Dark/Light Mode

Penguatan Pendidikan Jarak Jauh Melalui SMP Terbuka

Rabu, 21 Mei 2025 13:50 WIB
Pembahasan model Pendidikan Jarak Jauh pada SMP Terbuka oleh YSRI dan Direktorat SMP, Kemendikdasmen, Selasa (20/5/2025). (Foto: Istimewa)
Pembahasan model Pendidikan Jarak Jauh pada SMP Terbuka oleh YSRI dan Direktorat SMP, Kemendikdasmen, Selasa (20/5/2025). (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Salah satu program prioritas Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) adalah pelaksanaan Pendidikan Jarak Jauh. Model pengembangan Pendidikan Jarak Jauh dapat dilakukan dengan berbagai skema dan pendekatan.

Pembahasan mengenai model Pendidikan Jarak Jauh, terutama pada jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) Terbuka dilakukan antara Yayasan Sekolah Rakyat Indonesia dengan Direktorat SMP. Kegiatan ini dilakukan di Gedung E Kemendikdasmen, Jakarta, Selasa (20/5/2025).

Hadir dalam pembahasan, di antaranya Direktur SMP Maulani Mega Hapsari, Ketua Tim Wajar Dikdas dan Kesetaraan Syahda Sukma Indirira, perwakilan Direktorat SMP Kader Revolusi, Ketua Umum Yayasan Sekolah Rakyat Indonesia (YSRI) Misbah Fikrianto, Bendahara Yayasan Sekolah Rakyat Indonesia Eko Hadi, Sekretaris Yayasan Sekolah Rakyat Indonesia Mohammad Kodir, dan Pengelola Tempat Kegiatan Belajar Mandiri (TKBM) Depok Suryamin.

Baca juga : Bangun Kekuatan Pangan Jakarta, Dharma Jaya Jalin Kemitraan Strategis Dengan BUMD Kediri

SMP Terbuka melalui pelaksanaan TKBM dibahas sebagai bagian dari layanan pendidikan alternatif yang ditujukan kepada anak-anak dan individu yang menghadapi keterbatasan yang menghalangi mereka belajar di sekolah reguler. Seperti keterbatasan waktu, sumber daya ekonomi, atau lokasi geografis.

Inisiatif ini memiliki sejarah panjang, yang dimulai sejak era pendidikan wajib belajar 9 tahun, yang dirancang dengan mempertimbangkan paranaan partisipasi masyarakat. Semboyan utama yang terkait dengan upaya ini termasuk memastikan "tidak ada anak yang tertinggal" dan memandang "pendidikan sebagai bagian dari ibadah," memanfaatkan pemimpin masyarakat dan agama untuk mendorong partisipasi, terutama di daerah-daerah di mana kesadaran orang tua mungkin rendah.

Layanan yang selama ini diberikan meliputi pendidikan formal melalui SMP Terbuka dan pendidikan nonformal melalui pendidikan kesetaraan. YSRI telah terlibat sejak tahun 2001, mengelola program SMP dan SMA Terbuka, khususnya di Jawa Barat.

Baca juga : Gandeng Nara Kreatif, Dermies Max by ERHA Dukung Pendidikan Berkualitas

Direktur SMP Kemendikdasmen Maulani Mega Hapsari menguatkan pentingnya peran masyarakat dalam mendukung pelaksanaan SMP Terbuka. “Harapannya, SMP Terbuka dilakukan peningkatan dan perbaikan pengelolaannya,” ucap Mega.

Ketua YSRI Misbah Fikrianto menyampaikan, peran masyarakat dalam pengelolaan TKBM memberikan manfaat yang besar. “Pengembangan Pendidikan Jarak Jauh dengan berbagai model dapat dilakukan dengan kolaborasi dengan masyarakat,” ucap Misbah.

Dukungan program prioritas ini melibatkan berbagai pihak untuk kemajuan Pendidikan Jarak Jauh. “Semoga Pendidikan Jarak Jauh dapat terus menjadi layanan pembelajaran, baik pada jenjang SMP maupun SMA di Indonesia,” ucapnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.