Dark/Light Mode

Hadapi Era Scroll Culture

Wamen Fajar Ajak Orang Tua Budayakan Gemar Membaca Sejak Dini pada Anak

Jumat, 19 September 2025 18:00 WIB
Wamendikdasmen Fajar Riza Ul (Foto: Kemendikdasmen)
Wamendikdasmen Fajar Riza Ul (Foto: Kemendikdasmen)

RM.id  Rakyat Merdeka - Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq mengajak para orang tua untuk aktif menanamkan budaya membaca sejak dini kepada anak sebagai bagian penting dari pembentukan karakter, literasi, dan kualitas generasi mendatang. Ajakan ini ia sampaikan dalam Sosialisasi SIBI (Sistem Informasi Buku Indonesia) dan bedah buku Garuda Gaganeswara: Teka-Teki Jalan Lurus Melingkar karya Ary Nilandari, di Bandung, Jawa Barat, Jumat (19/9/2025). Acara juga dihadiri Anggota Komisi X DPR Leida Hanifah Amaliah sebagai mitra Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) dalam mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua.

Wamen Fajar menyoroti dampak serius transformasi teknologi dan maraknya scroll culture yang mengubah perilaku membaca generasi muda. “Anak-anak sekarang lebih suka video pendek dan bacaan singkat. Padahal tingkat gemar membaca kita baru 20–25 persen, artinya hanya satu dari lima orang Indonesia yang suka membaca. Ini tantangan besar yang harus kita jawab bersama,” ujarnya.

Seiring dengan tantangan tersebut, Wamen Fajar berbagi pengalaman pribadinya bagaimana menanamkan kebiasaan membaca di rumah. Menurutnya, buku-buku sengaja diletakkan di berbagai sudut, dan setiap akhir pekan ia mengajak anaknya membeli buku non-teks.

Baca juga : Di Surabaya, Wamen Fajar Ditanya Soal TKA Dan Cara Jadi Wamen

“Dengan cara sederhana itu, saya ingin anak-anak terbiasa mengenal buku dan mencintai bacaan. Bebearapa riset menyebut ada korelasi kuat antara kebiasaan membaca dengan kekayaan diksi, imajinasi, dan kemampuan literasi,” jelasnya.

Di sisi lain, menurut Wamen Fajar, untuk menghadapi tantantangan era scroll culture, Kemendikdasmen di bawah nakhoda Mendikdasmen Abdul Mu'ti berupaya mengatasi persoalan tersebut dengan mengenalkan pendekatan pembelajaran mendalam.

“Pak Menteri Abdul Mu'ti selalu mengingatkan bahwa pembelajaran mendalam bukan sekadar banyaknya buku yang dibaca atau materi yang dipelari, tetapi memahami isi bacaan dan mendalami materi, menghubungkannya dengan dunia nyata, dan melatih berpikir kritis serta imajinasi anak-anak. Ini cara kita mengatasi dampak scroll culture di tengah banjirnya konten yang kurang mendidik” kata Wamen Fajar.

Baca juga : Heikal Safar Ingatkan DPR Jaga Marwah Lembaga dan Empati pada Rakyat

Dia juga menyinggung penyalahgunaan teknologi Kecerdasan Artisial. “Kalau guru tidak hati-hati, anak-anak bisa mengandalkan AI untuk tugas sekolah tanpa mengerti isinya. Kita ingin anak-anak kita bukan hanya cepat menyerap konten, tetapi memiliki pemahaman literasi yang kuat,” tegasnya.

Di tengah berbagai tantangan tranformasi teknologi saat ini, Wamen Fajar menegaskan bahwa Kemendikdasmen berkomitmen terus berupaya menguatkan budaya literasi melalui penyediaan buku berkualitas dan pemanfaatan SIBI, platform buku teks dan non-teks yang terkurasi, aman, dan relevan. 

Meski e-book mempermudah akses, Wamen Fajar menegaskan buku cetak tetap penting. “Banyak riset menunjukkan pemahaman membaca melalui buku cetak lebih baik. Karena itu, perpaduan buku cetak dan digital penting untuk mendorong pembelajaran mendalam yang sedang kami galakkan,” ujarnya.

Baca juga : Wamen Fajar Ajak Kepala Daerah Budayakan Pertemuan Pagi Ceria di Sekolah

Di akhir sambutan, Wamen Fajar berpesan bahwa membangun budaya gemar membaca tidak bisa hanya mengandalkan sekolah dan guru. “Mari budayakan membaca sehari satu lembar atau satu bab di rumah. Mencintai buku adalah mencintai ilmu. Dengan kebiasaan ini, kita akan melahirkan generasi berkualitas, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan zaman,” pesannya.

Acara ini juga dihadiri penulis novel Ary Nilandari, Toni Toharudin selaku Kepala BSKAP Kemendikdasmen, Supriyanto selaku Kepala Pusat Perbukuan, serta para pelajar dari berbagai sekolah di Kota Bandung yang antusias mengikuti kegiatan penguatan literasi ini.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.