Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - Fajirah Hasana Habeahan, siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Humbang Hasundutan (Humbahas), lulus Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2025 di Universitas Indonesia (UI). Fajirah diterima di Program Studi Pendidikan Dokter Gigi UI.
Sebagaimana dimuat di laman kemenag.go.id, Fajirah sangat senang dapat mewujudkan impiannya menjadi mahasiswa UI, terutama di program studi favoritnya. Perempuan asal Desa Matiti, Kecamatan Dolok Sanggul, itu tak menyangka bisa diterima di perguruan tinggi negeri, apalagi UI.
“Ini adalah suatu kebahagiaan dan kebanggaan terbesar bagi diri, keluarga, dan sekolah saya. Jujur, saya tidak pernah menyangka bahwa saya bisa diterima di PTN (Perguruan Tinggi Negeri) melalui SNBP di Universitas Indonesia,” ungkapnya, Sabtu (5/4/2025).
Baca juga : UNJ Siap Hadirkan Pendidikan Inovatif Dan Transformatif
Pilihan Fajirah mengambil Jurusan Pendidikan Dokter Gigi bukan tanpa alasan. Sejak kecil, ia sudah tertarik pada dunia kesehatan dan bercita-cita berkontribusi dalam bidang kesehatan.
“Pendidikan Dokter Gigi adalah bidang yang menggabungkan ilmu pengetahuan dan kepedulian terhadap kesehatan masyarakat, sehingga saya merasa program studi ini adalah pilihan yang tepat," ungkap dia.
Tidak hanya cerdas, Fajirah juga dikenal sebagai sosok yang giat belajar. Ia mengikuti program akselerasi baik di tingkat Madrasah Tsanawiyah (MTs) maupun Madrasah Aliyah (MA). Bahkan pernah mendapat juara III KSM bidang studi Kimia Tingkat Provinsi Sumatera Utara.
Baca juga : Memperkokoh SDM Dan Pendidikan Karakter
Menurutnya, kunci keberhasilan tersebut adalah semangat belajar tinggi, strategi belajar yang efektif, dan hormat kepada guru apalagi kepada orang tua.
Untuk kuliah nanti, ia menyadari bahwa tantangan terbesar yang harus dihadapinya adalah perbedaan pendidikan di desa dengan kota. Namun, Fajirah tidak memandang hal tersebut sebagai hambatan, melainkan peluang untuk belajar dari teman-teman yang lebih paham tentang perbedaan itu.
“Mereka pada umumnya sudah lebih matang dalam berpikir dan memiliki pengalaman sosial yang lebih banyak. Saya melihat ini sebagai kesempatan untuk belajar dari mereka. Saya berusaha membangun komunikasi yang baik dan aktif mengikuti kegiatan kampus agar lebih mudah berbaur,” jelasnya.
Baca juga : 40 Perkara Saat Pilkada Bakalan Diketok Hari Ini
Di balik kesuksesan Fajirah, ada dukungan penuh dari kedua orang tuanya yang selalu memberikan motivasi dan fasilitas belajar. Ia juga merasa beruntung memiliki lingkungan yang mendukungnya untuk terus berprestasi.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya