Dark/Light Mode

ESOLIO 2025: Mewujudkan Generasi Global Melalui Bahasa, Kolaborasi, dan Budaya

Minggu, 22 Juni 2025 11:13 WIB
Para pemenang English for Speakers of Other Languages International Olympiad (Foto: Dok. ESOLIO)
Para pemenang English for Speakers of Other Languages International Olympiad (Foto: Dok. ESOLIO)

RM.id  Rakyat Merdeka - Dengan semangat membangun generasi muda global yang mahir berbahasa Inggris, berpikir kritis, dan mampu berkolaborasi lintas budaya, ajang perdana English for Speakers of Other Languages International Olympiad (ESOLIO) sukses digelar di kawasan wisata Kuta, Bali, 15-20 Juni 2025 

Diselenggarakan Abak Academy, kompetisi ini diikuti 86 siswa dari 4 negara: Indonesia, Thailand, Filipina, dan Vietnam. Para peserta merupakan perwakilan dan pemenang dari ESOLIO National Round yang telah dilaksanakan sebelumnya di negara masing-masing.

ESOLIO dibagi dalam tiga kategori jenjang yang disesuaikan dengan tingkat pendidikan peserta. Kategori Curious Walkers ditujukan untuk siswa sekolah dasar yang sedang membangun dasar-dasar keterampilan berbahasa Inggris. Kategori Determined Runners diperuntukkan bagi siswa sekolah menengah pertama yang mulai mengembangkan kemampuan berpikir analitis dan komunikasi yang lebih kompleks. Kategori Visionary Flyers ditujukan bagi siswa sekolah menengah atas yang telah siap menghadapi tantangan global melalui penggunaan bahasa Inggris dalam konteks akademik dan sosial yang lebih mendalam.

Tujuan utama dari ESOLIO adalah memberikan ruang bagi siswa-siswa non-native English speakers untuk menunjukkan kompetensi berbahasa Inggris mereka dalam konteks akademik dan sosial, sekaligus memperkuat karakter kolaboratif, empati lintas budaya, dan jiwa kepemimpinan global.

Baca juga : Mandjha Ivan Gunawan Dan Baznas Kolaborasi Kemanusiaan Untuk Palestina

Menurut Founder sekaligus Presiden ESOLIO dan Direktur Abak Academy, Munasprianto Ramli, keberhasilan edisi pertama ini merupakan pencapaian luar biasa. Awalnya, delapan negara menyatakan minat untuk bergabung. Karena faktor geopolitik dan kesiapan teknis, empat negara lainnya seperti Pakistan, Arab Saudi, Meksiko, dan Azerbaijan belum bisa berpartisipasi tahun ini.

"Namun, kami sangat bersyukur bahwa empat negara dapat hadir dan berkontribusi aktif. Ini pencapaian luar biasa untuk edisi perdana,” jelasnya, dalam keterangan yang diterima redaksi, Minggu (22/6/2025).

Lebih dari Sekadar Olimpiade

ESOLIO bukan hanya tentang lomba individu memperebutkan medali emas, perak, dan perunggu. Di dalamnya terdapat “Case Study Project”, sesi kolaboratif lintas negara di mana peserta dari berbagai latar belakang budaya bekerja dalam satu tim untuk menyelesaikan persoalan nyata.

Kegiatan ini dirancang tidak hanya sebagai ajang kompetisi, tetapi juga sebagai ruang pembelajaran yang mendorong pengembangan berbagai keterampilan abad ke-21. Para peserta diajak untuk mengasah kemampuan berpikir kritis dalam menyelesaikan tantangan yang kompleks, bekerja sama dalam tim lintas negara untuk membangun kolaborasi antar budaya, serta memperkuat keterampilan komunikasi global melalui berbagai aktivitas akademik dan sosial. Dengan pendekatan ini, ESOLIO berupaya membentuk generasi muda yang siap menjadi warga dunia yang aktif, cakap, dan empatik.

Baca juga : Adnan-Indah ke Perempat Final, BNI-PBSI Kolaborasi Majukan Bulu Tangkis

ESOLIO juga menawarkan pengalaman tak terlupakan melalui kegiatan cultural trip ke destinasi ikonik Bali seperti Pura Uluwatu, Garuda Wisnu Kencana, dan pertunjukan Kecak di Pantai Melasti, menjadikan momen ini sebagai festival budaya sekaligus ajang kompetisi. Kegiatan ini terlaksana berkat dukungan dari Peace Corps USA Indonesia, serta mitra akademik dari Thailand, Vietnam, Filipina, dan Pakistan, yang memberikan dukungan moral dan teknis sejak tahap perencanaan.

Apresiasi untuk Peserta

Koordinator Program S2 Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Jember dan juri ESOLIO, Siti Masrifatul Fitriyah, menyampaikan kekagumannya terhadap peserta. “Kemampuan mereka menulis dan berbicara dalam bahasa Inggris setara, bahkan dalam beberapa kasus, melampaui kemampuan mahasiswa,” ujarnya.

Joseph Davies, guru sukarelawan dari Peace Corps USA, juga menyampaikan kebanggaannya. “Saya terinspirasi oleh keberanian dan keterampilan para peserta. Ini bukan sekadar lomba bahasa, tapi sebuah forum global yang mempersiapkan pemimpin masa depan,” ucapnya.

Selain medali, peserta juga menerima penghargaan khusus: Best Writing, Best Speaking, dan Top Scorer di setiap jenjang.

Daftar Pemenang ESOLIO 2025

Pemenang ESOLIO Level Curios Walkers (Jenjang SD) 

Medali Emas

  1. Jirapat Utanwutipong   - Thailand
  2. Rada Sittiwangkul - Thailand
  3. Tissana Rukchai - Thailand
  4. Feyvel Buruti Zendrato - Indonesia
  5. Amiirah Zahraa Yasmina P. – Indonesia

Best Writing Awards

  1. Feyvel Buruti Zendrato - Indonesia
  2. Abighael Eugenia Darto - Indonesia
  3. Steve David Nickolay Wopari - Indonesia
  4. Jirapat Utanwutipong  - Thailand
  5. Tissana Rukchai – Thailand

 Best Speaker

  1. Steve David Nickolay Wopari -Indonesia
  2. Jirapat Utanwutipong - Thailand
  3. Suphakchaya Sunansa - Thailand
  4. Winona Ally Bong  - Indonesia
  5. Amanda Charissa – Indonesia

Top Scorer

Baca juga : LPKR Dukung Ketahanan Ekonomi Melalui Kemitraan dengan UMKM dan Kolaborasi Lokal

Jirapat Utanwutipong   - Thailand

Pemenang ESOLIO Level Determined Runners (Jenjeng SMP) 

Medali Emas

  1. Pun Jareonrattanawat - Thailand
  2. Waewprach Tantipuripat - Thailand
  3. Zara Maharani Khalisha Ariana - Indonesia
  4. Chetmanusa Naidu - Thailand
  5. Qariru Defa Pranaja - Indonesia
  6. Louise Janine B. Privado – Filipina

Best Writing Awards

  1. Mikaela Vanelle Kao
  2. Waewprach Tantipuripat
  3. Pun Jareonrattanawat
  4. Zara Maharani Khalisha Ariana
  5. Lindsey Lauw

Best Speaking 

  1. Chetmanusa Naidu - Thailand
  2. Mikayla Annabeth Lim - Indonesia
  3. Zara Maharani Khalisha Ariana - Indonesia
  4. Thanh Theerapasiri - Thailand
  5. Ashley Gwenn A. Peñaranda - Filipina

Top Scorer

Pun Jareonrattanawat - Thailand

Pemenang ESOLIO Level Visionary Flyers (Jenjang SMA) 

Medali emas

  1. Ali Mahdi Adinegoro - Indonesia
  2. Kalilla Aisyah Atmadibrata - Indonesia
  3. Annejhelique Lauresta - Filipina
  4. Chutikan Kongtavee - Thailand
  5. Sachio Diandra Najla - Indonesia
  6. Krittitee Yoosamran – Thailand

Best Writing Awards

  1. Kalilla Aisyah Atmadibrata - Indonesia
  2. Nedya Sophia Norman - Indonesia
  3. Sachio Diandra Najla - Indonesia
  4. Petch Rojmahamongkol - Thailand 
  5. Fairysha Agatha Richelle - Indonesia 

Best Speaker

  1. Sachio Diandra Najla - Indonesia
  2. Steven Maliandro Aritonang - Indonesia
  3. Fairysha Agatha Richelle - Indonesia
  4. Petch Rojmahamongkol - Thailand
  5. Natapan Chuenpant Speaker - Thailand

Top Skorer 

Ali Mahdi Adinegoro - Indonesia.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.