Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - Muhammadiyah memberikan apresiasi tinggi atas “Kado HUT RI dari Presiden untuk Guru” yang diluncurkan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, di Jakarta, Rabu (6/8/2025). Muhammadiyah menilai, kade ini sebagai komitmen yang besar dari Pemerintah dalam meningkatkan kompetensi dan kesejahteraan guru.
“Komitmen Pemerintah dalam rangka meningkatkan kompetensi guru dan kesejahteraan guru sangat luar biasa dan signifikan. Majelis Pendidikan Dasar Menengah dan Pendidikan Nonformal memberi apresiasi setinggi-tingginya,” ucap Ketua Majelis Pendidikan Dasar Menengah dan Pendidikan Nonformal, Pimpinan Pusat Muhammadiyah Didik Suhardi, Rabu (6/8/2025).
Ada tiga “Kado Presiden untuk Guru” dalam HUT ke-80 RI ini. Yaitu Insentif bagi Guru Non Aparatur Sipil Negara (Non-ASN), Bantuan Subsidi Upah bagi Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Nonformal, dan Bantuan Afirmasi Kualifikasi S-1/D-4 Guru.
Baca juga : HUT ke-80 RI, Pemerintah Beri 3 Kado Istimewa untuk Guru
Menurut Didik, insentif bagi guru non-ASN sebagai bukti Pemerintah memerhatikan dan menempatkan penyelenggaraan pendidikan oleh masyarakat sebagai mitra. “Pendidikan yang diselenggarakan oleh masyarakat juga mendapatkan tempat yang sesuai yaitu sebagai partner. Walaupun di beberapa daerah masih terjadi kebijakan yang kurang pas,” ungkapnya.
Dalam sambutan saat peluncuran, Mendikdasmen Abdul Mu’ti menegaskan, program ini merupakan bagian dari pemenuhan Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Presiden Republik Indonesia. Guru menjadi garda terdepan pendidikan. “Kado Presiden” ini wujud nyata atas kehadiran negara dalam meningkatkan kompetensi dan kesejahteraan guru.
“Program-program tersebut merupakan terobosan Pemerintah sekaligus kado Bapak Presiden Prabowo Subianto untuk para guru. Dengan kado ini, para guru sebagai garda terdepan pendidikan diharapkan dapat meningkatkan kinerja dan kompetensi, guna meningkatkan kualitas pembelajaran untuk kemajuan pendidikan dan pembentukan karakter bangsa,” ucap Mendikdasmen.
Baca juga : REI Apresiasi Kebijakan Presiden Prabowo Di Sektor Perumahan
Dia menerangkan, tahun ini insentif diberikan bagi 12.500 guru untuk menempuh jenjang pendidikan S-1/D-4 melalui program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) di 112 perguruan tinggi. Dana yang dialokasikan sebesar Rp 37,5 miliar.
Sedangkan untuk peningkatan kesejahteraan guru, Pemerintah memberikan bantuan insentif kepada 341.248 guru non-ASN yang besarnya Rp 300.000 per bulan. Pada tahap pertama tahun ini, insentif diberikan sekaligus untuk tujuh bulan sebesar Rp 2,1 juta per guru, dan ditransfer langsung ke rekening penerima. Realisasi transfer insentif sudah mencapai lebih dari 85 persen.
Pemerintah juga menyalurkan Bantuan Subsidi Upah (BSU) untuk 253.407 guru PAUD Nonformal. BSU yang diberikan adalah sebesar Rp 300.000 untuk dua bulan. Total anggaran sebesar Rp 125 miliar telah ditransfer ke rekening masing-masing guru.
Baca juga : Tamsil Linrung Apresiasi Langkah Cerdas Politik Luar Negeri Presiden
“Pak Menteri sangat memahami bahwa guru merupakan faktor utama dalam rangka meningkatkan kualitas dan sumberdaya Indonesia. Semoga ini menjadi langkah signifikan dalam mempersiapkan sumber daya manusia dalam rangka mempersiapkan Indonesia Emas 2045,” ucap Didik Suhardi.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya