi. Perguruan Tinggi Negeri agar fokus pada Word Class University, sedangkan Perguruan Tinggi Swasta lebih kepada hal-hal yang berkaitan peningkatan mutu secara nasional," tegas Ketua Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) Wilayah III DKI Jakarta ini.

Dia menegaskan, wisuda ini merupakan wujud keberhasilan dalam program MBKM. Dengan bekal ilmu yang baik, serta nilai-nikai ke-Islaman, pihaknya berharap para wisudawan menjadi insan akademik serta intelektual, sehingga bisa memecahkan masalah-masalah yang ada di masyarakat.

"Berbekal ilmu yang telah dipelajari di kampus, kami berharap para alumni selain dapat bersaing di dunia lapangan pekerjaan, juga terlibat dapat pembangunan dan kemajuan negara sesuai keahlian dan profesinya sesuai nilai-nilai budaya dan akhlak yang baik," pungkasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.