Dark/Light Mode

Sampoerna University Gelar Program BESTS, Jawab Tantangan Ekonomi Sirkular

Kamis, 11 September 2025 11:57 WIB
Foto: Sampoerna University.
Foto: Sampoerna University.

RM.id  Rakyat Merdeka - Sebagai bentuk komitmen menghadirkan pendidikan tinggi berstandar global, Sampoerna University menyelenggarakan program Building Entrepreneurial Mindset for Sustainable Technology and Society (BESTS).

Program ini merupakan hasil kelanjutan kerja sama Sampoerna University dengan Institute of Science Tokyo, Jepang yang berlangsung mulai dari 24 Agustus hingga 9 September 2025 di Jakarta.

Kegiatan tersebut mempertemukan 18 mahasiswa dari Sampoerna University, 14 mahasiswa dari Institute of Science Tokyo, juga dua mahasiswa internasional berkebangsaan Nigeria dan Afganistan dari Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII).

Dr. Farid Triawan selaku Dean of Faculty of Engineering and Technology, Sampoerna University menegaskan, BESTS bukan sekadar program pertukaran akademis.

“Program ini juga membentuk calon pemimpin masa depan yang mampu berpikir kritis, berinovasi secara berkelanjutan, dan berkolaborasi secara lintas budaya,” ujarnya.

Setelah program ini, Farid berharap mahasiswa dapat menghadirkan solusi konkret yang dapat memajukan SDG atau Sustainable Development Goals, baik untuk Indonesia maupun global.

Terbagi dalam tiga tahap, program BESTS dirancang untuk membekali mahasiswa dengan pengetahuan dan keterampilan kewirausahaan dalam membangun solusi berkelanjutan berbasis ekonomi sirkular sesuai pendekatan SDG yang dilansir PBB.

Baca juga : Perpusnas Gelar Webinar Hari Literasi Internasional, Kupas Tantangan di Era AI

Tahap pertama diadakan secara daring untuk membahas tentang SDG, budaya Jepang, serta cara Jepang berpartisipasi dalam ekonomi sirkular.

Setelahnya, tahap kedua diadakan di Jakarta. Mahasiswa akan mengikuti langsung kegiatan selama 16 hari berturut-turut.

 Diawali dengan kuliah yang membahas tentang kebijakan lingkungan, inovasi energi bersih, serta keberlanjutan di industri farmasi, pengemasan, dan fesyen.

Kemudian, dilanjutkan dengan kunjungan lapangan ke pusat pengelolaan sampah, SMESCO, Kebun Raya Bogor, Taman Safari Indonesia, Indonesia Stock Exchange, Monumen Nasional (Monas), hingga studi budaya di Taman Mini Indonesia Indah (TMII).

Mahasiswa juga berkesempatan mengikuti berbagai lokakarya tentang desain produk, pelaporan berkelanjutan (sustainability reporting), desain grafis, hingga branding.

Puncak dari program ini adalah sesi presentasi ide bisnis sirkular di hadapan para juri. Sesi ini sekaligus menjadi ajang kolaborasi nyata antara Indonesia dan Jepang.

Baik untuk melahirkan prototipe produk, maupun layanan berkelanjutan di bidang energi bersih, pangan, pariwisata, mode, hingga pengelolaan limbah.

Baca juga : Local Heroes Program Desa Impian, Ujung Tombak Peningkatan Ekonomi Daerah

Prof. Eri Ota dari Institute of Science Tokyo mengatakan, melalui BESTS, pihaknya menghubungkan para pemuda cerdas dari Indonesia dan Jepang untuk mengatasi tantangan keberlanjutan bersama.

“Kemitraan ini mencerminkan semangat kolaborasi yang dibutuhkan untuk membangun masa depan yang benar-benar sirkular,” tuturnya.

Tahap terakhir dari program ini diadakan secara daring, di mana mahasiswa akan menulis esai untuk mendokumentasikan sekaligus merefleksikan prototipe bisnis yang telah dikembangkan.

Termasuk, mengaitkannya dengan SDG nomor 7 (Energi Bersih dan Terjangkau) dan 13 (Penanganan Perubahan Iklim).

Dr. A.A.N. Perwira Redi selaku Head of Department of Industrial Engineering, Sampoerna University, sekaligus salah satu tim penyelenggara BESTS mengungkapkan apresiasinya terhadap para peserta dalam program ini.

Dia menjelaskan, tujuan utama program ini adalah menyaksikan para mahasiswa mentransformasi pembelajaran di kelas menjadi prototipe inovatif yang dapat membawa perubahan bagi masyarakat sekitar.

“Kreativitas dan semangat mereka terhadap keberlanjutan menginspirasi kita semua,” ucap Wira, sapaan akrabnya. 

Baca juga : Perkuat Persatuan, JMAI Gelar Sarasehan Wawasan Kebangsaan

Program BESTS akan diadakan rutin setiap tahun. Melalui program ini, Sampoerna University berharap dapat memperkuat jejaring akademik internasional sekaligus melahirkan generasi muda yang mampu menerjemahkan prinsip ekonomi sirkular menjadi solusi nyata.

Tidak hanya bagi Indonesia dan Jepang, tetapi juga untuk menjawab tantangan global menuju masyarakat lebih berkelanjutan.

Wira berharap, dengan program BESTS, Sampoerna University bisa memberikan kesempatan kepada calon pemimpin masa depan untuk sama-sama menjawab tantangan global dengan daya pikir kritis, inovatif, dan relevan dengan budaya masing-masing negara.

“Sehingga, mereka bisa memberikan dampak positif dan berkelanjutan di lingkungan masyarakat sekitar hingga ke kancah global,” tutupnya. 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.