Dark/Light Mode

Setelah Dipanggil Presiden, Mensesneg Dan Seskab

Hasan Nasbi Batal Mundur

Rabu, 7 Mei 2025 07:47 WIB
Hasan Nasbi. (Foto: Rakyat Merdeka)
Hasan Nasbi. (Foto: Rakyat Merdeka)

RM.id  Rakyat Merdeka - Hasan Nasbi akhirnya batal mundur sebagai Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan (Presidential Communication Office/PCO). Mulai Selasa (6/5/2025), Hasan sudah ngantor lagi di PCO. Sikap ini diambil setelah Hasan dipanggil Presiden Prabowo Subianto, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

Sebelum ngantor lagi, Hasan terlebih dahulu nongol dan ikut rapat Kabinet Paripurna di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (5/5/2025). Hasan duduk di barisan para menteri dan kepala badan. Baju yang dipake sama dengan pejabat yang lain; kemeja putih dengan 2 kantong dan celana hitam.

Sehari setelah ikut rapat kabinet, Hasan yang menyatakan mundur pada 21 April 2024 lalu,  kembali muncul di kawasan Istana. Dia mengaku datang untuk kembali bekerja di Kantor PCO.

"Per hari ini saya kembali berkantor di PCO," ujar Hasan kepada wartawan di Kantornya, Jakarta, Selasa (6/5/2025).

Hasan mengaku, Presiden Prabowo memerintahkannya untuk terus menjabat sebagai kepala PCO.

"Saya kan loyal sama Presiden. Jadi, tahu diri itu, bukan sesuatu yang bertentangan dengan loyalitas kan. Tapi begitu diperintahkan melanjutkan, ya sudah, kita sebagai bawahan beliau, sebagai anak bawahan beliau, ya patuh untuk melanjutkannya," tegasnya.

Pria berdarah Minang ini menegaskan, selama ini tak ada masalah antara dirinya dengan Istana Kepresidenan. Ia tak mengelak ada hal yang tidak bisa ia atasi. Namun, keputusan dia mengajukan pengunduran diri sebelumnya, tak berarti ia marah, apalagi ngambek.

Baca juga : Netizen Ngeluh Perang Dagang Berlarut-larut

"Kemarin itu ada hal yang mungkin memang tidak bisa saya atasi sama sekali. Jadi bukan kemarahan, bukan ngambek, bukan hard feeling," kata Hasan.

Usai mengajukan surat pengunduran diri, Hasan mengaku sudah dipanggil Presiden. Selain dengan Prabowo, Hasan juga bertemu dengan Mensesneg Prasetyo dan Seskab Teddy.

Ia menyebut instruksi untuk meneruskan amanahnya sebagai Kepala PCO itu disampaikan oleh Pras dan Teddy. "Pada momen itu, saya diperintahkan untuk meneruskan tugas memimpin kantor PCO," ucapnya.

Eks Jubir Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran di Pilpres 2024 ini menyampaikan pesan Prabowo melakukan perbaikan dan evaluasi.

Kata Hasan, peran antara dirinya dan Mensesneg sebagai Juru Bicara (Jubir) Presiden sama sekali tak tumpang tindih.

Dia menjelaskan, jika Mensesneg lebih aktif bicara, sama sekali tidak bertabrakan dengan tugasnya. Tugas dan fungsi Kantor Komunikasi Kepresidenan telah diatur dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 82 Tahun 2024. Yakni mengkomunikasikan informasi strategis terkait visi Astacita Presiden Prabowo serta program prioritas lain.

Sedangkan Mensesneg sebagai pejabat paling senior di Istana, juga punya kewenangan menyampaikan informasi apa pun terkait kebijakan Pemerintah. "Mensesneg itu juga bisa bicara apa saja, karena beliau yang paling tahu semua kebijakan Pemerintah," ujar dia.

Baca juga : Bahlil: Yang Bermain-main, Pasti Berurusan Dengan Saya

Sekadar mengingatkan, Hasan mengumumkan pengunduran diri dari jabatan kepala PCO lewat video singkat diunggah di akun Instagram @totalpolitikcom Selasa (29/4/2025).

"Teman-teman semua, hari Senin tanggal 21 April 2025 adalah hari terakhir saya menjalani aktivitas di kantor komunikasi kepresidenan. Itu sebabnya hari ini diabadikan," katanya.

Pendiri Cyrus Network ini mengaku beberapa kali menyampaikan di berbagai forum, soal kesiapannya mundur bila ada yang tidak bisa diatasinya. Namun, dia tak mengungkap persoalan yang dimaksud. "Ini bukan keputusan tiba-tiba dan bukan keputusan emosional," klaimnya.

Esoknya, Seskab menanggapi. Kata Prasetyo, Presiden masih mempelajari pengunduran diri Hasan. "Bapak Presiden sudah kami laporkan dan beliau ingin terlebih dahulu mempelajarinya," ujar Prasetyo, Rabu (30/4/2025).

Tak sampai sebulan, Hasan nongol saat Sidang Kabinet Paripurna yang dipimpin Presiden Prabowo di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (5/5/2025). Dalam sidang kabinet tersebut, Hasan berkumpul bersama menteri, wakil menteri dan kepala lembaga yang tiba terlebih dulu Kabinet Merah Putih (KMP).

Mengenakan pakaian hitam putih, dresscode khas kalau rapat bareng Prabowo, Hasan duduk sejajar dengan Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq, Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Wihaji, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid, dan Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni.

Untuk diketahui, sebelum pengunduran dirinya, Hasan Nasbi menjadi sorotan usai membuat komentar gaduh. Namun, pernyataan Hasan itu disebut Presiden sebagai keseleo lidah.

Baca juga : Kejagung Sebut Ada Aliran Gratifikasi Dan Suap Ke Pejabat

Pernyataan itu disampaikan Presiden dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana, Senin (5/5/2025). Menurutnya, wajar jika ada juru bicara yang keseleo lidah. Apalagi yang keseleo lidah itu, baru menjabat.

"Ya namanya manusia, wajar, dia juga baru menjabat, iya nggak? Iya nggak?" tanya Presiden. "Kalau yang senior salah bicara, Pak Airlangga (Airlangga Hartarto) salah bicara, nggak bisa. Benar nggak? Ini yang baru-baru ini, benar nggak?" tanya Prabowo.

Preside  pun berterima kasih kepada semua anggota KMP. Menurut Prabowo, enam bulan Pemerintahannya, jajaranya berhasil membuktikan kerja sama yang apik. "Enam bulan pertama kita buktikan kerja sama kita baik, team work kita baik," sebut Presiden.

Ia pun kembali meminta, publik memberi permakluman dan mewajarkan jika ada kekhilafan. Mengingat KMP tak sepenuhnya diisi oleh pejabat senior. "Di sana-sini ada keseleo, ada khilaf, wajar. Karena ada menteri-menteri yang sudah senior, sudah lama pengalaman, ada yang baru," pintanya.

Sementara itu, Politisi PDI Perjuangan yang juga Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI Andreas Hugo Pareira meminta Jubir Istana atau Presiden lebih berhati-hati menyampaikan pernyataan di ruang publik. "Cermatlah dalam berkata-kata. Saya pernah mengimbau Hasan untuk meminta maaf," kata Andreas.

Diingatkan, dengan tantangan komunikasi kompleks, etalase terdepan Istana dan Presiden, butuh sosok yang tidak hanya loyal secara politik. Jubir, kata dia,  haruslah sosok yang visioner secara etika, serta mampu menjaga marwah demokrasi.

"Saya percaya Presiden Prabowo memilih sosok yang tidak hanya sambung pikirannya, tapi juga satu napas dalam memahami misi besar Pemerintahan ini," ujar Andreas.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.