Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Karya Prodi Interior Design President University Tembus Pasar Internasional
Jumat, 23 Mei 2025 20:19 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Prodi Interior Design President University (Presuniv) kembali menorehkan prestasi gemilang usai karya produk desain mahasiswa dan dosennya mampu menembus pasar internasional. Karya desain yang berupa produk furniture seperti produk mebel dan kursi itu telah dipesan sejumlah buyer dari Amerika Serikat, Kolombia, Australia, dan Jepang.
Dosen Prodi Interior Design President University Prabu Wardono menerangkan, pihaknya secara rutin membantu pabrik mebel di Cirebon, yaitu PT Dilmoni dan PT Balagi. Karya tersebut yang kemudian dipesan para bayer dari luar negeri.
“Untuk membantu mereka, biasanya saya mulai dengan membuat desain mebel dan kursi dalam bentuk sketsa. Kemudian sketsa itu dikembangkan menjadi prototype untuk kemudian dipasarkan ke bayer-bayer luar negeri," jelas Prabu, dalam keterangan yang diterima redaksi, Jumat (23/5/2025).
Hasil produk desainnya telah dikirim ke perusahaan mebel ternama di Amerika yaitu Nalika dan Asaya. Termasuk juga ke Australia dan Kolombia.
Baca juga : Menag Terima Gelar Doctor of Divinity...
"Kalau buyer asal Jepang, mereka belinya dari PT Balaji, nama produknya Fikasa, itu lounge chair. Kursi ini desain baru saya yang kebetulan menarik minat pasar Jepang," jelas Prabu.
Selain itu, mahasiswa Interior Design Presuniv juga berhasil melakukan kerja sama dengan salah satu perusahaan furnitur asal Turki. Selama ini, mahasiswa Interior Design rutin memamerkan karya-karya hasil desainnya. Salah satunya lewat Pameran IFEX 2025 di Jakarta.
“Dari situ ada sekitar enam produk yang dilirik dari perusahaan asal Turki. Mereka tertarik untuk kerja sama," jelas Prabu.
Kunci keberhasilan produk mebel dan kursi berbahan rotan karya Presuniv mampu tembus pasar internasional terletak pada desainnya yang unik dan elegan.
Baca juga : Berbahasa Inggris, Mahasiswa President University Diskusi Sama CEO JOE Green Group
Prabo menjelaskan, produk yang dipilih harus memenuhi kebutuhan pasar dunia. Misalnya untuk dipakai di restoran-restoran, di bistro, di cafe, di hotel dan lain sebagainya. Setelah kriteria dasar itu terpenuhi, baru kemudian pihaknya coba mempertimbangkan selera. Misalnya selera pasar untuk Jepang berbeda dengan selera pasar di Eropa atau dengan Australia dan Amerika dan sebagainya.
“Termasuk tren dan ukuran juga menjadi salah satu pertimbangan untuk dipenuhi oleh mahasiswa dalam mendesain produknya," jelas Prabu.
Tak hanya itu, menurut doktor lulusan Chiba University, Jepang ini, selain kompetensi dasar mendesain mebel kursi, yang perlu dimiliki mahasiswa untuk bisa memenuhi kebutuhan pasar mebel rotan luar negeri ialah kemampuan mengeksploitasi bahan rotan sejauh mungkin sesuai karakter bahannya yang lentur yang berbeda dengan bahan kayu atau metal.
"Mahasiswa juga harus mampu menawarkan solusi desain yang baru yang belum pernah dibuat pabrik mana pun di dunia," imbuh Prabu.
Baca juga : PHE Catatkan Debut Sukses di Pasar Modal Internasional
Dekan Faculty of Art, Design, dan Architecture (FADA) President University, Agus Canny, menambahkan bahwa pihaknya memang sangat fokus dalam mendidik mahasiswa agar mampu berdaya saing di tingkat global. Metode ajar di President University yang menerapkan sepenuhnya menggunakan Bahasa Inggris sangat berguna untuk bekal mahasiswa. Mereka bisa membuat proposal dan berkomunikasi dalam Bahasa Inggris dengan network dan relasinya di luar negeri.
“Hal ini kemudian ditunjang keterampilan desain, dan pemahaman yang diperlukan untuk menciptakan karya desain yang fungsional dan estetis. Hal ini meneurut saya sebagai keunggulan yang tak dimiliki prodi interior design di kampus lain," ungkap Agus.
Dengan keberhasilan menembus pasar ekspor ini, Prodi Interior Design secara tidak langsung juga menjadi satu alat yang sangat strategis untuk bisa mengangkat semua nilai-nilai desain dan kerajinan Indonesia.
"Setiap produk pasti akan membutuhkan tenaga-tenaga desainer. Sehingga lulusan-lulusan di Presuniv ini akan sangat strategis kalau diarahkan kemampuannya untuk bisa mendukung dunia industri furnitur dan kerajinan Indonesia," tandas Agus Canny.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya