Dark/Light Mode

Frisian Flag Indonesia Dukung MBG Melalui Kolaborasi dan Produk Susu Bergizi

Kamis, 6 Maret 2025 06:02 WIB
Foto Dok Frisian Flag Indonesia.
Foto Dok Frisian Flag Indonesia.

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Frisian Flag Indonesia (FFI) menyampaikan komitmen dan dukungannya terhadap pelaksanaan program makan bergizi gratis (MBG) yang mulai dijalankan pemerintah pada awal tahun ini. Hal ini disampaikan di sela-sela diskusi ‘Peran Stakeholder dan Media dalam Mendukung Program Makan Bergizi Gratis’ di Surabaya pada pekan lalu (27/2) pada acara tersebut dihadiri oleh narasumber dari pemerintah daerah, pelaku usaha, praktisi kesehatan, dan media.

FFI sendiri telah memulai sebuah proyek percontohan yang mengadopsi semangat MBG, yakni menyediakan makan bergizi gratis di 10 sekolah dasar di sekitar pabriknya di Cikarang. Pada Oktober 2024 FFI menggelar program uji coba dengan pemberian makanan bergizi bagi lebih dari 2.000 siswa di delapan SD dan dua SMP yang direncanakan secara matang. FFI bermitra dengan Indonesia Food Security Review (IFSR) dan Pusat Kajian Gizi dan Kesehatan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (PKGK FKM UI) untuk mengkaji pelaksanaan makanan bergizi gratis yang tepat sasaran.

“Uji coba yang kami lakukan di Cikarang memasukkan minum susu sebagai bagian dari makan bergizi gratis. Kami mendapat tanggapan positif dari siswa dan guru sekolah, dan minum susu menjadi bagian yang dinantikan oleh anak-anak. Melihat respon ini, FFI semakin yakin bahwa program MBG sangat bermanfaat dalam meningkatkan status gizi anak dan membangun Indonesia menjadi bangsa yang kuat. Hal ini sejalan dengan visi FFI ‘Nourishing Indonesia to progress’,” kata Corporate Communication Manager FFI, Fetti Fadliah dalam keterangan tertulisnya pada media, Kamis (6/3).

Baca juga : Pertamina Hulu Energi ONWJ Jalin Kolaborasi Strategis Dengan 3 Perusahaan Korsel

FFI melalukan survei terhadap 359 siswa yang mengikuti program uji coba MBG di Cikarang, dan menemukan bahwa mayoritas siswa mengalami kurang gizi bahkan gizi buruk. Pemberian produk susu secara rutin saat MBG akan membantu pemenuhan gizi yang dibutuhkan. Selain pemberian produk susu, setiap minggu FFI bersama para mitra memberikan edukasi gizi dan menjelaskan manfaatnya bagi kesehatan siswa.

Wakil Ketua Pusat Kajian Gizi dan Kesehatan Masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat (PKGM FKM) Universitas Indonesia, Prof. Dr. drg Sandra Fikawati MPH saat diskusi di Surabaya, “Kami memiliki survei yang menunjukkan konsumsi susu di tanah air masih rendah, hanya 16 liter per kapita per tahun. Angka ini masih jauh dibanding negara-negara maju seperti Belanda yang sudah 250 liter per kapita per tahun,” terangnya.

Prof Fika menyayangkan adanya seruan untuk menghentikan konsumsi susu dan diganti dengan makan ikan atau daging. Minum susu mengandung kalsium dan vitamin D yang sangat baik diberikan kepada anak setelah masa ASI eksklusif, balita, usía sekolah dan dewasa, bahkan hingga usía lanjut. Dari survei yang dilakukannya mendapati bahwa balita yang kurang mengonsumsi susu berdampak pada stunting, pelambatan pertumbuhan, malnutrisi, hingga overweight di masyarakat kota. “Makanan harus diberikan seimbang, tidak boleh berlebih atau kurang. Anak-anak membutuhkan protein berkualitas, karena dalam masih dalam masa pertumbuhan. Kebutuhan ini berbeda dari orang dewasa,” ujar Prof. Fika.

Baca juga : Apa Arti Hidup Beragama?

FFI telah memulai inisiasi edukasi dan program makan bergizi di tahun 2013, jauh sebelum Presiden Prabowo mencanangkan MBG, melalui Gerakan Nusantara. Inisiatif ini berfokus pada edukasi gizi dan gaya hidup sehat, serta kebiasaan minum susu di sekolah-sekolah dasar di berbagai daerah di Indonesia. FFI berkolaborasi dengan akademisi, ahli gizi, sekolah-sekolah dasar melalui Kementerian Pendidikan dan Dinas Pendidikan, dan hingga kini telah mencapai 2,5 juta anak dan guru sekolah. Kegiatan Gerakan Nusantara melengkapi aksi FrieslandCampina, induk perusahaan FFI yang berpusat di Belanda, dalam upaya meningkatkan status gizi anak dengan menggelar South East Asian Nutrition Surveys (SEANUTS) yang melibatkan akademisi dan ahli gizi di empat negara, Indonesia, Malaysia, Vietnam, dan Thailand.

Fetti menambahkan bahwa temuan SEANUTS menjadi alasan dari berbagai kegiatan peningkatan gizi anak yang dilakukan FFI. “Hasil SEANUTS II yang disampaikan di bulan November 2024, menunjukkan masih adanya anak-anak yang belum tercukupi gizi hariannya, seperti kalsium dan vitamin D. Yang lebih mengkhawatirkan, satu dari empat anak masih mengalami stunting, kurangnya pemenuhan zat besi pada anak-anak dan remaja putri yang mengakibatkan anemia, dan sejumlah anak di kota besar mengalami isu lelebihan berat badan,” kata Fetti.

Sejak 2013, FFI menggelar Dairy Development Program (DDP) dan telah menjangkau lebih dari puluhan ribu peternak sapi perah dan bermitra dengan 22 koperasi, kelompok peternak, serta mega farm di Pulau Jawa dan Sumatera. Program ini mendorong peternak sapi perah lokal untuk menerapkan good dairy farming practice (GDFP) secara terus menerus dan konsisten untuk menghasilkan susu segar berkualitas sesuai standar. “FFI telah menyiapkan berbagai kegiatan end-to-end untuk mendukung MBG. Kami bermitra dengan Koperasi Produk Susu (KPS) untuk memberdayakan para peternak dalam menghasilkan susu segar berkualitas tinggi, dan membantu koperasi untuk mendistribusikan susu segar dari peternak ke industri pengolahan. Melalui DDP, FFI terus membangun ekosistem yang memberdayakan peternak sapi perah Indonesia agar dapat menghasilkan susu segar berkualitas yang berdampak positif pada ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat,“ pungkas Fetti.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.